Tanaman Terkena Abu Vulkanik? Begini Cara Membersihkan dan Merawatnya

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Rabu, 09 Sep 2026 19:30 WIB
Tanaman Terkena Abu Vulkanik? Begini Cara Membersihkan dan Merawatnya
Ilustrasi tanaman yang daunnya tertutup abu vulkanik/Foto: Unsplash/Jimi A

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk permukiman warga. Abu yang terbawa angin tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga bisa menempel pada tanaman di halaman atau sekitar rumah.

Sekilas, tanaman yang tertutup abu mungkin hanya terlihat kotor dan kusam. Padahal, endapan abu pada daun bisa menghambat fotosintesis dan proses alami lainnya pada tanaman.

Kalau tanaman kesayanganmu ikut terdampak, jangan buru-buru panik, Beauties. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membersihkan abu sekaligus merawat tanaman agar kondisinya tidak semakin buruk. Yuk, simak langkah-langkah berikut ini!

1. Bersihkan Abu yang Menempel pada Daun dengan Air

Ilustrasi tanaman hias sedang dibersihkan menggunakan air bersih/Foto: Magnific/magnific

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan abu yang menempel pada tanaman. Melansir laman University of Hawaiʻi College of Tropical Agriculture and Human Resilience, daun dan bunga yang terkena abu vulkanik disarankan untuk dibilas dengan air bersih.

Jangan biarkan abu menumpuk terlalu lama di permukaan daun karena bisa mengganggu proses alami tanaman. Namun, hindari juga menggosok daun terlalu keras agar tidak semakin rusak.

Bilas tanaman perlahan sampai sebagian besar abu terangkat. Jika abu cukup tebal, bersihkan secara bertahap.

2. Perhatikan Kondisi Daun Setelah Dibersihkan

Ilustrasi perempuan sedang memperhatikan kondisi permukaan daun/Foto: Pexels/ROCKETMANN TEAM

Setelah membersihkan abu tidak berarti tanaman langsung pulih, ya, Beauties. Amati warna, tekstur, dan kondisi daun selama beberapa hari untuk melihat perkembangannya.

Abu vulkanik yang menempel pada daun bisa mengganggu proses alami tanaman, termasuk fotosintesis dan transpirasi. Melansir laman United States Geological Survey, lapisan abu yang tebal bahkan bisa menghambat kedua proses tersebut dan menyebabkan tanaman mengalami kerusakan.

Jadi, jangan buru-buru memangkas semua daun yang terlihat kurang bagus. Kalau hanya sebagian daun yang mulai rusak, tetap rawat tanaman seperti biasa sambil terus memantau kondisinya.

3. Perhatikan Kondisi Tanah dan Air yang Digunakan

Ilustrasi perempuan sedang menyiram tanaman/Foto: Magnific/jcomp

Dampak abu vulkanik tidak hanya terlihat pada daun tanaman. Abu yang jatuh ke tanah juga bisa mengubah tingkat keasaman, nutrisi, dan kadar air di dalamnya.

United States Geological Survey juga menjelaskan bahwa abu vulkanik yang masih baru bisa membawa lapisan garam dan asam yang larut dalam air. Karena itu, abu yang menempel pada daun atau bagian tanaman lainnya berisiko merusak tanaman, terutama jika sifatnya sangat asam.

Untuk tanaman yang terpapar abu cukup berat, perhatikan juga air yang digunakan untuk menyiram. Air irigasi yang menjadi asam perlu ditangani agar pH-nya tetap sesuai untuk tanaman.

4. Pindahkan Tanaman ke Tempat yang Lebih Aman

Ilustrasi mengamankan pot tanaman ke area rumah kaca/Foto: Magnific/magnific

Setelah dibersihkan, usahakan tanaman tidak kembali terkena abu. Pindahkan tanaman ke tempat yang lebih aman agar tidak terus terpapar.

Tanaman bisa diletakkan di rumah kaca jika memungkinkan. Kamu juga bisa menutupnya sementara dengan kain atau plastik untuk mengurangi paparan abu. Kalau tanaman berada di dalam pot, cukup pindahkan ke tempat yang teduh, tetapi tetap mendapat cahaya dan sirkulasi udara yang baik.

5. Pertimbangkan Perlindungan Tambahan untuk Tanaman

Ilustrasi tanaman hias yang diberi larutan bikarbonat/Foto: Magnific/magnific

Selain membersihkan abu, kamu juga bisa melakukan beberapa langkah pencegahan. Menurut informasi dari laman University of Hawaiʻi College of Tropical Agriculture and Human Resilience, tanaman bisa diberi produk antitranspiran untuk membantu menutup stomata atau larutan bikarbonat untuk menetralkan keasaman.

Namun, cara ini belum terbukti secara ilmiah. Hasil uji awal memang menunjukkan potensi, tetapi efektivitasnya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Karena itu, jangan langsung menyemprotkan larutan bikarbonat atau produk antitranspiran ke seluruh tanaman. Jika ingin mencobanya, aplikasikan terlebih dahulu pada beberapa daun dan amati reaksinya.

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan saat tanaman terkena dampak abu vulkanik. Dengan perawatan sederhana dan pemantauan rutin, kondisi tanaman bisa tetap terjaga.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE