Viral! Anak-anak Positif Covid-19 di Shanghai Dipisah Paksa dari Orangtuanya, Ini Curahan Hati Salah Satu Ibu
Sebuah video dari negeri China baru-baru ini menghebohkan jagad maya. Video tersebut merekam bayi dan balita positif Covid-19 di Shanghai yang dipaksa karantina tanpa pengawasan orangtuanya.
Dalam video terlihat gambaran fasilitas ruang isolasi yang tidak layak. Dalam satu ranjang sempit tampak tiga bayi dibiarkan tanpa penjagaan, sedang seorang balita merangkak keluar ruangan sambil merintih. Beberapa petugas kesehatan kewalahan sehingga keadaan di ruang isolasi tampak sedikit kacau. Video yang mulanya beredar di Weibo itu diunggah ulang oleh akun jurnalis @ChuYang_Journ di Twitter.
![]() Anak positif Covid-19 di Shanghai dikarantina terpisah dari orang tua/ Foto: Twitter/ @ChuYang_Journ |
Dilansir dari laman Insider, mulanya video tersebut diduga berlokasi di fasilitas isolasi Covid-19 di distrik Jinshan, Shanghai. Namun terungkap bahwa lokasi kejadian tersebut ternyata berada di bangsal Pusat Klinis Kesehatan Masyarakat Shanghai. Beberapa saat setelah video tersebut beredar luas, Pusat Klinis Kesehatan Masyarakat Shanghai angkat bicara dan saat itu juga unggahan asli yang ada di Weibo telah dihapus.
Kepada The New York Times, perwakilan Pusat Klinis Kesehatan Masyarakat Shanghai mengatakan bahwa video tersebut bukan menggambarkan keadaan anak penyintas Covid-19 yang dikarantina, melainkan diambil saat dilakukan pemindahan bangsal anak ke gedung yang lain.
Meski demikian, tidak ada bantahan terkait aturan pemisahan anak dan orang tua yang diterapkan di Shanghai. Mereka membenarkan adanya pemberlakuan aturan ketat bahwa yang terinfeksi Covid-19 harus dipisahkan dari yang tidak terinfeksi mengingat penyebaran virus yang semakin meluas. Menurut laman Forbes, setidaknya sebanyak 13 ribu orang di Shanghai terinfeksi Covid-19 per Selasa lalu (5/4).
![]() Anak positif Covid-19 di Shanghai dikarantina terpisah dari orang tua/ Foto: Twitter/ @ChuYang_Journ |
“Peraturan ini adalah kunci dari upaya pencegahan dan pengendalian virus,” tegas staf Komisi Kesehatan Kota Shanghai Wu Qianyu saat melakukan konferensi pers, dikutip dari laman Insider. Wu Qianyu menambahkan bahwa orangtua dari penyintas yang juga terindikasi positif boleh tinggal di tempat yang sama bersama anak mereka.
Di sisi lain, seorang warga Shanghai Esthe Zao mencurahkan keresahannya tentang kebijakan yang memisahkannya dari putri kecillnya. Dilansir dari Taipei Times, Zao membawa anaknya yang masih berusia 2,5 tahun ke rumah sakit akibat demam tinggi. Tiga hari kemudian, Zao memohon agar tidak dipisahkan dengan anaknya setelah terkonfirmasi positif Covid-19 karena anaknya terlalu muda untuk dikarantina tanpa pendampingan orangtua.
Namun, di bawah tekanan pihak rumah sakit, Zao akhirnya terpaksa menyetujui untuk mengirim anaknya ke Pusat Klinis Kesehatan Masyarakat di Distrik Jinshan. Zao setuju karena diancam jika tidak mau mengirimkan anaknya ke pusat karantina lebih dulu, anaknya akan ditinggalkan di rumah sakit sendirian sedangkan ia yang akan dikirim ke Jinshan.
Sayangnya, sejak hari itu Zao baru menerima satu pesan singkat yang menyatakan bahwa anaknya baik-baik saja tanpa menyertakan bukti foto atau video.
![]() Anak positif Covid-19 di Shanghai dikarantina terpisah dari orang tua/ Foto: The Sun |
Dalam kondisi masih terjebak di rumah sakit tanpa mengetahui kabar anaknya, Zao semakin panik dan hanya bisa menangis saat melihat video kondisi anak-anak di pusat karantina yang tidak diperhatikan sebagaimana mestinya. Meski publik mengkritik keras kebijakan pemisahan ini, namun peraturan ketat masih diberlakukan.
Bagaimana menurutmu, Beauties?
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!


