sign up SIGN UP

Spanyol Akan Jadi Negara Eropa Pertama yang Berlakukan Cuti Haid, Bagaimana di Indonesia?

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 13 May 2022 14:00 WIB
Spanyol Akan Jadi Negara Eropa Pertama yang Berlakukan Cuti Haid, Bagaimana di Indonesia?
caption
Jakarta -

Spanyol dikabarkan akan menjadi negara Eropa pertama yang memberlakukan cuti haid bagi perempuan yang menderita nyeri haid atau menstruasi saat bekerja. Pekerja perempuan akan mendapatkan jatah cuti haid selama tiga hari per bulan. Rencananya, pemerintah Spanyol akan menyetujui Undang-Undang ini minggu depan, seperti dikutip dari Daily Mail.

Menurut Euro News, mengutip dari surat kabar El Pais, 'cuti yang diawasi secara medis' ini bahkan dapat diperpanjang hingga lima hari untuk perempuan yang mengalami haid dan menderita kram parah, mual, pusing, dan muntah.

Menurut Spanish Gynecology and Obstetrics Society, sekitar sepertiga perempuan yang mengalami menstruasi menderita sakit parah yang dikenal sebagai dismenore. Gejalanya meliputi sakit perut akut, diare, sakit kepala, dan demam.

MensIlustrasi kram perut karena menstruasi/Foto: Freepik.com

"Penting untuk memperjelas apa itu haid yang menyakitkan, kita tidak berbicara tentang sedikit ketidaknyamanan, tetapi tentang gejala serius seperti diare, sakit kepala parah, demam," ungkap Ángela Rodríguez, Sekretaris Negara untuk Kesetaraan dan Anti Kekerasan Gender, dikutip dari Euro News.

Tidak hanya cuti haid, rencananya sekolah juga akan diminta untuk menyediakan pembalut untuk pelajar perempuan yang membutuhkannya. Selain itu, kebijakan tersebut juga termasuk memberikan cuti kepada perempuan yang melakukan aborsi.

"Hak yang terkait dengan kesehatan menstruasi tidak pernah dibahas dan datanya mengerikan," kata Rodríguez kepada El Periodico, dilansir dari Daily Mail.

Pembalut banyak digunakan ketika haidIlustrasi pembalut/Foto: Pexels/Sora Shimazaki

"Satu dari empat perempuan tidak dapat memilih produk kebersihan kewanitaan yang ingin dia beli karena alasan keuangan. Itulah sebabnya kami mengusulkan agar mereka dapat dibagikan secara gratis di pusat-pusat pendidikan dan sosial," tambahnya. 

Rencananya, PPN yang dibebankan di pembalut dan tampon akan dihapus dari harga jualnya di supermarket. Selain itu, produk menstruasi juga akan diberikan secara gratis kepada perempuan dalam keadaan sosial yang terpinggirkan.

Stigmatisasi Perempuan

Perubahan hormon saat menstruasi menyebabkan perut menjadi kembung.Ilustrasi menstruasi/Foto: Freepik

Meskipun disambut antuasias, di sisi lain kebijakan ini juga menyebabkan beberapa kontroversi di Spanyol. Dilansir dari Euro News, pemerintah koalisi sayap kiri dilaporkan terbagi menjadi beberapa pihak. Ada yang sangat mendukung, namun ada pula yang menyuarakan keprihatinan soal cuti haid yang bisa menjadi bumerang bagi perempuan itu sendiri. Kebijakan ini dinilai dapat membuat rekruiter enggan memperkerjakan perempuan.

Cristina Antoñanzas, wakil sekretaris UGT, sebuah serikat pekerja terkemuka Spanyol, bahkan memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat "menstigmatisasi perempuan".

"Kami percaya bahwa masalah ini kompleks dan tidak ditangani secara memadai," katanya, menyerukan "perempuan untuk dianggap sebagai pekerja dengan hak yang sama dengan pria".

Hak Cuti Haid di Indonesia

Di seluruh dunia, cuti menstruasi saat ini hanya ditawarkan di sejumlah kecil negara termasuk Jepang, Taiwan, Indonesia, Korea Selatan dan Zambia. Yup, tahukah kamu pekerja perempuan di Indonesia memiliki cuti haid, Beauties?

Pekerja perempuan dapat mengambil cuti haid pada hari pertama dan kedua haid. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 pasal 81 ayat 1 tentang Ketenagakerjaan.

Di 2020 lalu, Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law) sempat menuai polemik karena dituding menghilangkan hak cuti haid dan hamil. Pemerintah pun sudah membantah hal tersebut, dilansir dari detikFinance.

do's and don't saat sedang haid/foto: freepik.comIlustrasi menstruasi/Foto: Freepik/ Foto: detik

Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Di dalamnya memuat hak cuti haid dan hamil.

Kategori pekerja yang tetap berhak menerima upah meskipun tidak melakukan pekerjaannya karena berhalangan dijelaskan pada ayat 3, meliputi:
a. Pekerja/buruh sakit sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan;
b. Pekerja/buruh perempuan yang sakit pada hari pertama dan kedua masa haidnya sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan; atau
c. Pekerja/buruh tidak masuk bekerja karena:
1. menikah;
2. menikahkan anaknya;
3. mengkhitankan anaknya;
4. membaptiskan anaknya;
5. istri melahirkan atau keguguran kandungan;
6. suami, istri, orang tua, mertua, anak, dan/ atau menantu meninggal dunia; atau
7. anggota keluarga selain sebagaimana dimaksud pada angka 6 yang tinggal dalam 1 rumah meninggal dunia.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id