Perjalanan Pulang Terasa Lebih Cepat? Return Trip Effect Jawabannya!
Travelling menjadi cara tersendiri untuk membantu menurunkan stres dan membuatmu lebih fresh. Agenda tersebut mungkin rutin kamu lakukan dalam kurun waktu tertentu seperti sebulan sekali atau dua bulan sekali untuk tujuan yang lumayan jauh.
Selama travelling, kamu mungkin sering merasa bahwa perjalanan berangkat terasa lebih lama jika dibandingkan dengan perjalanan pulang. Terlebih jika kamu melakukan perjalanan ke tempat baru atau sebelumnya belum pernah kamu singgahi.
Padahal jika dipikir-pikir, rute yang digunakan dan kecepatan laju kendaraan juga hampir sama. Banyak yang menganggap hal tersebut hanya mitos, padahal ada fenomena bernama return trip effect. Seperti apa penjelasannya? Simak ulasannya berikut ini ya.
Return Trip Effect Secara Psikologis
![]() Perjalanan pulang terasa lebih cepat?/ Foto: freepik.com/freepik |
Berbicara tentang perjalanan dan waktu, kamu mungkin tidak mengukur secara pasti waktu yang telah berlalu. Detik, menit, jam dalam jangka pendek terkadang berlalu begitu saja tanpa sempat kamu mengukurnya. Hal tersebut diungkapkan di laman The Washington Post, yaitu saat perasaan kita tentang berapa banyak waktu yang berlalu adalah subjektif, mudah bias oleh hal-hal lain yang terjadi di sekitar kita, suasana hati kita atau apa yang kita lakukan saat itu.
Hal tersebut menyebabkan banyak fenomena aneh, termasuk return trip effect alias "efek perjalanan pulang pergi". Kamu mungkin sudah familiar dengan sensasinya, termasuk ketika kamu pergi ke tempat tujuan yang tidak dikenal dan kembali lagi, seringkali perjalanan pulang terasa memakan waktu lebih sedikit daripada perjalanan awal, meskipun kamu menempuh jarak yang sama.
Penyebab Return Trip Effect
![]() Travelling ke tempat baru/ Foto: freepik.com/jcomp |
Return trip effect bisa dibilang masih 'misteri'. Beberapa ahli masih meneliti tentang hal ini. Melansir dari laman Vox, diagnosa paling klasik yang ditemukan peneliti terkait efek perjalanan pulang pergi yakni dikarenakan perjalanan pulang lebih familiar sehingga waktu tempuh terasa lebih cepat.
Penyebab lainnya, yakni terkadang seseorang melebih-lebihkan waktu tempuh perjalanan pulang. Dianggap jarak yang ditempuh terlalu jauh sehingga kamu mengestimasi waktu tempuh lebih lama ketimbang perjalanan ketika berangkat. Padahal waktu tempuh tersebut bisa jadi tidak sesuai estimasi sehingga dirasa lebih cepat dibandingkan perjalanan berangkat.
Terlebih ketika pulang, kamu merasa lebih santai dan tidak perlu memikirkan harus on time ketika sampai di rumah, sehingga kamu merasa rileks selama perjalanan. Sementara ketika berangkat, terlebih saat travelling, kamu mengalami banyak pengalaman dan kegiatan di perjalanan. Bahkan terkadang kamu harus berhenti sejenak untuk menentukan rute benar menuju destinasi. Hal tersebut yang membuat perjalanan berangkat dirasa lebih lama.
Nah Beauties, sudah tahu alasan mengapa perjalananmu ketika pulang travelling dirasa lebih cepat bukan? Semoga informasi tadi bermanfaat ya.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

