Tanda-tanda Awal Bencana Alam Akan Terjadi, dari Tsunami hingga Banjir

Justina Nur | Beautynesia
Kamis, 05 Feb 2026 07:30 WIB
Gejala Umum Akan Terjadi Gempa Bumi
Sebelum gempa bumi utama, biasanya akan diawali gempa-gempa kecil atau foreshock. Selain itu, hewan-hewan terkadang merasa gelisah dan panik serta ingin melarikan diri./ Foto: Pixabay.com/Angelo_Giordano

Mungkin selama ini kita semua menganggap bahwa bencana alam seringkali datang tanpa aba-aba, padahal bisa jadi alam sebenarnya sudah memberikan sinyal-sinyal kepada kita bahwa akan terjadi suatu fenomena alam atau bencana. Oleh karena itu, mengingat adanya cuaca ekstrem yang semakin terjadi, ada baiknya jika mulai sekarang kita memahami apa saja tanda-tanda yang diberikan alam sebelum terjadinya bencana.

Hal ini tidak hanya bisa membantu kita untuk melindungi diri tapi juga menyelamatkan orang-orang terdekat kita. Selain itu, dengan lebih peka terhadap kondisi di sekitar kita, kita bisa segera mengambil langkah cepat sebelum keadaan memburuk.

Yuk, cari tahu lebih dalam mengenai gejala sebelum bencana alam terjadi, seperti yang telah dirangkum dari berbagai sumber berikut ini!

Pertanda Akan Terjadi Tsunami

Jika air laut surut dengan cepat, apalagi sebelumnya ada gempa besar, kamu harus segera menjauh dari lautan dan mencari tempat tinggi agar selamat dari tsunami./ Foto: Freepik.com/wirestock

Jika air laut surut dengan cepat, apalagi sebelumnya ada gempa besar, kamu harus segera menjauh dari lautan dan mencari tempat tinggi agar selamat dari tsunami./ Foto: Freepik.com/wirestock

Jika kamu sedang berada di pantai, apalagi di kawasan Cincin Api Pasifik yang salah satunya adalah Indonesia, dan kamu melihat air laut surut dengan cepat, maka kamu harus segera menjauh dan cari tempat yang lebih tinggi. Air laut yang surut tiba-tiba adalah sinyal utama bahwa tsunami akan datang. 

Dilansir dari BMKG, tsunami adalah ombak besar yang terjadi setelah gempa bumi, gempa laut, gunung berapi meletus, atau terjadi hantaman meteor di laut. Sebelum tsunami terjadi, biasanya terdapat gempa dengan kekuatan besar yang bersumber di laut.

Pertanda tsunami lainnya adalah hewan-hewan laut mulai bermunculan keluar dari persembunyian, udara berbau asin atau seperti air yang telah bercampur garam, burung-burung laut terbang ke arah daratan dengan kecepatan tinggi, atau terdengar suara dentuman di dasar laut dengan irama yang cepat.

Selain itu, dilansir dari BPBD Buleleng, hewan-hewan juga dapat berperilaku aneh sebelum datangnya gelombang tsunami, seperti kelelawar yang biasanya aktif di malam hari dan tidur di siang hari, justru sangat aktif setengah jam sebelum gelombang tsunami datang.

Di Sri Lanka dan Thailand pada 2004 lalu, gajah-gajah juga berlari ke bukit satu jam sebelum terjadi tsunami.

Pertanda Akan Terjadi Gunung Meletus

Sebelum gunung meletus, hewan-hewan akan turun gunung, serta frekuensi gempa akan semakin meningkat

Dilansir dari USGS, tidak semua letusan dari gunung berapi memiliki peringatan yang jelas. Akan tetapi, ada beberapa tanda awal yang sering muncul sebelum gunung api meletus seperti meningkatnya frekuensi dan kekuatan gempa, muncul uap atau gas belerang, serta ada area tanah panas yang baru atau semakin meluas.

Selain itu, kamu juga bisa mendeteksi gunung meletus dengan memperhatikan perilaku hewan-hewan di sekitar, karena hewan yang tinggal di hutan di sekitar gunung biasanya akan keluar dan turun dari gunung untuk menuju ke daerah yang lebih rendah.

Tidak hanya itu, hewan-hewan kecil seperti tikus, kecoak, dan ular juga ikut keluar dalam jumlah yang sangat banyak dari got. Sementara itu suhu udara akan terasa sangat panas ketika malam hari dan akan meningkat drastis daripada hari-hari biasanya.

Gejala Umum Akan Terjadi Gempa Bumi

Sebelum gempa bumi utama, biasanya akan diawali gempa-gempa kecil atau foreshock. Selain itu, hewan-hewan terkadang merasa gelisah dan panik serta ingin melarikan diri./ Foto: Pixabay.com/Angelo_Giordano

Sebelum gempa bumi utama, biasanya akan diawali gempa-gempa kecil atau foreshock. Selain itu, hewan-hewan terkadang merasa gelisah dan panik serta ingin melarikan diri./ Foto: Pixabay.com/Angelo_Giordano

Selain mengandalkan informasi dari BMKG, kamu juga bisa memperhatikan tanda-tanda terjadinya gempa bumi dengan mengamati perilaku hewan dan gejala lainnya.

Dilansir dari Unicus Olympiads, beberapa hari sebelum terjadi gempa, hewan-hewan terkadang menunjukkan perilaku yang tidak biasa seperti menjadi mudah gelisah, panik, atau berusaha melarikan diri. Ada dugaan bahwa sebagian hewan memang mampu merasakan getaran di dalam bumi lebih cepat daripada manusia, meski hal ini sebetulnya belum sepenuhnya dipahami secara ilmiah.

Contohnya, ketika terjadi gempa di sekitar Samudra Hindia tahun 2004 lalu, banyak hewan seperti gajah dan anjing terlihat gelisah dan berusaha bergerak ke tempat yang lebih tinggi sebelum terjadi peristiwa tsunami.

Selain itu, sebelum terjadi gempa utama, bisa jadi ada foreshock atau gempa kecil. Hal ini pernah terjadi pada gempa Izmit di Turki pada 1999 yang didahului oleh serangkaian gempa kecil yang dirasakan warga sekitar.

Gempa bumi juga bisa dideteksi saat terjadi pergerakan dan perubahan pada tanah. Pergeseran tanah ini bisa kamu ketahui lewat munculnya retakan pada bangunan dan jalan. Itu artinya sudah ada tekanan di sepanjang patahan bumi.

Tanda-tanda Peringatan Akan Terjadi Banjir

Pertanda akan terjadi banjir yaitu curah hujan sangat tinggi atau hujan deras turun terus-menerus selama beberapa jam atau hari serta naiknya permukaan air./ Foto: Pixabay.com/AllThingsCoastal

Pertanda akan terjadi banjir yaitu curah hujan sangat tinggi atau hujan deras turun terus-menerus selama beberapa jam atau hari serta naiknya permukaan air./ Foto: Pixabay.com/AllThingsCoastal

Meski banjir bisa datang dengan cepat, ada beberapa gejala umum yang bisa jadi petunjuk potensi terjadinya banjir, seperti hujan deras yang turun terus-menerus selama beberapa jam atau hari. Tidak hanya itu, badai petir juga dapat memicu banjir bandang apalagi di daerah yang sistem drainasenya buruk.

Tanda-tanda banjir berikutnya adalah adanya kenaikan permukaan air, yang bisa kamu lihat dari air sungai, air danau, atau aliran air yang mulai naik dengan cepat. Di wilayah rawan banjir, kondisi ini biasanya dipantau menggunakan alat pengukur ketinggian air.

Hewan-hewan seperti orang utan juga dapat menunjukkan perilaku tertentu yang tidak biasa, seperti jadi sangat gelisah dan berteriak-teriak.

Pertanda Akan Terjadi Tanah Longsor

Tanah longsor biasanya dapat dideteksi saat ada banyak retakan baik di jalan atau fondasi rumah. / Foto: Pixabay.com/sandid

Tanah longsor biasanya dapat dideteksi saat ada banyak retakan baik di jalan atau fondasi rumah. / Foto: Pixabay.com/sandid

Saat kamu melihat di jalan atau fondasi rumah ada banyak retakan, hal itu bisa jadi suatu pertanda bahwa tanah longsor sedang terbentuk. Selain itu, sebelum terjadi tanah longsor, biasanya curah hujan akan tinggi selama berhari-hari.

Tanah longsor dapat terjadi saat tanah dan batu bergerak menuruni lereng akibat gravitasi. Selain itu, dampak tanah longsor bisa sangat fatal karena bahkan permukaan kuat seperti aspal juga tetap bisa retak sebelum akhirnya runtuh atau longsor.

Tanda-tanda Akan Ada Badai Topan

Tanda-tanda badai topan yaitu tekanan udara akan turun secara drastis yang membuat kondisi jadi terkesan tenang. Burung-burung akan mulai terbang rendah saat tekanan udara menurun./ Foto: Pixabay.com/51581

Tanda-tanda badai topan yaitu tekanan udara akan turun secara drastis yang membuat kondisi jadi terkesan tenang. Burung-burung akan mulai terbang rendah saat tekanan udara menurun./ Foto: Pixabay.com/51581

Badai topan juga biasa disebut sebagai siklon atau taifun adalah badai kuat yang menyebabkan kerusakan. Selain mengandalkan informasi dari BMKG, kamu bisa mengetahui tanda-tandanya dengan memperhatikan kondisi lingkungan di dekatmu.

Sebelum terjadi siklon atau badai topan, tekanan udara akan turun secara drastis. Selain itu, sebelum badai topan mencapai daratan, langit terasa sangat tenang atau bahkan cerah untuk sementara waktu.

Kondisi tenang yang tidak biasa ini dapat terjadi karena badai topan memiliki ‘mata badai’ yaitu suatu pusat badai yang relatif lebih tenang, dikelilingi angin kencang dan hujan lebat.

Ketika badai topan mendekat, daerah pesisir akan mengalami angin kencang dan gelombang laut tinggi. Inilah tanda kuat bahwa badai sudah semakin dekat dan berpotensi berbahaya.

Sebelum badai, burung akan terbang rendah apalagi ketika tekanan udara mulai menurun. Tepat sebelum badai, mereka akan berhenti terbang. Bahkan, petani juga percaya bahwa burung yang terbang rendah artinya akan terjadi hujan dan angin.

Itu tadi Beauties, deretan ciri-ciri atau pertanda akan terjadi suatu bencana alam yang harus kita pahami agar kita bisa menyiapkan diri dan segera melakukan langkah penanganan yang cepat dan tepat.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE