Taliban Larang Perempuan di Afghanistan Bekerja untuk PBB: Krisis Kemanusiaan Berisiko Meningkat
Taliban telah mengeluarkan perintah untuk melarang staf perempuan Afghanistan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bekerja di seluruh negeri. Hal ini membuat jutaan rumah tangga yang bergantung pada operasi kemanusiaan badan global tersebut semakin rentan pada risiko tambahan saat Taliban terus menghapuskan hak-hak perempuan secara sistematis.
"Rekan-rekan kami di lapangan di misi PBB di Afghanistan, The United Nations Mission to Afghanistan (UNAMA), menerima perintah dari otoritas de facto yang melarang anggota staf nasional perempuan PBB untuk bekerja," ungkap Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, dikutip dari CBS News.
"Kami masih melihat bagaimana perkembangan ini akan mempengaruhi operasi kami di negara ini dan kami mengharapkan lebih banyak pertemuan dengan otoritas de facto besok di Kabul di mana kami mencoba mencari kejelasan," lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melihat larangan perempuan Afghanistan yang bekerja untuk PBB di negara mereka sebagai "tidak dapat diterima dan sejujurnya, tidak dapat dibayangkan", katanya.
Ilustrasi/ Foto: Getty Images/Getty Images |
Staf perempuan PBB di provisi timur Nangarhar dilaporkan telah dilarang bekerja.Â
"Staf nasional PBB [pria dan perempuan] tidak akan datang ke kantor PBB selama 48 jam karena ancaman penegakan larangan staf nasional perempuan sehubungan dengan penegakan mulai hari ini di Jalalabad," kata seorang pejabat senior PBB kepada Reuters, mengacu pada ibu kota Nangarhar.
Keadaan di Afghanistan disebut sebagai krisis kemanusiaan paling parah di dunia, dengan 28,3 juta orang membutuhkan bantuan untuk bertahan hidup. Dari 28,3 juta orang yang membutuhkan, 23 persen adalah perempuan dan 54 persen adalah anak-anak. Mengingat aturan ketat di bawah Taliban tentang pemisahan gender, staff perempuan PBB telah memainkan peran penting dalam menjangkau rumah tangga yang dikepalai oleh perempuan.
Taliban Juga Sempat Larang Perempuan Afghanistan Kerja di LSM
Taliban Larang Perempuan di Afghanistan Bekerja untuk PBB: Krisis Kemanusiaan Berisiko Meningkat/Foto: AFP via Getty Images/WAKIL KOHSAR
Melarang perempuan bekerja untuk PBB menjadi langkah terbaru Taliban dalam menekan hak-hak perempuan di negara tersebut. Sebelumnya pada akhir tahun 2022, Taliban meningkatkan pembatasan mereka terhadap hak-hak perempuan di Afganistan dengan melarang staf perempuan bekerja di lembaga bantuan asing dan LSM.
Beberapa organisasi termasuk CARE dan Save the Children yang keduanya secara aktif memberikan bantuan kemanusiaan kepada 29 juta orang dari perkiraan 36 juta warga negara yang membutuhkannya, sempat menghentikan sementara operasi mereka sebagai tanggapan atas larangan tersebut dengan mengatakan bahwa pekerja perempuan sangat penting untuk operasi di lapangan, terutama dalam hal mengidentifikasi kebutuhan khusus perempuan.
Di bawah rezim Taliban, pria tidak diperbolehkan memberikan bantuan kepada perempuan. Beberapa waktu lalu, para pekerja perempuan di berbagai organisasi bantuan telah kembali bekerja setelah Taliban mengeluarkan jaminan bahwa mereka boleh bekerja di bidang-bidang seperti kesehatan. Seorang juru bicara Kementerian Ekonomi mengatakan kepada berita AFP bahwa staf perempuan diizinkan bekerja di sektor kesehatan.
Tak hanya itu, larangan Taliban lainnya yang juga sempat menyita perhatian dunia adalah perempuan di Afghanistan dilarang kuliah.Â
Ilustrasi pelajar di Afghanistan/ Foto: AFP via Getty Images/WAKIL KOHSAR |
Penguasa Taliban Afghanistan telah memerintahkan larangan tanpa batas waktu bagi perempuan untuk berkuliah di universitas. Hal tersebut disampaikan kementerian pendidikan tinggi dalam surat yang dikeluarkan untuk semua universitas negeri dan swasta pada akhir 2022.
"Anda semua diberitahu untuk melaksanakan perintah penangguhan pendidikan perempuan tersebut sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata surat yang ditandatangani oleh menteri pendidikan tinggi, Neda Mohammad Nadeem, dilansir dari The Guardian.
Selain itu, sebelumnya mahasiswa perempuan hanya diperbolehkan mempelajari mata pelajaran tertentu. Beberapa mata pelajaran yang dilarang sama sekali meliputi ilmu kedokteran hewan, teknik, ekonomi, dan pertanian. Sementara jurnalisme sangat dibatasi.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
Ilustrasi/ Foto: Getty Images/Getty Images
Ilustrasi pelajar di Afghanistan/ Foto: AFP via Getty Images/WAKIL KOHSAR