3 Dampak Makan Telur Mentah bagi Kesehatan Tubuh

Pratitis Nur Kanariyati | Beautynesia
Minggu, 18 Oct 2026 17:30 WIB
1. Protein dalam Telur Mentah tidak Terserap Optimal oleh Tubuh
Ilustrasi telur/Foto: Magnific.com/azerbaijan_stockers

Viral soal kasus bayi yang meninggal lantaran mengonsumsi telur mentah, sebahaya itukah telur bagi tubuh jika dikonsumsi mentah? Bukankah telur kaya nutrisi?

Sebagian orang masih menganggap bahwa makan telur mentah maupun matang sama saja khasiatnya. Bahkan, ada yang meyakini mengonsumsi telur mentah dapat menambah stamina. Fakta atau hoaks?

Bicara soal nutrisi pada telur, merujuk Healthline, telur utuh adalah sumber kolin, lemak omega-3, dan protein yang baik, serta lebih kaya akan vitamin A dan E.

Menurut penelitian dan pakar, ada tiga hal yang perlu diketahui sebelum mengonsumsi telur mentah. Sekalipun memberikan manfaat, nyatanya ada dampak buruk yang bisa mematikan kesehatan.

1. Protein dalam Telur Mentah tidak Terserap Optimal oleh Tubuh

Ilustrasi telur/Foto: Magnific.com/azerbaijan_stockers

Penyerapan protein oleh tubuh lebih banyak didapatkan dari konsumsi telur yang sudah matang. Hal ini dipaparkan dalam penelitian yang telah dipublikasikan di International Journal of Food Sciences and Nutrition.

Studi mengungkapkan, protein dalam telur mentah hanya bisa diserap tubuh sebesar 50 persen. Sementara pada telur matang, protein yang diserap tubuh mampu mencapai 90 persen.

Bagaimana ini bisa terjadi? Suhu panas saat proses memasak dinilai dapat mengubah struktur protein pada telur, sehingga protein lebih mudah dicerna tubuh.

2. Berpotensi Terinfeksi Salmonella, yang Bisa Berujung Kematian

Ilustrasi telur/Foto: Magnific.com/azerbaijan_stockers

Telur dapat terkontaminasi bakteri seperti Salmonella. Melansir Verywell Health, kontaminasi ini terjadi di dalam sistem reproduksi ayam sebelum cangkangnya terbentuk, atau setelah telur dikeluarkan saat melewati saluran yang sama dengan tempat keluarnya kotoran.

Merujuk sumber lain, bakteri Salmonella bisa menembus cangkang telur dan masuk hingga ke bagian putih telur. Mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi Salmonella dapat mengakibatkan rasa mual hingga keracunan.

“Infeksi Salmonella bisa memicu kejang, mual, muntah, diare, bahkan kematian. Jadi, banyak efek buruknya daripada manfaat yang didapat dari konsumsi telur mentah,” kata Dosen sekaligus ahli gizi UGM, Dr. Toto Sudargo, SKM., M.Kes., pada laman website UGM.

Telur mentah tidak disarankan untuk dikonsumsi, termasuk pada orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya lansia dan bayi, hingga ibu hamil.

3. Menghambat Tubuh Menyerap Biotin yang Ada pada Kuning Telur

Ilustrasi telur/Foto: Magnific.com/azerbaijan_stockers

Kuning telur kaya biotin yang larut dalam air. Vitamin tersebut diperlukan tubuh dalam proses metabolisme dan pencernaan gula dalam darah. Di sisi lain, putih telur mengandung zat protein bernama avidin, yang berefek negatif pada tubuh karena kemampuannya mengikat biotin.

Supaya tubuh dapat mencerna biotin dengan baik tanpa gangguan protein avidin, maka telur harus dimasak terlebih dahulu.

“Protein avidin pada putih telur mentah akan mengikat biotin, sehingga tubuh tidak bisa menyerapnya dengan baik. Oleh karena itu, memasak telur membuat tubuh dapat memanfaatkan biotin itu,” jelas Prof. Ronny Rachman Noor, pakar Genetika Ekologi IPB University.

Itu dia bahaya makan telur mentah. Meskipun banyak diklaim memberikan manfaat, tetap saja dampak buruk makan telur mentah bisa lebih fatal.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE