sign up SIGN UP

Wujudkan Kesetaraan Gender, British Council Tawarkan Beasiswa untuk Perempuan Indonesia di Bidang STEM

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 16 Mar 2022 14:00 WIB
Wujudkan Kesetaraan Gender, British Council Tawarkan Beasiswa untuk Perempuan Indonesia di Bidang STEM
caption
Jakarta -

Isu kesetaraan gender hingga kini masih diperjuangkan. Diperkirakan butuh hampir 136 tahun lagi untuk mencapai kesetaraan gender di dunia menurut Forum Ekonomi Dunia.

Diperlukan peningkatan partisipasi perempuan dan kesetaraan gender di berbagai aspek kehidupan, salah satunya di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Serta meningkatkan kesadaran masyarakat umum mengenai kesetaraan gender dan pentingnya memaksimalkan pembangunan sosial dan ekonomi, khususnya melalui penyetaraan akses ke pendidikan tinggi.

Partisipasi Perempuan di Bidang STEM

Partisipasi Perempuan di Bidang STEMPartisipasi Perempuan di Bidang STEM/ Foto: Freepik/Freepik

Berdasarkan data dari UNESCO, kurang dari 30 persen peneliti di seluruh dunia adalah perempuan dan hanya 30 persen pelajar perempuan memilih pendidikan tinggi di bidang yang berhubungan dengan STEM. Hal ini terjadi walaupun perempuan sering mengungguli pria dalam pendidikan formal.  

Pekerja di bidang STEM umumnya mendapatkan penghasilan dua pertiga lebih tinggi dibandingkan bidang non-STEM, maka pemberian peluang yang setara bagi perempuan untuk meniti karir di bidang STEM membantu memperkecil kesenjangan upah antar gender dan akan memberikan kontribusi besar untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) 5, yakni mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan.

Salah satu cara untuk meningkatkan inklusivitas adalah dengan membuka kesempatan bagi kelompok yang kurang terwakili. Sementara cara lainnya adalah dengan memastikan bahwa organisasi-organisasi membangun keterwakilan (mempertimbangkan kelompok-kelompok yang berbeda di masyarakat) sebagai sesuatu yang baik dan berharga, karena hal ini dapat meningkatkan kebijakan dan hasil yang hendak dicapai.

Kisah Perempuan Indonesia Inspiratif di Bidang STEM

Virtual Talk Show Virtual Talk Show "Women in STEM: Go For It!"/ Foto: Dok. British Council

Sering kali, perempuan merasa tidak bisa berkarier di STEM. Di sisi lain, mereka juga mengkhawatirkan peluang mereka untuk menyeimbangkan antara karier sukses dengan kehidupan berkeluarga, khususnya di sektor-sektor yang masih didominasi oleh pria. 

Melihat fenomena tersebut, Kedutaan Besar Inggris Jakarta dan British Council Indonesia mendorong perempuan Indonesia untuk percaya diri dalam meniti karir di bidang STEM. Melalui virtual talk show bertajuk "Women in STEM: Go For It!" pada Selasa (15/3), menghadirkan berbagai perempuan inspiratif yang berkecimpung di bidang STEM demi memotivasi perempuan Tanah Air untuk meraih mimpinya.

Dewi Norytyas, seorang penerima beasiswa yang kini tengah menempuh pendidikan di bidang STEM di Inggris mengungkapkan bahwa keinginan dan motivasi yang tinggi mendorongnya untuk berkecimpung di bidang tersebut. Tidak hanya itu, diakuinya dukungan lingkungan sekitar, seperti keluarga tentu sangat berperan penting.

Virtual Talk Show Virtual Talk Show "Women in STEM: Go For It!"/ Foto: Dok. British Council

Hadir pula Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Ketenagalistrikan Dr Sripeni Inten Cahyani yang membagikan kisahnya berkecimpung di bidang STEM. Semua berawal ketika ia duduk di bangku SMA. Ia mendapat nilai tinggi pada mata pelajaran Kimia dan sejak saat itu mulai tertarik di bidang STEM.

Karier Dr Sripeni Inten Cahyani terbilang cemerlang. Ia pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama PLN sekaligus Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN.

"Saya berpesan kepada perempuan yang sedang merintis karier, bahwa menjadi pemimpin itu sebuah seni, art of leadership. Tidak ada rumusan benar salah, karena itu adalah seni. Lalu, kesuksesan mana kala kita tahu anak didik kita berhasil. Itulah kesuksesan menurut saya," ungkapnya dalam virtual talk show "Women in STEM: Go For It!" pada Selasa (15/3).

British Council Tawarkan Beasiswa untuk Perempuan Indonesia di Bidang STEM

Sederet kiat buat persiapan wawancara beasiswa kuliah bagi calon mahasiswa/freepik/tirachardzBritish Council tawarkan beasiswa untuk perempuan Indonesia di bidang STEM/Foto: freepik/tirachardz

Di tahun 2022 ini, British Council akan mendukung 29 perempuan dari Asia Tenggara untuk menempuh pendidikan S2 atau Beasiswa Akademik Awal di universitas di Inggris, dalam bidang STEM. Inggris telah memprioritaskan hubungan dengan Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya sehingga kuota beasiswanya juga telah dilipatgandakan dari tahun lalu.

Beasiswa ini akan mempertemukan sektor pendidikan terkemuka Inggris dan perempuan berbakat dari Indonesia. Dari 100 universitas terbaik di dunia, 18 di antaranya ada di Inggris.

"Untuk menghadapi tantangan abad ke-21, kita membutuhkan lebih banyak perempuan dan anak perempuan belajar dan bekerja di bidang STEM. Tapi seringkali, aspek sosial ekonomi membatasi perempuan untuk mengedepankan ambisi profesional mereka. Inggris memiliki sektor pendidikan tinggi berskala internasional," ungkap Leighton Ernsberger, Direktur Pendidikan dan Bahasa Inggris, British Council melalui rilis yang diterima Beautynesia pada (15/3).

Beasiswa ini memungkinkan perempuan berbakat mengambil peluang yang dapat mengubah hidup mereka dengan mengembangkan karir dalam bidang STEM yang mereka pilih, kemudian memanfaatkan pengalaman mereka untuk memberikan dampak lebih besar ketika mereka kembali ke negaranya," ungkapnya.

So, tertarik berkarier di bidang STEM, Beauties? Go grab your chance!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id