sign up SIGN UP

Sibuk Menilai Orang Lain Toksik, Tapi Bagaimana dengan Diri Sendiri? Cek Cirinya di Sini!

Fina Prichilia | Rabu, 06 Oct 2021 22:30 WIB
Sibuk Menilai Orang Lain Toksik, Tapi Bagaimana dengan Diri Sendiri? Cek Cirinya di Sini!
caption
Jakarta -

Tampaknya kita sudah sibuk menilai orang lain yang tergolong toksik atau bukan, baik itu di tempat kerja maupun lingkungan pertemanan. Tapi pernah kamu berpikir 'mungkinkah saya seorang yang toksik' buat orang lain?

Seperti yang kita tahu, orang yang toksik itu seringnya membuat tidak nyaman orang lain. Nah, bagaimana kita tahu kalau jangan-jangan kita adalah salah satunya, cek ciri-cirinya seperti yang dirangkum dari laman Psychology Today berikut, yuk!

Klaim Betapa Kamu adalah Orang yang Baik

Tanggapi dengan murah hati, hindari langsung bersikap sombong.Sering bicarakan diri sendiri kalau kamu orang yang baik?/ Foto: Freepik.com

Kalau kamu memang adalah orang yang baik, maka tunjukkanlah lewat aksi, dibanding kata-kata, Beauties. Rupanya terus mengatakan ke orang lain kalau kamu adalah orang yang baik dianggap nggak perlu.

Begitu juga dengan kualitas kamu yang baik lainnya, seperti kamu adalah orang yang cerdas, dermawan, suka menolong, dan sebagainya. Biarkan orang lain menyadari sendiri lewat tingkah lakumu.

Nah, kalau kamu masih suka melakukan itu, coba tanyakan deh ke diri kamu kenapa suka melakukan itu.

Bersikeras kalau Orang Lain Berhutang Kepercayaan padamu

"Kamu nggak percaya sama aku?" Pernah kamu mengatakan ini, Beauties? Rupanya ini jadi red flag, lho. Begini, kalau kamu sudah mendapatkan kepercayaan orang lain, itu bagus, tapi tanpa kamu minta.

Bila kamu belum mendapatkannya, mungkin memang kamu belum pantas untuk itu. Hal yang sama tentang respek, loyalitas dan kesetiakawanan. 

Kalau kamu terang-terangan meminta hal tersebut, maka dianggap nggak akan efektif dibanding menunjukkan loyalitas kamu dulu kenapa kamu perlu dipertimbangkan untuk layak mendapat kepercayaan.

Ilustrasi memahami diri sendiriIlustrasi memahami diri sendiri. / Foto: pexels.com

Menganggap Orang Lain Berprilaku Buruk, Diri Sendiri Paling Benar

Pernah nggak sih secara nggak sadar maupun sadar, kamu suka bilang gini ke orang yang lebih muda, "Zaman aku dulu ya,.... masih enakan juga zaman kamu, deh."

Beauties, selain bikin kamu tampak tua setelah mengatakan pernyataan itu, tapi juga bikin kamu terlihat menyebalkan, lho! Sama sekali nggak bikin kelihatan kamu jadi bijak!

Lagi pula nggak nyaman lho dibanding-bandingkan seperti itu. Beda zaman, beda pula juga kan tantangannya.

Kalau Mereka Tidak Setuju Pendapatmu berarti Closed-Minded!

Berhentilah berasumsi bahwa mereka yang tak setuju dengan pendapatmu, maka mereka tak bisa memahami kamu, maupun menilai mereka tergolong orang yang berpikiran tertutup (closed minded), maupun lagi melawan kamu.

Padahal, tidak selalu begitu ya, Beauties. Adalah wajar kalau kita dengan orang lain kerap tidak sependapat. Kalau mereka tidak sependapat denganmu, bukan berarti mereka sepenuhnya salah dan kamu sepenuhnya benar.

Nah dari beberapa ciri di atas, adakah yang suka kamu lakukan? Cobalah untuk memperbaikinya agar orang lain tidak menganggapmu sebagai orang yang toksik ya!

--------------------

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!


Our Sister Site

mommyasia.id