sign up SIGN UP

Sedih Banget! Taliban Berkuasa, ARMY di Afghanistan Terpaksa Sembunyikan Foto dan Bakar Album BTS

Fina Prichilia | Beautynesia
Senin, 23 Aug 2021 13:45 WIB
Sedih Banget! Taliban Berkuasa, ARMY di Afghanistan Terpaksa Sembunyikan Foto dan Bakar Album BTS
caption
Jakarta -

Dengan berkuasanya kembali Taliban di Afghanistan, memang membuat ketakutan para penduduk tak terkecuali bagi para ARMY alias para penggemar BTS.

Dilansir dari Korea Boo, JTBC News melaporkan kisah para remaja perempuan di Afghanistan yang nama-namanya disembunyikan. Mereka diinterview terkait situasi di Kabul setelah Taliban berkuasa.

[GIVEAWAY ALERT] Ikutan Giveaway Beautynesia, Dapat Korean Album BTS! Mau?Ilustrasi Album BTS/ Foto: beautynesia

"Aku takut dan terkejut karena Taliban datang. Aku merasa ketakutan mendengar Taliban menculik beberapa anak perempuan. Setelah Taliban berkuasa, aku tinggal di rumah (tidak ke mana-mana)."

"Aku tak lagi bisa mendengarkan musik di jalan seperti sebelum Taliban mengambil alih. Saya hanya mendengar musik-musik aneh Taliban sepanjang hari."

"Situasi ini memaksa kamu untuk membakar atau menyembunyikan foto dan album BTS." kata seorang pelajar berusia 18 tahun.

Taliban Melarang Adanya Musik Mainstream

Warga terus memadati Bandara Kabul, Afghanistan. Mereka berniat meninggalkan negaranya.Warga terus memadati Bandara Kabul, Afghanistan. Mereka berniat meninggalkan negaranya./ Foto: AP Photo

Perlu diketahui, pada waktu sebelumnya yakni pada tahun 1990-an saat Taliban berkuasa, Taliban tidak mengizinkan masyarakat untuk bermain musik, bahkan sekadar mendengarkan musik mainstream, Beauties.

Kala itu, tak heran Afghanistan jadi begitu sunyi. Ya, ini karena Taliban diketahui mengharamkan musik juga beberapa program TV. Pasalnya bila ada yang ketahuan memainkan maupun mendengarkan musik, akan dikenai hukuman.

Seperti dilansir dari ABC News, Taliban kala itu memberlakukan berbagai hukum Islam esktrem bagi para warganya. Dan tak heran kini jadi memberikan ketakutan tersendiri, sebab khawatir aturan ekstrem tersebut akan kembali eksis. 

Para gadis ini berharap agar dunia dapat melakukan lebih dari sekadar mengawasi situasi yang saat ini sedang berlangsung di Afghanistan.

"Semua orang melihat kita mati. Saya berharap komunitas internasional tidak akan meninggalkan Afghanistan sendirian dalam hal ini," katanya.


Our Sister Site

mommyasia.id