Viral Fans Jepang Bersih-Bersih Seusai Pertandingan Piala Dunia 2026, Benarkah Sekadar Pencitraan?

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Kamis, 25 Jun 2026 08:30 WIB
Dikaitkan dengan Filosofi Budaya Jepang
Ilustrasi Gaya Parenting Jepang/Foto: Magnific.com/Freepik

Piala Dunia 2026 kali ini memang sangat unik. Selain fakta bahwa ajang ini diselenggarakan oleh tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, berbagai fenomena dan perilaku unik para fans juga tak luput dari perhatian. Terbaru, aksi para suporter Jepang yang memunguti sampah dan membersihkan tribun stadion sempat menjadi sorotan netizen.

Berbagai postingan di media sosial mengulas momen para pendukung tim Samurai Biru membawa kantong sampah dan meninggalkan area tribun dalam keadaan bersih. Momen ini dengan cepat beredar di media sosial dan menuai banyak pujian.

Namun, di tengah apresiasi tersebut, muncul perbincangan dari sebagian warganet. Banyak yang mempertanyakan apakah kebiasaan ini benar-benar lahir dari budaya yang sudah mengakar, atau justru sudah berubah menjadi bagian dari usaha pencitraan Jepang di mata dunia. Simak ulasannya berikut ini!

Aksi Ini Bukan Pertama Kalinya Viral

Fans Jepang Bersih-Bersih Stadium Usai Pertandingan/Foto: X/@urutsuyachan
Fans Jepang Bersih-Bersih Stadium Usai Pertandingan/Foto: X/@urutsuyachan

Meta Desc: Tradisi suporter Jepang membersihkan tribun sudah berlangsung sejak Piala Dunia 1998 dan terus terlihat pada edisi 2018, 2022, hingga 2026. Bagi banyak pendukung Samurai Biru, kebiasaan ini merupakan hal yang biasa dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah.

Bagi penggemar sepak bola, pemandangan suporter Jepang yang tetap bertahan di tribun setelah pertandingan sebenarnya bukan hal baru. Melansir Associated Press yang dikutip Fox Sports, kebiasaan ini sudah mulai menarik perhatian dunia sejak Jepang tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia 1998.

Tradisi tersebut terus terlihat dari satu turnamen ke turnamen berikutnya. Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, aksi para pendukung Jepang membersihkan tribun sempat viral dan menuai pujian. Saat itu, para pemain Jepang membersihkan ruang ganti seusai tersingkir dan meninggalkan catatan bertuliskan "terima kasih" dalam bahasa Rusia. Tradisi ini pun perlahan menjadi salah satu identitas yang melekat pada suporter Samurai Biru.

Hal yang sama kembali terulang di Qatar pada 2022. Bahkan pada Piala Dunia 2026, para suporter Jepang kembali menjadi sorotan setelah membersihkan stadion seusai pertandingan melawan Belanda dan Tunisia. Reuters melaporkan bahwa sebagian suporter Jepang menganggap kegiatan tersebut sebagai hal yang biasa.

Mereka merasa sudah sepatutnya meninggalkan tempat yang mereka gunakan dalam keadaan bersih sebagai bentuk rasa hormat kepada tuan rumah. Bahkan pemerintah negara bagian Nuevo Leon di Meksiko sampai membagikan ribuan kantong sampah kepada pendukung Jepang karena sudah mengetahui tradisi tersebut.

Dikaitkan dengan Filosofi Budaya Jepang

Ilustrasi Gaya Parenting Jepang/Foto: Magnific.com/Freepik

Di balik fenomena tersebut, sebagian orang mengaitkannya dengan nilai-nilai yang telah ditanamkan sejak kecil dalam masyarakat Jepang. Menurut Reuters, para suporter Jepang menyebut kebiasaan membersihkan area bersama sebagai sesuatu yang alami karena mereka telah terbiasa melakukannya sejak masa sekolah. Anak-anak di Jepang umumnya diajarkan untuk membersihkan ruang kelas dan lingkungan sekolah mereka sendiri.

Sementara itu, Firstpost menjelaskan bahwa terdapat konsep "gomi hiroi" atau memungut sampah yang berkaitan dengan tanggung jawab terhadap ruang bersama. Masyarakat Jepang juga mengenal nilai untuk tidak merepotkan orang lain dan meninggalkan tempat dalam kondisi yang nyaman bagi orang berikutnya.

Tak heran, banyak suporter Jepang menganggap aksi bersih-bersih setelah pertandingan bukan sesuatu yang istimewa. Bagi mereka, kebiasaan tersebut merupakan bagian dari kebiasaan alami dalam kehidupan sehari-hari.

Muncul Kubu yang Menganggap Ini Sebagai Pencitraan

Fans Jepang Bersih-Bersih Stadium Usai Pertandingan/Foto: X/@urutsuyachan

Meski mendapat banyak pujian, aksi para suporter Jepang ternyata juga memunculkan pandangan berbeda. Menurut Times of India, sebagian warganet di Jepang mulai mempertanyakan fenomena tersebut. Ada yang berpendapat bahwa budaya bersih-bersih tersebut belum tentu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kata lain, sebagian netizen menilai bahwa hal ini hanya bagian dari "branding" Jepang di mata dunia. Pasalnya, menurut penilaian mereka, situasi ini tampak sudah terkonsep dan selalu saja mendapat sorotan kamera dengan sangat detail, seolah sudah di-setting.

Dengar ya, fans soccer di seluruh dunia! Pria Jepang itu tidak pernah bersih-bersih atau beres-beres ketika kalau ada perempuan, tapi mereka kelihatan sangat berdedikasi hanya kalau di situasi seperti ini! Jangan sampai tertipu!” tulis akun @g**_b*ta**4, mengomentari postingan akun resmi World Cup 2026.

Beberapa kubu lain juga berkomentar bahwa kebiasaan menjaga kebersihan seharusnya lebih banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika berada di panggung internasional seperti Piala Dunia.

Dikaitkan dengan Konsep Honne dan Tatemae

Konsep Honne dan Tatemae Sudah Mengakar dalam Budaya Jepang/Foto: Magnific/jcomp

Alih-alih pencitraan, perdebatan tersebut membuat sebagian orang menyinggung konsep budaya Jepang yang dikenal dengan istilah honne dan tatemae. Menurut laman Jobs in Japan, honne merujuk pada perasaan, pendapat, atau keinginan pribadi yang sebenarnya dimiliki seseorang. Sementara tatemae merupakan perilaku yang ditunjukkan kepada publik demi menjaga keharmonisan sosial dan menghormati norma yang berlaku di masyarakat.

Dalam budaya Jepang, tatemae tidak selalu berarti kepura-puraan. Sebaliknya, konsep ini lebih dipahami sebagai cara untuk menjaga hubungan sosial agar tetap harmonis dan menghindari konflik. Karena itu, seseorang dapat melakukan suatu tindakan bukan hanya karena keinginan pribadi, tetapi juga karena merasa hal tersebut merupakan norma yang baik bagi lingkungan sekitar.

Namun Honne dan Tatemae Sendiri Juga Menuai Perdebatan

Ilustrasi Perdebatan tentang Honne dan Tatemae/Foto: Instagram/@meninblazers

Menurut Fund for Education Abroad, konsep honne dan tatemae telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jepang. Sebagian orang melihatnya sebagai bentuk kesopanan, empati, serta usaha menjaga kepentingan bersama.

Namun, sebagian lainnya menilai bahwa pemisahan antara perasaan pribadi dan perilaku di ruang publik terkadang dapat memunculkan kesan bahwa seseorang hanya sedang menampilkan citra tertentu.

Perbedaan cara pandang ini kemudian membuat aksi bersih-bersih para suporter Jepang ditafsirkan secara berbeda. Ada yang melihatnya sebagai bentuk disiplin dan rasa tanggung jawab terhadap ruang publik, sementara yang lain menganggapnya sebagai perilaku yang terlalu berorientasi pada citra.

Aksi Bersih-Bersih Jepang Juga Memicu Diskusi tentang Standar Ganda

Ilustrasi Standar Ganda dalam Konsep Honne dan Tatemae/Foto: Magnific.com/Freepik

Perdebatan mengenai aksi bersih-bersih suporter Jepang kemudian berkembang ke isu lain yang lebih luas, yakni pembagian peran domestik di Jepang. Dilansir CNN Indonesia dan Detikcom, sejumlah komentar viral menyoroti fakta bahwa pria Jepang dikenal memiliki partisipasi yang relatif rendah dalam pekerjaan domestik dibandingkan perempuan.

Sejumlah orang kemudian menyebut fenomena tersebut sebagai bentuk "standar ganda". Namun, ada pula yang menganggap generalisasi tersebut tidak adil karena kebiasaan membersihkan stadion dan pembagian pekerjaan rumah tangga merupakan dua persoalan yang berbeda.

Namun, terlepas dari berbagai pro dan kontra yang muncul, aksi suporter Jepang membersihkan stadion tetap memunculkan diskusi menarik mengenai bagaimana budaya, norma sosial, dan identitas suatu bangsa dapat membentuk perilaku masyarakatnya.

Kalau menurut Beauties, aksi bersih-bersih yang dilakukan para suporter Jepang ini lebih mencerminkan budaya yang sudah mengakar, atau justru menjadi bagian dari citra yang ingin ditampilkan kepada dunia?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE