Penguin Nihilist Viral di Medsos, Jadi Simbol "Burnout" Manusia di Tengah Gempuran Hustle Culture

Nadya Quamila | Beautynesia
Kamis, 29 Jan 2026 21:30 WIB
Kisah Penguin Nihilist yang Jadi Viral di Medsos
Kisah Penguin Nihilist yang Jadi Viral di Medsos/Foto: Freepik/wirestock

Beauties, jika kamu rajin berselancar di media sosial akhir-akhir ini, kamu mungkin melihat sebuah video atau foto yang memperlihatkan seekor penguin berjalan seorang diri di hamparan es yang panjang.

Ya, video penguin tersebut berasal dari sebuah klip lama dari dokumenter bertajuk Encounters at the End of the World yang rilis pada 2007. Setelah 19 tahun kemudian, video ini menjadi viral di media sosial tapi ditafsirkan berbeda oleh netizen.

Alih-alih berjalan menuju tempat mencari makan, penguin Adelie itu justru terlihat berjalan sendirian sejauh 70 km menuju pegunungan Antartika. Hal yang jadi sorotan lainnya adalah penguin tersebut berjalan menjauhi koloninya. Padahal, penguin dikenal sebagai hewan yang hidup dalam koloni besar untuk bertahan hidup, Beauties.

Video ini lantas dikaitkan netizen dengan kondisi kehidupan manusia di era modern sekarang. Hewan yang kini dijuluki "Penguin Nihilist" ini menjadi simbol ketahanan, pemberontakan, dan perasaan "burnout" di tengah budaya hustle culture yang melelahkan. Nihilist sendiri artinya pandangan filosofis bahwa hidup tidak memiliki makna, tujuan, dan nilai yang pasti.

Kisah Penguin Nihilist yang Jadi Viral di Medsos

Alih-alih menuju laut tempat burung-burung itu mencari makanan, bertahan hidup, dan berkembang, penguin itu berjalan menuju pegunungan terpencil dan bersalju.

Kisah Penguin Nihilist yang Jadi Viral di Medsos/Foto: Freepik/wirestock

Potongan video penguin berjalan menjauhi koloninya dan mengarungi hamparan es seorang diri menjadi viral di media sosial. Banyak netizen membagikan potongan video atau foto dengan kutipan-kutipan yang menyuarakan isi hati mereka: berjalan menjauh dari hingar-bingar dan kerumitan kehidupan sehari-hari. Klip tersebut berasal dari film dokumenter bertajuk Encounters at the End of the World yang disutradarai pembuat film asal Jerman Werner Herzog.

Alih-alih menuju laut tempat burung-burung itu mencari makanan, bertahan hidup, dan berkembang, penguin itu berjalan menuju pegunungan terpencil dan bersalju. Film dokumenter tahun 2007 itu menangkap perilaku langka ini.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penguin adalah hewan yang selalu hidup berdampingan dan berdekatan. Salah satu tujuannya adalah untuk menjaga suhu tubuh dan melindungi diri dari predator.

Perilaku tak biasa dari penguin satu ini membuat orang bertanya-tanya. Herzog menyebut perjalanan penguin tersebut sebagai "pawai maut" karena sangat kecil kemungkinan burung itu akan bertahan hidup.

Sementara itu, seorang pakar satwa liar, David Ainley, menjelaskan bahwa penguin tersebut kemungkinan besar mengalami disorientasi, gangguan navigasi, atau penyakit neurologis. Hal inilah yang membuat penguin tersebut berjalan menjauh dari koloninya.

Lebih lanjut, Ainley menyebut bahkan jika penguin itu dipaksa untuk kembali hidup berdampingan bersama koloninya, bisa saja ia akan berjalan berbalik dan melanjutkan “pawai maut”nya.

Dikutip dari NDTV, para ahli dan pembuat film Werner Herzog telah mengakui bahwa penguin itu mati tak lama setelah aksi tak wajarnya itu direkam. Ia dilaporkan berjalan sejauh 70 km sendirian sebelum mati di suatu tempat di wilayah Antartika yang bersalju.

Seiring popularitas video tersebut, beberapa pengguna media sosial menafsirkan bahwa penguin tersebut mengalami patah hati usai kematian pasangannya.

Penguin Nihilist Jadi Simbol Burnout hingga Mendobrak Rutinitas

Penguin Nihilist ini seolah menjadi perwakilan dari keinginan mereka untuk “kabur sejenak” dari kehidupan yang melelahkan; berjalan menjauh dari kebisingan dan menembus sunyi yang menenangkan.

Penguin Nihilist Jadi Simbol Burnout hingga Mendobrak Rutinitas/Foto: Freepik

Hampir dua puluh tahun setelah dokumenter itu rilis, kini penguin Adelie yang dijuluki “Penguin Nihilist” meledak di media sosial dengan narasi yang bervariasi. Tak sedikit netizen yang merasa relate dengan aksi penguin yang berjalan menjauh tersebut.

“Ini adalah gambaran diriku menjauh dari tanggung jawab kehidupan,” ucap netizen.

“Ketika kamu sudah merasa muak akan segalanya,” tulis netizen lainnya.

“Penguin itu berjalan karena berdiam diri berarti berpura-pura, dan ia sudah selesai berpura-pura,” bunyi narasi lainnya.

Di tengah semua narasi yang beredar, ada yang menyebut bahwa aksi penguin itu layaknya manusia yang tengah burnout, sedang berjalan menjauh dari budaya hustle culture alias budaya gila kerja yang menuntut seseorang untuk bekerja terlalu keras tanpa beristirahat yang layak.

Beauties, bisa kita lihat kini semakin banyak orang-orang yang memiliki side hustle alias pekerjaan sampingan. Tak hanya bekerja keras untuk pekerjaan utama, mereka kini juga bekerja keras untuk mengumpulkan cuan dari side hustle. Ini membuat mereka mendedikasikan hampir seluruh waktunya untuk bekerja, merelakan waktu beristirahat atau bersenang-senang.

Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang rela menempuh jalur ini, tapi salah satunya adalah ketidakpastian ekonomi, biaya hidup yang semakin melambung tinggi, hingga ketatnya persaingan di dunia kerja.

Ketakutan akan kehidupan yang tidak pasti di tengah gejolak ekonomi dan perkembangan dunia membuat mereka memaksa diri untuk bisa bertahan meski jalur yang ditempuh tidaklah mudah dan sangat melelahkan, baik secara fisik maupun mental.

Di tengah banyaknya tuntutan dan rasa lelah yang tampak tiada akhir, terkadang kabur sejenak dan berjalan menjauh dari sumber kegelisahan adalah opsi yang begitu menggoda. Tapi tentu, hal tersebut tidak mudah dilakukan, atau bahkan bagi sebagian orang, mereka tidak memiliki opsi tersebut.

Oleh karena itu, penguin Nihilist ini seolah menjadi perwakilan dari keinginan mereka untuk “kabur sejenak” dari kehidupan yang melelahkan; berjalan menjauh dari kebisingan dan menembus sunyi yang menenangkan. Penguin ini menjadi simbol untuk meninggalkan ekspektasi yang diciptakan orang-orang, merasa “tersesat” dalam hidup, rasa lelah yang tak berujung, hingga pemberontakan diam-diam atas sistem kehidupan yang terasa mencekik.

Bagaimana menurutmu, Beauties? Apa kamu bisa relate dengan narasi yang ramai beredar soal penguin Nihilist ini atau justru memaknainya berbeda?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE