Jumlah korban tewas akibat gempuran Israel ke Gaza Palestina mencapai 8.005 orang dan melukai lebih dari 20.200 orang lainnya. Sebagian besar korban tewas di Gaza merupakan anak-anak dan perempuan.
Menurut badan bantuan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), lebih dari 613 ribu dari 1,4 juta pengungsi di Gaza berlindung di fasilitas UNRWA di seluruh wilayah yang diblokade, termasuk sekolah-sekolah.
Namun, padatnya pengungsi, kurangnya privasi dan sanitasi yang tidak memadai membuat pengungsi di sekolah-sekolah ini berisiko terkena berbagai risiko kesehatan. Fasilitas kebersihan yang terlalu padat dan tidak sesuai di akomodasi sementara telah menyebabkan berjangkitnya penyakit kudis dan cacar di kalangan pengungsi.
Beberapa sekolah UNRWA telah menjadi sasaran atau mengalami kerusakan akibat serangan udara Israel di sekitar sekolah tersebut.
Dengan adanya serangan terhadap sekolah di kamp pengungsi al-Maghazi, yang menyebabkan puluhan orang terluka, jelas bahwa sekolah mungkin bukan tempat perlindungan yang diharapkan oleh lembaga-lembaga kemanusiaan.
Kurangnya kebersihan dasar, terutama bagi perempuan, menambah kondisi yang buruk, terutama ketika menstruasi. Perempuan di Gaza dilaporkan terpaksa mengonsumsi obat penunda menstruasi.