Stuck di Job Hugging? Ini 5 Tips Bertahan Sehat di Lingkungan Kerja yang Toksik

Aqida Widya Kusmutiarani | Beautynesia
Jumat, 17 Apr 2026 15:30 WIB
Fokus ke Hal yang Bisa Kamu Kontrol
Fokus saja ke tugas kamu, bangun ketahanan diri, dan cari hubungan yang sehat/Foto: pexels.com/Diva Plavalaguna

Kadang kita sadar kalau hati sudah nggak di kantor lagi, tapi badan masih tetap datang setiap hari seperti biasa. Alasannya sederhana, yaitu karena stabilitas, rasa aman, dan ketakutan menghadapi ketidakpastian di luar sana.

Inilah yang dikenal sebagai job hugging, kondisi ketika seseorang memilih bertahan di pekerjaan meskipun sudah nggak lagi merasa bahagia, berkembang, atau termotivasi. Fenomena ini cukup banyak dialami Gen Z dan Milenial yang di satu sisi ingin tumbuh dan merasa dihargai, tapi di sisi lain harus berhadapan dengan tekanan ekonomi dan pasar kerja yang serba tidak pasti. 

Masalahnya, bertahan terlalu lama di situasi seperti ini, terutama jika lingkungan kerja sudah mulai terasa toksik bisa perlahan menguras energi, menurunkan motivasi, dan berdampak pada kesehatan mental. Namun, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk tetap bertahan dengan lebih sehat di lingkungan kerja yang toksik. Apa saja itu? Check this out!

Kenali Tanda-tanda Lingkungan Kerja Toksik

Kenali tanda lingkungan toksik
Lingkungan toksik/Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio

Toxic workplace bisa muncul dari berbagai hal yang sering kali nggak langsung kelihatan di awal, tapi pelan-pelan terasa dalam keseharian kerja.

Beberapa penyebab yang umum antara lain pemimpin yang nggak bisa dipercaya, lingkungan yang nggak inklusif, adanya grade-ism, favoritisme, kepemimpinan yang buruk, serta kurangnya empati dan rasa hormat antar rekan kerja.

Di sisi lain, karyawan yang bekerja di lingkungan seperti ini biasanya mengalami hal-hal seperti minimnya kolaborasi, memilih untuk main aman dan nggak menonjol, perilaku buruk yang dianggap normal, perasaan sering di-bully atau di-harass, hingga suasana kerja yang dipenuhi rasa takut.

Mulai Ambil Kendali Lagi

Cari orang yang kamu percaya, seperti teman, mentor, atau coach buat diajak ngobrol/Foto: pexels.com/Yan Krukau

Langkah pertama, akui dulu kalau memang ada masalah, nggak perlu dipendam atau diabaikan. Dengan begitu, kamu bisa mulai lihat situasinya dengan lebih jernih.

Coba juga catat apa yang terjadi tiap hari dan gimana perasaan kamu saat itu. Kedengarannya simpel, tapi ini membantu banget untuk mengerti pola yang sebenarnya lagi kamu hadapi.

Jangan jalan sendirian. Cari orang yang kamu percaya, seperti teman, mentor, atau coach buat diajak ngobrol. Kadang kita butuh sudut pandang lain biar nggak kejebak asumsi sendiri, sekaligus dapat validasi kalau yang kamu rasakan itu valid.

Terakhir, bikin rencana kecil aja dulu. Tanya ke diri sendiri langkah apa yang bisa diambil sekarang dan apa yang mungkin bikin kamu ragu atau tertahan. Dari situ, kamu bisa pelan-pelan mulai ambil kembali kontrol atas situasinya.

Catat Semua yang Terjadi

Simpan catatan pribadi tentang setiap kejadian yang kamu alami/Foto: pexels.com/Edward Jenner

Simpan catatan pribadi tentang setiap kejadian yang kamu alami, termasuk tanggal, waktu, serta apa yang dikatakan atau dilakukan. Ini penting banget terutama kalau kamu mulai melihat tanda-tanda rekan kerja yang toxic atau perilaku negatif yang berulang.

Dokumentasi ini juga bisa jadi pegangan kalau suatu saat kamu memutuskan untuk menyampaikan masalah tersebut ke HR atau pihak terkait.

Fokus ke Hal yang Bisa Kamu Kontrol

Fokus saja ke tugas kamu, bangun ketahanan diri, dan cari hubungan yang sehat/Foto: pexels.com/Diva Plavalaguna

Kamu memang nggak bisa mengubah cara kerja atau sikap orang lain, tapi kamu bisa mengontrol respons kamu sendiri. Fokus saja ke tugas kamu, bangun ketahanan diri, dan cari hubungan yang sehat dengan rekan kerja yang suportif.

Asah Soft Skill Kamu

Coba tingkatkan kemampuan komunikasi dan cara kamu menyelesaikan konflik/Foto: pexels.com/www.kaboompics.com

Coba tingkatkan kemampuan komunikasi dan cara kamu menyelesaikan konflik. Ini bakal bantu banget saat harus menghadapi situasi atau percakapan yang sulit dengan rekan kerja yang toxic. Belajar tetap tenang dan profesional di bawah tekanan juga jadi skill penting yang berguna di mana pun kamu kerja.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE