BILLBOARD
970x250

4 Mitos Gangguan Bipolar yang Sebaiknya Berhenti Dipercaya, Ada yang Sering Kamu Dengar?

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Rabu, 01 Jun 2022 10:30 WIB
4 Mitos Gangguan Bipolar yang Sebaiknya Berhenti Dipercaya, Ada yang Sering Kamu Dengar?

Belakangan ini, istilah bipolar semakin santer diperbincangkan. Bagaimana tidak, jenis gangguan mental yang satu ini diketahui diidap oleh beberapa public figure sehingga semakin banyak yang penasaran tentang seperti apa sebenarnya bipolar itu.

Namun sayangnya, masih banyak miskonsepsi mengenai bipolar sehingga muncul lah beberapa mitos. Dikutip dari Healthline, berikut adalah beberapa mitos mengenai gangguan bipolar.

Gangguan Bipolar Hanyalah Perubahan Suasana Hati

Ilustrasi perasaan sedih/ Foto: Freepik.com/shisuka
Ilustrasi perasaan sedih/ Foto: Freepik.com/shisuka

Salah satu mitos yang kerap dikaitkan dengan bipolar adalah kesamaannya dengan perubahan suasana hati alias moody. Padahal nyatanya, bipolar itu tidak bisa disamakan dengan moody.

Gangguan bipolar sangat berbeda dengan perubahan suasana hati karena orang dengan gangguan bipolar dapat mengalami perubahan ekstrim dalam suasana hati, energi, aktivitas, konsentrasi, kemampuan melakukan aktivitas harian, juga tidur.

Meski itu merupakan gejalanya, namun seorang manajer penelitian psikiatri di salah satu universitas Amerika Serikat yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan bahwa “hanya karena kamu bangun dengan bahagia, menjadi pemarah di tengah hari dan kemudian berakhir bahagia lagi, itu tidak berarti kamu memiliki gangguan bipolar”.

Sehingga hindari untuk self diagnosed ya, Beauties. Tetapi seseorang didiagnosa depresi oleh psikiater.

Orang dengan Gangguan Bipolar Selalu Mengalami Depresi

Ilustrasi depresi/ Foto: Freepik.com/grooveriderz
Ilustrasi depresi/ Foto: Freepik.com/grooveriderz

Mitos berikutnya ini juga tidak sepatutnya dipercaya, Beauties. Orang dengan gangguan bipolar bisa mengalami suasana hati yang seimbang dalam waktu yang lama atau disebut dengan euthymia. Sebaliknya, mereka juga mungkin mengalami episode campuran yang memiliki ciri-ciri depresi pada saat yang bersamaan.

Ini artinya ketika dalam fase euthymia, mereka dalam keadaan tenang dan stabil.

Semua Obat untuk Gangguan Bipolar Adalah Sama

Ilustrasi makan obat/ Foto: Freepik.com/interstid
Ilustrasi makan obat/ Foto: Freepik.com/interstid

Hal berikutnya yang juga menjadi mitos adalah bahwa obat untuk gangguan bipolar adalah sama. Faktanya, mungkin perlu beberapa trial dan error untuk menemukan obat yang cocok untuk pengidap bipolar.

Manajer penelitian psikiatri menjelaskan bahwa ada beberapa obat penstabil suasana hati/ antipsikotik yang tersedia  untuk mengobati gangguan bipolar. Namun, obat yang bekerja dengan baik untuk satu orang belum tentu bisa juga bisa bekerja dengan baik pada orang lain.

Gangguan Bipolar Dapat Disembuhkan Melalui Diet dan Olahraga

Ilustrasi selesai olahraga/ Foto: Freepik.com/odua
Ilustrasi selesai olahraga/ Foto: Freepik.com/odua

Meskipun diet dan olahraga menjadi salah satu bagian yang disebut-sebut bisa mengatasi bipolar, namun pada faktanya menyebutkan bahwa gangguan bipolar adalah penyakit seumur hidup dan saat ini belum ada obatnya.

Meski demikian, seseorang dengan gangguan ini bisa mengalami periode lama tanpa gejala saat dikelola dengan baik dengan pengobatan, terapi wicara, menghindari stres, mempertahankan pola tidur, makan dan olahraga teratur.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE