Tuai Kecaman Dunia, Israel Kini Lancarkan Serangan Brutal di Rafah: Ratusan Warga Palestina Tewas

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 13 Feb 2024 17:00 WIB
Tuai Kecaman Dunia, Israel Kini Lancarkan Serangan Brutal di Rafah: Ratusan Warga Palestina Tewas
Tuai Kecaman Dunia, Israel Kini Lancarkan Serangan Brutal di Rafah: Ratusan Warga Palestina Tewas/Foto: AFP via Getty Images/AHMED ZAKOUT

Kembali tuai kecaman dunia, Israel kini melancarkan serangan udara besar-besaran di Rafah, Gaza pada Senin (12/2) dini hari waktu setempat. Dilaporkan Israel telah membunuh lebih dari 100 orang setiap hari dalam serangan udara di Rafah, dikutip dari Al Jazeera.

Seperti diketahui, Israel telah menggempur Palestina sejak 7 Oktober 2023, dan telah menewaskan lebih dari 28 ribu jiwa warga Palestina. Baru-baru ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan agar pasukan Israel melakukan serangan darat di Rafah.

Dilansir dari Al Jazeera, Tel Aviv mengklaim empat brigade Hamas berada di di Rafah. Namun, itu dianggap hanya alasan Israel untuk membenarkan serangan yang sedang berlangsung melalui udara serta rencana serangan darat.

Netanyahu bahkan telah memerintahkan militer Israel mengevakuasi warga Palestina di Rafah dan menjanjikan "jalur aman" bagi penduduk sipil jelang operasi militernya.

Israel mengklaim menyerang Rafah demi membebaskan sandera. Mereka juga menyebut dua sandera Israel diselamatkan dalam 'operasi khusus' di kota tersebut.

Apa Itu Rafah?

Palestinians inspect the site of an Israeli strike on a mosque, amid the ongoing conflict between Israel and Hamas, in Rafah in the southern Gaza Strip, January 24, 2024. REUTERS/Fadi Shana

Tuai Kecaman Dunia, Israel Kini Lancarkan Serangan Brutal di Rafah: Ratusan Warga Palestina Tewas/Foto: REUTERS/Fadi Shana

Rafah terletak di sisi selatan Gaza dan berbatasan dengan Mesir. Sekitar 1,4 juta warga Palestina kini tinggal di Rafah, dan menjadi pusat populasi besar terakhir di Gaza yang belum dimasuki pasukan Israel setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Luas Rafah Palestina adalah 64 kilometer persegi (25 mil persegi). Selama empat bulan terakhir, ketika Israel menyerang Gaza, semakin banyak warga yang dipaksa masuk ke Rafah oleh pasukan Israel.

Warga yang selamat dari serangan Israel hidup dalam kondisi yang sangat buruk, yaitu di tenda-tenda yang selalu terisi air setiap kali hujan, atau di bawah puing-puing apa pun yang mereka temukan untuk berlindung.

Banyak warga Palestina di Rafah yang telah berkali-kali mengungsi dan mengatakan mereka tidak akan pindah lagi, apa pun yang terjadi. Seperti Jihan al-Hawajri yang mengatakan kepada stasiun televisi AS PBS bahwa dia akan tetap tinggal di tendanya, apa pun yang terjadi.

“Tidak ada tempat lagi… untuk melarikan diri,” kata Angelita Caredda, direktur Dewan Pengungsi Norwegia untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, kepada Al Jazeera.

Mengapa Mesir Terlibat?

People stand near a tent camp where displaced Palestinians, who fled their houses due to Israeli strikes, take shelter, in Rafah in the southern Gaza Strip January 21, 2024. REUTERS/Saleh Salem

Tuai Kecaman Dunia, Israel Kini Lancarkan Serangan Brutal di Rafah: Ratusan Warga Palestina Tewas/Foto: REUTERS/SALEH SALEM

Karena warga Palestina yang terjebak terdesak di perbatasan dengan Mesir, para analis mengatakan nampaknya Israel ingin mengusir mereka ke Sinai, Mesir.

Dilansir dari CNN Indonesia, kota Rafah berada tepat di perbatasan dengan Mesir dan menjadi satu-satunya jalan bagi bantuan kemanusiaan menuju Gaza sejak serangan Israel dimulai. Perbatasan Rafah digunakan untuk mengungsikan warga sipil dari Gaza.

Menurut laporan CNN, perbatasan Rafah adalah satu-satunya tempat di Gaza yang menghubungkan langsung ke Mesir. Mesir mengawasi ketat lalu lintas orang dan barang melalui perbatasan Rafah, yang dipengaruhi oleh keadaan politik dan keamanan.

Meski Israel tidak memiliki kendali atas penyeberangan tersebut, seringkali Mesir menutupnya ketika ada pengetatan pembatasan oleh Israel di Gaza. Warga Gaza yang ingin melintasi perbatasan bahkan seringkali harus menunggu 30 hari hingga sekitar tiga bulan.

Pada awal Israel menyerang Gaza, perbatasan Rafah sempat ditutup. Namun, timbul tekanan internasional untuk membukannya.

Kini, dengan intervensi internasional dan mediasi Qatar, pintu utama Gaza-Mesir tersebut telah dibuka. Namun, perbatasan tidak dibuka secara bebas.

Hanya warga negara ganda dan memiliki paspor asing yang tinggal di Gaza yang bisa melewati perbatasan. Selain itu, orang-orang yang terluka dan membutuhkan bantuan perawatan di luar Gaza juga bisa melewati perbatasan itu.

Serangan brutal Israel di Rafah menuai kecaman dari dunia internasional. Mulai dari komunitas internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), negara Arab seperti Arab Saudi dan Mesir, hingga Amerika Serikat dan negara Barat lain yang merupakan sekutu dekat Israel.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE