Tesla, sebuah merk mobil listrik yang dicetuskan oleh Elon Musk menyatakan bahwa China merupakan pasar terbesar yang diincarnya setelah Amerika Serikat. Pasar AS dan China sendiri diketahui menyumbang 70% dari pendapatan Tesla secara keseluruhan. Namun, produsen mobil listrik tersebut akhir-akhir ini terpaksa menarik balik sejumlah 280 ribu unit mobilnya dari China, dan berita ini pun tak kalah ramai diperbincangkan di media.
Tesla/ Foto: Pexels/Jae Park |
Alasan ditariknya sejumlah mobil tersebut adalah karena Tesla hendak meningkatkan keamanan fitur Autopilotnya, yang dikenal sebagai fitur andalan mobil listrik tersebut. Aksi pengembalian mobil ini dilakukan ketika pihak yang berwenang menyebutkan bahwa mobil listriknya secara nggak sengaja beralih ke mode Autopilot ketika dikemudikan.
Dampak Autopilot
Tesla Autopilot/ Foto: Pexels/Roberto Nickson |
Autopilot yang secara tiba-tiba dinyalakan akan berdampak buruk bagi pengemudi dan penumpang. Karena tidak dapat dikendalikan, jadi kita sebagai pengemudi tidak bisa memahami jika mobil tersebut akan menabrak sesuatu atau nggak. Selain itu, masalah lainnya adalah kendaraan dapat berakselerasi sangat cepat atau melambat secara tiba-tiba ketika fitur autopilot ini tidak dimodifikasi ulang sehingga dapat menyebabkan kecelakaan fatal.
Kendaraan yang mengalami kendala Autopilot merupakan Tesla X, Model S dan Model Y yang diimpor ke China, selain itu ada juga sekitar 30,000 unit keatas dari Model 3 yang akan diperbarui fiturnya. Beberapa tabrakan yang cukup parah pun terjadi antara model tersebut, baik di AS maupun China. Karena model-model tersebut yang termasuk laris, Tesla pun harus mengambil inisiatif untuk mengembangkan performa fitur autopilotnya!
Regulator dari China pun memerintahkan Tesla untuk menggantikan sambungan belakang suspense kanan dan kiri depan, serta sambungan atas dari suspense belakang kiri dan kanan untuk sekumpulan mobil listriknya yang bermasalah. Pergantian spare parts ini tidak dikenakaan biaya bagi pemilik mobil yang bersangkutan.
Kemajuan Tesla
Contoh mobil/ Foto: Pexels/Ricardo Esquivel |
Secara keseluruhan, memang pencapaian Tesla sangatlah luar biasa ketika memasuki pasar China. Bisa dibilang China merupakan pasar electric vehicle terbesar dan Tesla pun mampu menangkap peluang ini dengan membangun pabrik di China untuk memastikan bahwa mobil listriknya tetap kompetitif di pasar.
Di Indonesia sendiri, sudah terdengar rumor bahwa Grab akan menjadi pencetus pertama electric vehicle yang dapat dinikmati oleh masyarakat tanah air, tapi masih belum diketahui secara pasti kapan. Uda nggak sabar ya pingin cobain naik mobil listrik, Beauties!