Pentingnya Interseksionalitas dan Kepemimpinan Inklusif di Tempat Kerja untuk Perempuan

Nadya Quamila | Beautynesia
Senin, 09 Mar 2026 08:30 WIB
Mengenal Diversity, Equity, dan Inclusion (DEI)
Mengenal Diversity, Equity, dan Inclusion (DEI)/Foto: Dok. UNIQLO

Setiap orang mempunyai latar belakang yang berbeda. Hal ini membuat kisah, kebutuhan, hingga tantangan yang dialami setiap orang berbeda-beda pula. Perbedaan ini yang membuat kebutuhan akan tempat kerja yang inklusif sangat penting, Beauties.

Tempat kerja inklusif artinya adalah lingkungan yang menghargai dan menerima semua perbedaan individu, baik dari sisi ras, gender, agama, usia, hingga kemampuan tanpa adanya diskriminasi. Tempat kerja yang inklusif membantu setiap individu merasa aman, nyaman, dan memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang.

Selain itu, hal lain yang tak kalah penting untuk dipahami adalah setiap individu membawa lebih dari satu identitas ke tempat kerja. Misalnya, seorang perempuan bisa menjadi pemimpin tim di kantor sekaligus menjadi seorang ibu di rumah. Contoh lainnya, seorang karyawan muda bisa datang dari latar belakang sosial yang berbeda dari rekan-rekannya. Inilah yang dikenal sebagai interseksionalitas, Beauties.

Interseksionalitas adalah cara pandang yang melihat bahwa identitas seseorang saling beririsan dan membentuk pengalaman yang berbeda-beda, termasuk dalam dunia kerja dan pengembangan karier.

Memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret, perusahaan ritel pakaian global asal Jepang, UNIQLO mengadakan sebuah diskusi kepemimpinan inklusif bertajuk "Interseksionalitas: Menavigasi Berbagai Lapisan Hambatan dalam Kehidupan Profesional". Melalui diskusi ini, UNIQLO ingin mengajak masyarakat untuk lebih melihat keberagaman di sekitar, juga mendorong pemahaman yang lebih utuh tentang kepemimpinan inklusif.

Mengenal Diversity, Equity, dan Inclusion (DEI)

UNIQLO, mengadakan sebuah diskusi kepemimpinan inklusif bertajuk

Mengenal Diversity, Equity, dan Inclusion (DEI)/Foto: Dok. UNIQLO

Perempuan di Indonesia masih banyak menghadapi hambatan di dalam karier atau dunia kerja. Menurut data dari International Labour Organization (ILO) dan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) dalam laporan bertajuk Breaking Barriers: Challenges and Opportunities for Women Career in Advancement, ada tiga hal yang menjadi hambatan utama perempuan di dunia kerja.

Sebanyak 493 respons menyorot beratnya tugas pengasuhan di rumah, jalur promosi yang tidak jelas di tempat kerja, dan akses terbatas untuk mendapatkan bimbingan karier menjadi hambatan utama.

Kepempimpinan inklusif, interseksionalitas, dan penerapan Diversity, Equity, dan Inclusion (DEI) menjadi sangat penting, Beauties. Perusahaan yang fokus pada keberagaman, keadilan, dan inklusif lebih mampu menanggapi tantangan, memenangkan talenta terbaik, dan memenuhi kebutuhan basis pelanggan yang berbeda. Dengan mempertimbangkan DEI, perusahaan sedang mempertimbangkan bagaimana cara mendukung karyawan dengan lebih baik.

Apa perbedaan Diversity, Equity, dan Inclusion? Dilansir dari McKinsey, Diversity atau keberagaman mengacu pada siapa yang terwakili dalam angkatan kerja dan meliputi aspek seperti gender, usia, etnis, dan kemampuan fisik dan neurodiversitas.

Equity atau keadilan mengacu pada perlakuan adil bagi semua orang, sehingga norma, praktik, dan kebijakan yang ada memastikan identitas tidak menjadi prediktor peluang atau hasil di tempat kerja. Equity (keadilan) berbeda dengan equality (kesetaraan). Kesetaraan mengasumsikan bahwa semua orang harus diperlakukan sama, sementara keadilan atau equity mempertimbangkan keadaan unik seseorang, menyesuaikan perlakuan sesuai dengan itu sehingga hasil akhirnya sama.

Inclusion atau inklusi mengacu pada bagaimana tenaga kerja mengalami tempat kerja dan sejauh mana organisasi merangkul semua karyawan dan memungkinkan mereka untuk memberikan kontribusi yang bermakna.

Sejumlah organisasi telah memiliki kebijakan DEI, namun pendekatan interseksional menantang perusahaan untuk melangkah lebih jauh. Memahami bagaimana faktor seperti gender, usia, latar belakang pendidikan, dan kondisi sosial ekonomi saling memengaruhi pengalaman seseorang di tempat kerja.

Secara global, berbagai studi menunjukkan bahwa perusahaan dengan kepemimpinan yang lebih beragam dan inklusif cenderung memiliki tingkat inovasi dan kinerja yang lebih tinggi. Artinya, inklusi bukan sekadar isu sosial, tetapi strategi bisnis jangka panjang.

Di Indonesia sendiri percakapan tentang kepemimpinan inklusif terus berkembang, meski masih menghadapi tantangan seperti budaya hierarkis dan bias tidak sadar. Di sinilah sensitivitas kepemimpinan menjadi sangat krusial, yakni kepekaan untuk mendengar, memahami kompleksitas, dan mengambil keputusan secara adil. Inilah esensi dari pendekatan interseksional, Beauties.

Pentingnya Peran Pemimpin yang Mau Mendengarkan untuk Memahami

Interseksionalitas: Menavigasi Berbagai Lapisan Hambatan dalam Kehidupan Profesional

Pentingnya Peran Pemimpin yang Mau Mendengarkan untuk Memahami/Foto: Dok. UNIQLO

Diskusi ini juga menyoroti pentingnya organizational allyship yaitu peran aktif individu, terutama pemimpin, untuk menjadi sekutu bagi rekan kerja dengan latar belakang berbeda. Menjadi sekutu bukan berarti selalu memiliki jawaban, melainkan memiliki kemauan untuk mendengar dan terus belajar.

Dalam praktik sehari-hari, hal ini terlihat dari cara pemimpin membagi kesempatan berbicara dalam rapat, mempertimbangkan fleksibilitas kerja, hingga berani mengoreksi bias yang mungkin tidak disadari. Pendekatan ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan karyawan, tetapi juga pada keberlanjutan bisnis. Tim yang merasa aman dan dihargai cenderung lebih berani menyampaikan ide dan perspektif baru, dan menjadi sebuah aset penting di tengah persaingan industri yang semakin kompleks.

Melalui momentum International Women‘s Day, UNIQLO Indonesia mengajak para profesional untuk melihat kepemimpinan inklusif sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar tren tahunan. Karena pada akhirnya, ketika seseorang tidak perlu menyembunyikan bagian dari dirinya untuk diterima, di situlah potensi terbaik bisa tumbuh, baik untuk individu, tim, maupun perusahaan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE