sign up SIGN UP

Review Film Korea, Decision To Leave Karya Park Chan-Wook, Best Director di Cannes Film Festival 2022

Tyas Arini | Beautynesia
Minggu, 24 Jul 2022 20:00 WIB
Review Film Korea, Decision To Leave Karya Park Chan-Wook, Best Director di Cannes Film Festival 2022
caption

Film Korea, Decision to Leave, karya Park Chan-wook sempat membuat media sosial heboh. Lantaran film ini masuk sebagai salah satu film yang berkompetisi untuk penghargaan Palme d'Or di Cannes Film Festival 2022. Di penghujung Cannes Film Festival tahun ini, Park Chan-wook meraih penghargaan Best Director. 

Film Decision to Leave juga digadang-gadang sebagai salah satu film yang masuk ke Best International Film Feature untuk ajang Oscar 2023. Penasaran review film terbaru Park Chan-wook ini? Simak di bawah ini!

Sinopsis Film Decision To Leave

Sinopsis Decision to Leave
Sinopsis Decision to Leave / foto: youtube.com

Hae-jun (Park Hae-il), seorang detektif berbakat, menyelidiki kematian misterius seorang pria di pegunungan. Dalam penyelidikannya, Hae-jun bertemu dengan istri korban, Seo-rae (Tang Wei). Anehnya istri korban tampak tidak terkejut dengan kematian suaminya dan terlihat dingin.

Sikapnya tersebut justru menarik Hae-jun untuk mengintainya tiap malam. Tanpa sadar, Hae-jun mulai merasa tertarik terhadap Seo-rae dan memudarkan batasan di antara mereka. 

Kisah Cinta Terlarang yang Tak Biasa 

Kisah Cinta Tak Biasa
Kisah Cinta Tak Biasa / foto: youtube.com

Sutradara Park Chan-wook dikenal kerap membuat beberapa film ber-genre thriller dan misteri, sebagai contoh film Oldboy (2003). Film terbarunya, Decision to Leave, juga memiliki genre thriller dan misteri. Namun, pusat cerita bukanlah di bagian pembunuhan dan menebak siapa dalang di baliknya. Pusat cerita berada pada hubungan antara kedua tokoh utama, Hae-jun dan Seo-rae. 

Hae-jun yang memiliki insomnia dan tinggal jauh dari istrinya yang cantik, mulai tertarik dengan istri korban yang 'dingin' dan terlihat acuh. Seo-rae sendiri pun memiliki ketertarikan yang sama terhadap detektif yang menurutnya baik dan displin. Ketika partner kerjanya, Soo-wan, memaparkan kecurigaan terhadap Seo-rae, Hae-jun terus-terusan membelanya dan membuktikan bahwa Seo-rae tidak bersalah. 

Selama proses kasus pembunuhan diselidiki, Hae-jun dan Seo-rae semakin dekat. Keduanya yang awalnya malu-malu, mulai terlibat di kehidupan satu sama lain. Tentunya kisah cinta terlarang mereka, tidak diketahui oleh siapapun. Karena siapa sangka detektif pembunuhan bisa jatuh cinta dengan istri korban?

Jika Beauties sering menonton film maupun drakor dengan tema perselingkuhan, pasti ide cerita ini terasa tidak asing. Tapi Park Chan-wook menyajikan sebuah kisah cinta romantis dengan bumbu thriller dan misteri di dalamnya. Bahwa hubungan Hae-jun dan Seo-rae dimulai dari pembunuhan misterius suami Seo-rae. 

Sepanjang film, penonton diajak 'masuk' ke dalam hubungan terlarang keduanya. Entah setuju atau tidak terhadap hubungan mereka, penonton diwajibkan untuk mengikuti arus percintaan mereka. Park Chan-wook juga tidak memberikan 'clue' bagaimana hubungan keduanya akan berakhir. Penonton diminta untuk menebak-nebak akhir kisah cinta Hae-jun dan Seo-rae.

Akting dan Body Gesture yang Bagus 

Akting dan Body Gesture yang Bagus
Akting dan Body Gesture yang Bagus / foto: youtube.com

Tang Wei sendiri bukanlah artis Korea, melainkan aktris China. Penampilan Tang Wei di film Decision to Leave patut diacungi jempol. Tang Wei sukses menampilkan tokoh istri korban yang aneh dan 'dingin'. Mungkin Tang Wei bukanlah artis paling cantik, namun aura kecantikan dan misteriusnya dapat memikat bagi yang menontonnya. Sama dengan Hae-jun, penonton dibawa hanyut oleh kecantikan dan sikap tarik ulur dari tokoh Seo-rae. 

Berbeda dengan film karya Park Chan-wook lainnya, seperti Oldboy (2003) dan The Handmaiden (2016), film Decision to Leave tidak menampilkan adegan sensual antar kedua tokoh. Bahkan sepanjang film, keduanya minim sekali bersentuhan. Namun, terlepas dari itu, penonton bisa merasakan cinta baik dari Hae-jun dan Seo-rae, yang ditampilkan melalui body gesture yang bagus dan ekspresi yang tepat. 

Sinematografi dengan Sentuhan Seni 

Sinematografi yang Bagus
Sinematografi yang Bagus / foto: youtube.com

Banyak yang berharap sinematografi film ini sama bagusnya dengan film The Handmaiden (2016). Sesungguhnya, penonton akan disuguhi sinematografi yang jauh lebih bagus dari film sebelumnya. Beberapa scene film ini mengambil latar gunung dan laut yang indah. Angle yang diambil pun beragam, ada yang diambil dari kejauhan, ada pula yang menampilkan detail seperti buih-buih di lautan. 

Pengambilan gambarnya pun cukup beragam. Ada beberapa wide shot untuk menampilkan pemandangan dan tempat kejadian perkara. Close-up shot juga digunakan untuk memperlihatkan ekspresi tokoh yang ada di film ini. Tak lupa, editing-nya bisa dibilang juara. Ada salah satu shot, di mana penonton diajak melihat kejadian dari mata mayatnya. 

Scene-scene yang ditampilkan oleh Park Chan-wook layaknya lukisan yang memiliki seni yang tinggi. Adapun tone film ini rata-rata menggunakan warna hijau dan biru, menggambarkan warna gunung dan lautan. Pada scene tertentu, tone film berubah menjadi abu-abu, memperlihatkan betapa misterius dan menegangkan scene tersebut. 

Park Chan-wook tidak selalu menempatkan kedua tokoh utama dalam satu frame yang sama. Penonton akan melihat Hae-jun dan Seo-rae dalam angle yang berbeda. Sebagai contoh, di ruang interogasi, penonton akan melihat Seo-rae dari layar rekaman, sedangkan Hae-jun terlihat dari sudut ruang tersebut. 

Dialognya yang Puitis 

Dialog yang Puitis
Dialog yang Puitis / foto: youtube.com

Selain Park Chan-wook, film ini juga ditulis oleh Jeong Seo-kyeong. Walaupun agak slow-burn, film ini menampilkan cerita yang cukup detail. Tidak hanya itu, dialog-dialog yang disampaikan dalam film Decision to Leave terkesan puitis, terutama dialog antara Hae-jun dengan Seo-rae. Bahkan beberapa frasa kata yang diulang terus menerus menjadi penentu akhir film Decision to Leave.

Nah, itu dia review film Decision to Leave yang meraih penghargaan Best Director di Cannes Film Festival 2022 untuk Park Chan-wook. Beauties sudah nonton belum? Kalau belum, yuk tonton di bioskop terdekat!

-----------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation! Caranya DAFTAR DI SINI! 

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id