sign up SIGN UP

Profil Liz Truss, Perdana Menteri Inggris Baru yang Sudah Berkecimpung di Dunia Politik Sejak Muda

Retno Anggraini | Beautynesia
Kamis, 22 Sep 2022 17:00 WIB
Profil Liz Truss, Perdana Menteri Inggris Baru yang Sudah Berkecimpung di Dunia Politik Sejak Muda
Profil Liz Truss/Foto: Instagram.com/elizabeth.truss.mp

Beberapa hari sebelum Ratu Elizabeth II meninggal, mendiang Ratu telah melakukan pelantikan kepada Liz Truss sebagai Perdana Menteri Inggris yang baru. Liz Truss berhasil mengalahkan Rishi Sunak dengan total 81.326 suara. Rishi Sunak sendiri merupakan Menteri Keuangan atau Menteri Luar Negeri yang berasal dari India.

Sebelum menjabat menjadi perdana menteri, politisi Inggris ini menjabat sebagai Sekretaris Negara untuk urusan luar negeri, persemakmuran, dan pembangunan. Truss juga pernah menjadi anggota parlemen South West Norflok sejak 2010.

Selama masa jabatannya, Truss memprakarsai reformasi dalam berbagai kebijakan yang ada, seperti pengasuhan anak, pendidikan, dan ekonomi. Karier Liz Truss di bidang politik juga sempat mengalami jatuh bangun, lho! Berikut adalah profil dan perjalanan karier Liz Truss yang telah dilansir dari berbagai sumber.

Menyukai Politik Sejak Masih Muda

Profil Liz Truss
Masa muda Liz Truss/Foto: Instagram.com/elizabeth.truss.mp

Terlahir dengan nama Mary Elizabeth Truss, kedua orangtua Truss memiliki profesi hebat. Seperti yang telah dilansir dari Britannica, ayah Liz Truss merupakan profesor matematika murni di Universitas Leeds dan ibunya seorang perawat, guru, sekaligus aktivis Kampanye Perlucutan Senjata Nuklir.

Pada tahun 1993, Truss diterima sebagai mahasiswa di Merton College, Oxford, di mana dia belajar politik, filsafat, dan ekonomi. Semasa kuliah, Truss dikenal aktif terlibat dalam berbagai kampanye. Bahkan, dia menjabat sebagai Presiden Universitas Demokrat Liberal.

Pada usia 19 tahun, Truss berpidato di konferensi pers Demokrat Liberal 1994 di mana dia mendukung mosi yang menyerukan penghapusan monarki Inggris dengan mengatakan, "Kami tidak percaya orang dilahirkan untuk memerintah." Dia juga berkampanye untuk dekriminalisasi ganja. Saat lulus kuliah tahun 1996, Truss telah menjadi seorang konservatif setelah dengan antusias memeluk prinsip-prinsip liberalisme klasik.

Karier Profesional Liz Truss

Profil Liz Truss
Karier profesional Liz Truss/Foto: Instagram.com/elizabeth.truss.mp

Dilansir dari Jagran Josh, selain menjadi seorang demokrat liberal yang aktif, Truss juga bekerja untuk Shell sebagai Chartered Management Accountant dari tahun 1996 hingga 2000. Dia dipromosikan ke posisi Direktur Ekonomi oleh Cable & Wireless sebelum akhirnya mengundurkan diri.

Selama rentang itu, Truss kalah dalam dua pemilihan pertamanya. Truss pun bekerja sebagai Deputi Direktur REFORM pada Januari 2008. Di sini, dia berfokus pada penerapan standar akademik yang ketat di sekolah, mengelola kejahatan serius, dan kebutuhan untuk menghadapi penurunan daya saing Inggris. Di periode ini jugalah Truss ikut menulis The Value of Mathematics, Fit for Purpose, A New Level and Back To Black: Budget 2009 Paper & More.

Karier Politik

Profil Liz Truss
Karier politik Liz Truss/Foto: Instagram.com/elizabeth.truss.mp

Setelah menjabat sebagai anggota parlemen, Truss mendirikan Free Enterprise Group, kumpulan anggota parlemen Konservatif berorientasi pasar bebas yang menganjurkan pemotongan pajak serta deregulasi bisnis dan pekerjaan. Melansir BBC, visinya tentang pendekatan pasar bebas yang tak terkendali terhadap ekonomi Inggris. Truss juga pernah menjadi rektor perempuan pertama dan sekretaris kehakiman di bawah kepemimpinan Theresa May.

Bulan September 2012, Truss diangkat sebagai wakil menteri luar negeri untuk pengasuhan anak dan pendidikan. Di tahun 2014, Cameron mempromosikannya menjadi menteri luar negeri untuk urusan lingkungan, pangan, dan pedesaan.

Profil Liz Truss
Karier politik Liz Truss/Foto: Instagram.com/elizabeth.truss.mp

September 2021, Boris Johnson mengangkat Truss menjadi menteri luar negeri untuk urusan luar negeri, persemakmuran, dan pembangunan menggantikan Dominic Raab. Dengan demikian, Truss menjadi perempuan kedua yang pernah memegang jabatan itu. Sebagai menteri luar negeri, Truss berusaha untuk memperluas jangkauan global Inggris karena berusaha untuk menyusun kembali perannya dalam urusan dunia setelah kepergiannya dari UE.

Truss mengikuti pemilihan kepemimpinan Partai Konservatif untuk menggantikan Boris Johnson. Dia berjanji untuk memotong pajak setelah terpilih untuk membantu orang menangani biaya hidup. Dengan terpilihnya Liz Truss menjadi perdana menteri, ini membuat dirinya menjadi perdana menteri perempuan ketiga di Inggris setelah Margaret Thatcher dan Theresa May.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id