WNI dalam Misi Global Sumud Flotilla Ditangkap Militer Israel

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Selasa, 19 May 2026 12:30 WIB
WNI dalam Misi Global Sumud Flotilla Ditangkap Militer Israel
WNI dalam Misi Global Sumud Flotilla Ditangkap Militer Israel/Foto: Instagram/@globalsumudflotilla

Beauties, warga negara Indonesia dari komunitas Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang mengikuti misi pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) ditangkap oleh tentara Israel. Kapal dicegat oleh militer hingga Senin (18/5/2026) di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.

Bukan hanya WNI saja, mengutip dari CNN Indonesia, ada sekitar 100 aktivis kemanusiaan dari seluruh dunia yang ditangkap oleh Israel karena mengikuti misi GSF 2026 ke Gaza. Dalam pernyataan yang diunggah di media sosial, Koalisi Global Sumud Flotilla menyebutkan kapal-kapal militer Israel mulai melakukan intersepsi terhadap armada tersebut. "Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan Israel menaiki kapal pertama kami di siang bolong," bunyi pernyataan GSF.

"Kami sangat marah atas normalisasi pelanggaran hukum maritim internasional ini dan penculikan warga sipil yang tidak bersalah di perairan internasional. Kami menuntut pembebasan segera para peserta kami, jalur aman bagi seluruh armada kami, dan diakhirinya pengepungan ilegal terhadap Gaza."

[Gambas:Instagram]

Berdasarkan laporan media Israel, aktivis-aktivis yang ditangkap akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod setelah operasi selesai dilakukan. Sementara itu, seorang aktivis yang berada di atas kapal mengatakan kepada koresponden bahwa armada tersebut tetap bertekad melanjutkan perjalanan menuju Gaza meski menghadapi intersepsi militer.

WNI yang Ditangkap tentara Israel

Global Sumud Flotilla

Global Sumud Flotilla/ Foto: Instagram.com/thinkofothers_crete/globalsumudflotilla

Berdasarkan laporan Detiknews, lima WNI ditangkap militer Israel (IDF) yaitu Andi Angga di kapal Josef, jurnalis Republika Bambang Noroyono di Kapal Bolarize, lalu 3 WNI di kapal Ozgurluk, yakni jurnalis Republika Thoudy Badai, dan jurnalis iNews Heru Rahendro, dan jurnalis Tempo Andre Prasetyo Nugroho. Dalam video yang dibagikan Tempo melalui media sosialnya, Andre meminta warganet untuk menyebar luaskan video pesan SOS tersebut seluas-luasnya. Sementara 4 WNI lainnya yang mengikuti misi masih berlayar.

Dikutip dari CNN Indonesia, Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin memberikan pernyataan resminya pada hari Senin (18/5), “Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti.” Ia juga menambahkan keselamatan jurnalis menjadi perhatian seriusnya.

“Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza.”

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE