Situs Penjual Konten Pelecehan Seksual Anak Naik Dua Kali Lipat di 2025

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 28 Apr 2026 07:00 WIB
Situs Ini Kerap Disamarkan Sebagai Platform Legal
Ilustrasi/Foto: Ilustrasi dari LLLLixi

Jumlah situs yang menjual konten pelecehan seksual anak dilaporkan mengalami kenaikan pada 2025. Para ahli mengatakan bahwa geng kriminal meraup "keuntungan besar" dari eksploitasi seksual secara daring tersebut.

Dilansir dari The Guardian, Internet Watch Foundation (IWF) mengungkapkan ada sebanyak 15.031 situs yang menjual konten pelecehan seksual anak yang ditemukan pada 2025. Terjadi peningkatan sebesar 114 persen dibandingkan 2024, dengan jumlah situs yang ditemukan sebanyak 7.028.

Menurut seorang analis yang mengejarkan laporan tersebut, konten tersebut tersebar di semua platform media sosial dan sangat mudah ditemukan.

"Saya dapat menemukan konten pelecehan seksual anak, kategori terburuk, konten kategori A, yaitu penetrasi anak-anak semuda bayi di platform media sosial mana pun hanya dengan satu kata kunci pencarian dan dua klik," kata analis tersebut yang tidak ingin disebutkan namanya, dikutip dari The Guardian.

"Saya pikir publik memiliki persepsi bahwa materi semacam ini tersembunyi di sudut-sudut gelap dan kotor internet, tetapi sebenarnya tidak, itu ada di depan mata," tambahnya.

Situs Ini Kerap Disamarkan Sebagai Platform Legal

Ilustrasi korban

Ilustrasi/Foto: Ilustrasi dari LLLLixi

Laporan dari IWF tersebut juga menyoroti bahwa jumlah situs yang menjual konten pelecehan seksual anak di mana para penggunanya membayar langsung untuk mengakses konten telah mengalami kenaikan pula. Angka tersebut meningkat dari 2 persen pada 2024 menjadi 5 persen pada 2025.

Biaya untuk mengakses konten tersebut beragam, mulai dari 12 dolar (sekitar Rp206 ribu) hingga 120 dolar (sekitar Rp2 juta) untuk konten yang paling ekstrem.

Dari situs-situs komersial tersebut, 16 persen disamarkan sehingga konten ilegal dapat diakses melalui jalur yang tampak seperti konten legal ketika dimuat langsung ke browser. Metode pembayaran yang paling umum adalah mata uang kripto, sementara layanan transfer uang dan pembayaran kartu juga digunakan.

Analis mengatakan bahwa uang yang dihasilkan dari konten ilegal beroperasi seperti "skema piramida" melalui tautan afiliasi.

“Saluran video tersebut untung karena lalu lintas yang masuk. Dan kemudian orang yang memposting video tersebut akan untung melalui semua klik dan iklan melalui skema afiliasi,” ungkapnya.

Jumlah laporan dari anak di bawah usia 18 tahun yang menjadi korbaan pemerasan sesual juga meningkat sebesar 127 persen pada 2025 dibandingkan dengan 2024. Korban akan diancam oleh pelaku dengan narasi bahwa foto mereka akan disebarkan kecuali mereka memenuhi keinginan pelaku.

Menurut data yang dikumpulkan dari layanan bantuan Report Remove, layanan rahasia gratis yang dijalankan oleh IWF dan NSPCC, anak-anak berusia tujuh tahun pun telah melaporkan bahwa diri mereka telah menjadi korban pemerasan seksual.

"Meningkatnya jumlah situs pelecehan seksual anak komersial yang diungkap oleh Internet Watch Foundation menunjukkan masalah serius, dengan geng kriminal jahat yang mengambil keuntungan dari penderitaan anak-anak," ungkap Chris Sherwood, CEO NSPCC.

“Kita tahu bahwa korban muda eksploitasi seksual sering kali dibiarkan tanpa perlindungan dan dapat menghadapi trauma ulang karena mengetahui gambar mereka terus beredar secara online. Bentuk pelecehan ini membutuhkan tindakan segera,” tambahnya.

Lebih lanjut, kepala eksekutif IWF, Kerry Smith, menegaskan bahwa saat ini dunia membutuhkan langkah-langkah wajib pada layanan keuangan untuk secara proaktif mendeteksi, menghapus, dan melaporkan tautan pembayaran digital untuk penjualan gambar dan video pelecehan seksual anak.

“Kita juga perlu melihat perusahaan yang menggunakan enkripsi ujung-ke-ujung pada layanan mereka mengadopsi alat keamanan yang telah teruji dan terpercaya yang dapat mencegah penjahat menggunakan platform ini sebagai tempat aman untuk mendistribusikan materi pelecehan seksual anak,” kata Smith.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.