Viral Fenomena Takjil 'Diborong' Non Muslim, Ini Bukti Toleransi Beri Manfaat untuk Kesehatan Mental

Firzaputri Maulida Maharani | Beautynesia
Senin, 25 Mar 2024 17:00 WIB
Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah/Foto: Freepik/ijeab

Ada salah satu fenomena menarik di Ramadan 2024. Saat ini netizen sedang dihebohkan dengan tren non Muslim yang turut mengantri dan memborong takjil. 

Viral di aplikasi TikTok, banyak video bernada candaan yang menunjukkan non Muslim 'meledek' orang-orang Islam yang tengah berpuasa bahwa mereka dapat membeli takjil lebih awal dan siap menghabiskan jatah takjil. Tren ini mendapat respon tak kalah lucu dari netizen Muslim.

Ada netizen yang berkomentar ingin disisakan jajanan tertentu, dan ada yang berkomentar akan membalas "dendam" dengan memborong telur-telur saat Paskah nanti.

Tren Berebut Takjil Menjadi Bukti Nyata Toleransi

Refleksi toleransi/Foto: Freepik

Tren ini menjadi bukti bahwa Ramadan menjadi sarana memperkuat toleransi. Bagaimana tidak, meski non Muslim dan Muslim 'bersaing' memperebutkan takjil, namun keduanya sama-sama tahu bahwa hal ini bersifat hiburan dan tidak dimasukkan ke hati.

Terlebih lagi, salah satu kreator video tren memborong takjil oleh non Muslim yaitu @priiiscc, menjelaskan di kolom komentar bahwa borongan takjil tersebut akhirnya juga dibagikan pada orang-orang yang berbuka puasa. Damai sekali, bukan?

Ternyata, selain dapat menghibur, sikap toleransi terhadap perbedaan latar belakang antar sesama manusia bermanfaat bagi kesehatan mental, lho! Apakah Beauties sudah tahu? Jika belum, ini dia sederet manfaat toleransi bagi kesehatan mental yang dilansir dari Mig Counseling!

Dapat Mengurangi Stres dan Kecemasan

Mengurangi stres dan kecemasan/Foto: Freepik/benzoix

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, tren ini bukanlah menjadi ajang untuk memecah belah antar golongan, namun justru dapat menghibur dan mewarnai momen Ramadan. 

Toleransi membuat kita hidup berdampingan dengan damai dan harmonis, sehingga dapat mengurangi stres dan kecemasan. Ketika kita mampu menerima perbedaan perspektif dan pengalaman, kita cenderung terhindar dari konflik yang melelahkan. 

Toleransi memungkinkan kita untuk mengembangkan perasaan positif sehingga dapat mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. 

Membangun Resiliensi

Resilien/Foto: Freepik/chajamp

Mempunyai sikap resilien berarti mampu untuk bangkit kembali dari situasi dan kondisi keterpurukan. Toleransi dapat membantu meningkatkan resiliensi melalui perbedaan perspektif dan tantangan.

Ketika kita belajar toleransi terhadap perbedaan, kita menjadi lebih siap menghadapi kesulitan-kesulitan dalam hidup. Akhirnya, hal ini juga berpengaruh pada kekuatan mental dan kesejahteraan diri secara menyeluruh.

Memperkuat Empati dan Kasih Sayang

Empati dan kasih sayang/Foto: Freepik/tirachardz

Ketika kita belajar mengembangkan sikap toleransi, kita mampu memahami perspektif orang lain sehingga membuat kita lebih empati. Kita juga dapat lebih memahami pengalaman dan kesulitan yang dialami orang lain, yang akhirnya membangun rasa kasih sayang dan rasa suportif.

Perasaan empati dan kasih sayang dapat meningkatkan kesehatan mental dengan mengurangi rasa terisolasi dan keterasingan, serta membawa perasaan damai dari pengalaman positif saat berhubungan dengan orang lain. 

Menguatkan Hubungan Interpersonal

Hubungan interpersonal/Foto: Freepik/Lifestylememory

Ketika kita punya sikap toleransi, berempati dan menerapkan kasih sayang kepada orang yang berbeda latar belakang dengan diri kita, kita akan lebih mudah membangun hubungan dengan mereka.

Selain itu, ketika kita menerima perbedaan budaya, latar belakang maupun kepercayaan, kita dapat memperluas hubungan sosial kita. Dengan hubungan sosial, kita memperoleh dukungan emosional, mengurangi kesepian, dan meningkatkan rasa saling memiliki.

Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah

Pemecahan masalah/Foto: Freepik/ijeab

Toleransi beriringan dengan komunikasi efektif dan keterampilan penyelesaian konflik. Saat kita terbuka pada perbedaan pandangan, kita akan lebih baik dalam menyelesaikan masalah.

Kemampuan untuk menemukan titik temu dan bekerja sama tidak hanya bermanfaat untuk hubungan interpersonal, namun juga meningkatkan kesejahteraan psikologis dengan berkurangnya rasa frustasi yang berasal dari permasalahan yang tidak terselesaikan. 

Mendorong Kita untuk Memiliki Tujuan Hidup

Tujuan hidup/Foto: Freepik

Menerapkan toleransi, kebaikan, saling menghargai, kasih sayang, dan empati dapat memberikan kepuasan dan tujuan hidup. Menjadi bagian dari suatu kelompok atau komunitas yang menjunjung keberagaman dan toleransi juga mampu meningkatkan harga diri.

Ketika kita dapat mengajarkan toleransi pada orang lain, hal tersebut secara tidak langsung memberi tujuan pada diri sendiri bahwa kita telah berkontribusi positif pada kehidupan. 

Nah, itu dia refleksi toleransi dari fenomena 'berebut' takjil. Semoga Beauties juga semakin dapat menerapkan sikap toleransi, ya!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE