STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

Sering Terjadi di Fase Quarter Life Crisis, Ini 6 Tanda Kamu Sedang Alami Krisis Identitas

Sherley Gucci Permata Sari | Beautynesia
Kamis, 26 Jan 2023 07:30 WIB
Sering Terjadi di Fase Quarter Life Crisis, Ini 6 Tanda Kamu Sedang Alami Krisis Identitas
Tanda-tanda Krisis Identitas/Foto: Freepik.com/cookie_studio

Menginjak usia 20 tahun, banyak orang akan mengalami berbagai fase krisis yang dikenal sebagai quarter life crisis. Pada fase ini juga seseorang akan mengalami pertikaian dengan dirinya sendiri yang memunculkan berbagai gejolak emosi secara signifikan. Ditambah lagi rasa tidak percaya diri hingga membandingkan diri dengan kehidupan orang lain juga menyebabkan kondisi ini semakin rumit. 

Salah satu hal yang banyak dialami pada fase seperempat abad tersebut, kamu akan mengalami yang namanya krisis identitas. Melansir dari Mind Body Green, menurut seorang Psikolog Perkembangan, Erik Erikson, kondisi ini merupakan hal yang dialami oleh setiap orang dalam tahap pertumbuhan untuk perkembangan kepribadian dalam kehidupan. Aki Rosenberg, seorang terapis juga menyebutkan bahwa krisis identitas bukanlah sebuah diagnosis kesehatan mental atau kondisi medis. Oleh karena itu, kondisi ini merupakan hal yang normal terjadi.

Namun, krisis identitas dapat membuat kamu terus merasa ragu dengan jati dirimu sendiri dan tujuan hidup yang ingin dicapai. Belum lagi banyaknya tekanan dan tuntutan hidup dari keluarga atau lingkungan sekitar juga dapat membuatmu semakin merasa tak berdaya. Lantas, apa saja tanda-tanda kamu mengalami krisis identitas? Berikut 6 tanda-tanda krisis identitas yang bisa kamu kenali yang dilansir dari Mind Body Green. Yuk, simak!

Terus Mencari Jati Diri

Krisis identitas diri menyebabkan seseorang terus mencari jati diri
Ilustrasi/Foto: Pexels.com/yan-krukau

Hal pertama yang akan sering kamu rasakan adalah kamu terus menerus bertanya pada dirimu sendiri tentang jati diri. Kondisi ini sebetulnya dapat dimanfaatkan sebagai momen introspeksi yang berguna untuk kamu dalam mengembangkan diri dari hal-hal yang sudah kamu lewati.

Namun, sering kali saat tidak dapat mengendalikan diri dan terjebak dalam putaran pertanyaan yang sama dan dan berujung pada stres, dapat membuat kamu semakin tidak bergairah untuk melakukan rencana, nih, Beauties. Saat mengalami krisis identitas, orang-orang sering kali terjebak dalam pertanyaan-pertanyaan mengganggu pikiran, seperti:

"Siapa aku sebenarnya? "

"Apakah yang aku lakukan dan sudah aku lakukan adalah hal yang penting?"

"Apakah nilai diriku sejalan dengan hal yang sedang aku kerjakan saat ini?"

"Apa tujuan hidup yang sebenarnya yang ingin aku kejar?"

Tubuh Memberi Sinyal Sakit

Tubuh memberikan sinyal sakit
Ilustrasi/Foto: Pexels.com/andrea-piacquadio

Krisis identitas juga dapat menyebabkan kamu mengalami penurunan kondisi kesehatan. Hal ini bisa diketahui saat tubuh memberi sinyal sakit atau firasat yang bisa kamu rasakan. Sebab tubuh dapat merasakan ada sesuatu yang tidak beres tentang lingkungan sekitar.

Menurut terapis berlisensi, Steph Tuazon, saat kita merasakan rasa tidak aman, tubuh akan membantu memberi petunjuk seperti merasa lelah, kurang termotivasi, hingga mudah tersinggung di tempat-tempat yang biasanya kita merasa diakui. Oleh karena itu, saat tubuh sudah memberi sinyal sakit atau rasa tidak nyaman, maka kamu harus bisa lebih peka dan memperhatikan dirimu sendiri, baik fisik maupun mental.

Merasa Tidak Sesuai Ekspektasi

Merasa Tidak Sesuai Ekspetasi
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/Jcomp

Setiap manusia tentu punya impian, harapan, dan cita-cita. Bahkan hal tersebut bisa saja terus dibawa dari impian masa kecil yang kita miliki yang begitu menggebu-gebu. Apalagi saat awal tahun baru, sering kali kita membuat berbagai resolusi sebagai peta hidup yang ingin dicapai selama satu tahun ke depan.

Namun, kenyataannya, tak selamanya apa yang direncanakan sesuai dengan ekspektasi. Sehingga tak dapat dielakkan kamu kerap merasa sedih hingga stres akibat tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan membuat kamu melakukan sesuatu secara asal-asalan. Hal ini pun juga dinilai sebagai tanda-tanda kamu mengalami krisis identitas.

Seorang terapis, Aki Rosenberg, membagikan pengalaman kliennya yang sering muncul dalam terapi mengatakan hal-hal seperti "hidup saya tampak hebat di atas kertas" dan "tidak ada yang salah". Bersamaan dengan itu mereka juga merasa sangat tidak puas atau tidak bahagia.

Kondisi tersebut membuat mereka terjebak dengan perasaan seperti "apa yang salah dengan saya?" atau "saya hanya perlu berhenti mengeluh". Menurutnya, pernyataan yang dipasangkan dengan penilaian dapat menjadi indikasi bahwa kamu berada dalam krisis identitas.

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE