STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Waspada, Ini 4 Jenis KDRT yang Mungkin Dialami Perempuan Tanpa Sadar!

Meuthia Khairani | Beautynesia
Rabu, 15 Jun 2022 23:30 WIB
Waspada, Ini 4 Jenis KDRT yang Mungkin Dialami Perempuan Tanpa Sadar!

Beauties, meskipun pernikahan dapat menghalalkan berbagai jenis sentuhan antara suami dan istri maupun tindakan lainnya, namun bukan berarti semua jenis sentuhan dan perilaku suami bisa dinormalisasi, terutama jika mengarah pada kekerasan.

Seorang istri berhak melarang dan membela diri saat suami bertindak dan berkata kasar, serta memaksa atau melarang untuk melakukan sesuatu. Sebab, hal tersebut bisa saja termasuk dalam kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dirangkum dari Love is Respect, ada 4 jenis KDRT. Apa saja? Yuk, simak ulasannya! 

1. Kekerasan Fisik

Kekerasan dalam Rumah Tangga/Pexels/Karolina Grabowska
Kekerasan dalam Rumah Tangga/Pexels/Karolina Grabowska

Kekerasan dalam rumah tangga berbentuk fisik cukup mudah untuk diidentifikasi. Jika suami meninju, memukul, menampar, mencekik, menendang, menggigit, menjambak, mendorong atau menarik tubuhmu dengan kencang, maka itu termasuk KDRT dalam bentuk fisik.

Bentuk lainnya, yaitu memaksa melakukan hubungan seks, meraup wajah dan memaksakan pandangan ke arah suami, mengancam sambil mengarahkan senjata atau benda tajam, dan melempar barang apa pun ke arahmu, itu sudah pasti menandakan kamu sedang mengalami KDRT.

2. Kekerasan Emosional

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)/Unsplash/Tina Markova
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)/Unsplash/Tina Markova

Kekerasan emosional adalah kekerasan yang berupa penghinaan, ancaman, intimidasi, hingga penguntitan. Kekerasan emosional tidak membuat fisikmu terluka. Akan tetapi, tindakan tersebut berdampak pada rasa sakit hati dan emosi dan dapat menyerang mental.

Tindakan yang termasuk kekerasan emosional meliputi mengejek, berteriak, mempermalukan pasangan di depan orang lain, membatasi komunikasi dengan keluarga atau teman, merusak barang, menuduh, mengancam untuk menyakitimu, berpura-pura tidak mengerti atau pura-pura tidak mendengarkanmu, meremehkan kebutuhan atau perasaanmu. Selain itu, terus-menerus mengkritik hingga menghilangkan kepercayaan diri saat melakukan sesuatu juga merupakan bentuk kekerasan emosional.

3. Kekerasan Seksual

 

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)/Pexels/Rodnae Productions
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)/Pexels/Rodnae Productions

Perilaku memaksa untuk berhubungan seksual saat dirimu sedang tidak mau atau menstruasi merupakan contoh kekerasan seksual yang terjadi dalam rumah tangga. Contoh lainnya, ketika suami mencium atau menyentuh tubuhmu tanpa persetujuanmu atau dia melakukannya dengan kasar juga termasuk kekerasan. 

4. Kekerasan Finansial

 

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)/Pexels/Karolina Grabowska
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)/Pexels/Karolina Grabowska

Jika suami tidak mengizinkanmu menggunakan uang atau mengontrol pembelanjaanmu, dan membatasimu untuk bekerja, itu tandanya kamu sedang mengalami kekerasan finansial, Beauties.

Kekerasan finansial bisa dialami tanpa seseorang menyadarinya. Sebab, masalah pemberian atau penggunaan uang tidak menimbulkan luka pada fisik atau jiwa. Akan tetapi, kamu harus mengerti bahwa jika kamu tidak diizinkan menggunakan uang, pengeluaran belanjamu selalu dikontrol suami, tidak diberikan nafkah dan tidak diizinkan bekerja, bahkan tidak mengantarmu ke dokter untuk berobat, itu merupakan contoh tindakan kekerasan secara finansial.

Solusi Bila Mengalami KDRT

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan jika menjadi korban KDRT:

1. Sadari bahwa dirimu berhak mempunyai hubungan dan pernikahan yang sehat, penuh kasih sayang, dan rasa hormat.

2. Melarikan diri dari suami sebagai upaya penyelamatan diri agar dapat berpikir lebih jernih tentang solusi dan rencanamu selanjutnya.

3. Untuk menenangkan hatimu, yakinlah bahwa kamu tidak sendirian. Banyak perempuan di luar sana yang juga mengalami kekerasan dari suaminya dan mendapat pertolongan serta berhak memiliki kehidupan yang jauh lebih baik.

4. Yang perlu diingat saat ke kantor polisi, tanpa menyembunyikan maupun menutup bukti luka. Perdengarkan rekaman perdebatan dan suara pukulan atau penyerangan saat pertengkaran terjadi.

5. Dilansir dari Wolipop, Komnas Perempuan mengimbau kepada perempuan korban KDRT agar tidak takut untuk melaporkan ke penegak hukum atau bercerita pada keluarga terdekat maupun psikolog mengenai kekerasan yang dialami. Yang perlu diingat adalah menceritakan kejadian KDRT yang dialami bukanlah tindakan menyebar aib. Sadarilah bahwa semua perempuan berhak mendapatkan keadilan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE