Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Stevia yang Sering Dijadikan Pengganti Gula
Beberapa tahun belakangan ini, stevia sudah mengambil alih pamor pemanis pengganti gula yang katanya jauh lebih sehat karena lebih rendah kalori. Stevia sendiri adalah jenis tanaman semak dengan nama ilmiah Stevia rebaudiana. Daun stevia ini sudah sangat lama dimanfaatkan sebagai pemanis alami oleh masyarakat Amerika Selatan.
Daun stevia punya rasa manis yang sangat kuat. Melansir dari Experimental and Clinical Science Journal, pemanis stevia punya rasa manis sampai 250-300 kali lipat daripada gula biasa. Satu sendok teh stevia saja bisa memberikan rasa manis setara dengan satu cangkir gula pasir.
Melihat dari level kemanisan dan jumlah kalorinya, wajar saja kalau alternatif pemanis alami ini sangat digemari masyarakat. Namun, penggunaan stevia tetap harus bijak karena alternatif gula pasir ini juga punya sisi negatifnya. Nah, supaya kamu bisa lebih bijak dalam menggunakan stevia, kenali dulu apa saja kelebihan dan kekurangannya. Simak!
Kelebihan Stevia
Tanaman stevia / Foto: pixabay.com/13082
Beauties, berikut adalah deretan kelebihan stevia sebagai pengganti gula:
- Berasal dari bahan alami: Meski bentuknya di pasaran beragam, asalnya tetap dari bahan alami, yaitu tanaman stevia.
- Tingkat kemanisan tinggi: Pakai sedikit saja sudah manis, menjadi lebih hemat dan efisien dalam penggunaan.
- Rendah/nol kalori: Meski tidak terlalu berefek besar, setidaknya bisa bantu mengurangi asupan kalori bagi yang sedang membatasi kalori tapi tetap ingin makan manis.
- Tidak mengubah nilai gizi makanan: Stevia termasuk pemanis non-nutritif yang artinya tidak menambahkan kandungan gizi apapun ke dalam makanan atau minuman. Jadi, komposisi nutrisi makananmu tetap terjaga seperti semula.
- Pilihan yang lebih baik untuk penderita diabetes: Stevia dapat membantu mengontrol lonjakan gula darah lebih rendah dibandingkan gula pasir biasa. Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya.
Kekurangan Stevia
Ilustrasi mengaduk kopi / Foto: pexels.com/Karola G
Sementara itu, inilah kekurangan dari penggunaan stevia:
- Tidak memberikan nilai gizi: Pemanis ini tidak bisa memberikan nilai gizi apapun selain rasa manis.
- Bisa memicu kompensasi kalori berlebih: Merasa aman karena pakai stevia yang rendah kalori, orang jadi punya kecenderungan untuk makan lebih banyak tanpa disadari.
- Meninggalkan rasa pahit di lidah: Bagi yang terbiasa dengan pemanis gula, mungkin perlu pembiasaan dengan profil rasa stevia yang meninggalkan sensasi pahit setelah dikonsumsi.
- Efek samping pada beberapa kasus: Pada beberapa orang, stevia bisa menimbulkan efek samping seperti mual, begah, dan kembung. Melansir dari WebMD, stevia dapat memengaruhi bakteri baik di perut hingga menyebabkan kembung.
- Harga lebih mahal: Dibandingkan gula pasir biasa, harga stevia cenderung lebih tinggi.
|
Baca Juga : 5 Manfaat Dark Chocolate bagi Kesehatan
|
Jadi, Apakah Stevia Aman Jadi Alternatif Pengganti Gula?
gula dan stevia / Foto: pinterest.com/Business Insider
Secara umum, stevia dinilai aman digunakan sebagai alternatif pemanis alami atau pendamping gula pasir. Bagi yang baru pertama coba, mungkin akan merasakan sensasi manis yang berbeda dengan gula biasa. Namun, sebelum menggunakannya sebagai alternatif pemanis, tes dulu pada beberapa masakan lalu nilai apakah rasa dan konsistensi akhirnya sesuai dengan lidahmu.
Kalau kamu punya riwayat kesehatan khusus atau kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu dengan tenaga medis sebelum menggunakan stevia secara rutin, mengingat penelitian tentang efek pemakaian stevia masih sangat terbatas.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!