sign up SIGN UP

5 Bahan Herbal untuk Bantu Seimbangkan Hormon

Budi Rahmah Panjaitan | Beautynesia
Senin, 28 Jun 2021 17:00 WIB
5 Bahan Herbal untuk Bantu Seimbangkan Hormon
caption

Hormon merupakan zat kimia pada tubuh yang menjadi bagian dari sistem endokrin dan berpengaruh terhadap aktivitas sel-sel dalam tubuh. Hormon juga berperan penting dalam mengatur pertumbuhan, metabolisme, suhu, reproduksi bahkan suasana hati. Oleh karena itu, keseimbangan hormon dalam tubuh sangat diperlukan.

Jika tidak, maka bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya. Baik itu hormon yang terlalu sedikit ataupun hormon yang terlalu banyak. Beberapa efek samping yang dimaksud seperti infertilitas, stres oksidatif dan gangguan endokrin.

Untuk itu, berbagai upaya dilakukan supaya hormon tetap seimbang. Salah satunya dengan mengonsumsi bahan-bahan herbal yang dapat membantu menyeimbangkan hormon. Apa saja bahan herbal tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini.

1. Jintan Hitam

Jintan hitam bantu seimbangkan hormon di dalam tubuh/freepik.com
Jintan hitam bantu seimbangkan hormon/freepik.com

Bahan herbal yang satu ini memiliki khasiat obat, karena mengandung thymoquinone, sejenis fitonutrien atau senyawa tanaman. Dalam penelitian yang dilakukan pada hewan, terbukti bahwa ekstrak jintan hitam dapat membantu mengatur kadar insulin, testosteron, hormon luteinizing, dan hormon tiroid.

Selain itu, ekstrak jintan hitam juga menunjukkan aktivitas estrogenik, yang berarti ia bertindak mirip dengan hormon estrogen dalam tubuh. Meski demikian, perlu diingat bahwa sebagian besar penelitian ini memang dilakukan pada hewan dan menggunakan ekstrak pekat jintan hitam. Oleh karenanya, meski menggunakan biji utuh jintan hitam ke dalam masakan bisa menjadi sehat, manfaat yang diberikan bisa saja berbeda.

2. Ashwagandha

Ashwagandha bahan herbal yang membantu seimbangkan hormon/freepik.com
Ashwagandha/freepik.com

Selanjutnya ada ashwagandha atau yang dikenal juga sebagai ginseng India. Bahan herbal yang satu ini memang sudah dikenal luas dalam pengobatan herbal. Ada banyak suplemen ashwagandha, baik itu berupa bubuk akar maupun teh yang dijual di pasaran.

Ashwaganda diyakini dapat membantu tubuh mengatasi stres dengan cara memoderasi sumbu hipotalamus hipofisis adrenal (HPA) otak. Sumbu HPA akan menghasilkan dan melepaskan banyak hormon, termasuk hormon kortisol yang  terkait dengan respon tubuh terhadap stres.

Sebuah studi pada tahun 2019, yang dilakukan terhadap 60 orang dewasa yang mengonsumsi 125-300 mg ekstrak akar ashwagandha dua kali sehari selama 8 minggu, didapatkan hasil bahwa mereka mengalami tingkat stres yang lebih rendah, tidur yang lebih baik, dan kadar kortisol darah yang lebih rendah.

Studi lainnya pada 2018 yang dilakukan terhadap orang dewasa dengan peningkatan kadar hormon perangsang tiroid (TSH), menemukan bahwa mengonsumsi 600 mg ekstrak ashwagandha pekat setiap hari meningkatkan kadar TSH. Meski demikian, beberapa kondisi tertentu membuat ashwaganda tidak disarankan. Seperti hamil, meyusui, orang-orang dengan gangguan autoimun maupun tiroid.

Marjoram bantu seimbangkan hormon dalam tubuh/freepik.com
Marjoram bantu seimbangkan hormon/freepik.com

3. Marjoram

Marjoram juga menjadi bahan hebal yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional berbagai penyakit. Adapun khasiatnya tersebut diyakini berasal dari kandungan asam fenolik dan flavonoid di dalamnya. Penelitian awal tentang marjoram pada manusia dan hewan telah mengevaluasi bagaimana bahan herbal ini dapat mengurangi stres dan membantu orang dengan PCOS.

Sebuah penelitian baru-baru ini juga menemukan bahwa tikus yang diinduksi dengan PCOS kemudian diobati dengan marjoram menunjukkan peningkatan kadar estradiol, yaitu hormon yang diproduksi oleh ovarium.

4. Chasteberry

Chasteberry membantu seimbangkan hormon/freepik.com
Chasteberry/freepik.com

Bahan herbal berikutnya ini biasanya dijual dalam bentuk kapsul dan juga ekstrak. Cara konsumsinya juga sering dikombinasikan dengan bahan heerbal lain seperti black cohosh. Biasanya, chasteberry dipasarkan sebagai obat untuk mengobati gejala menopause dan mendukung kesehatan reproduksi wanita.

Chasteberry mengandung senyawa diterpenoid, yang mungkin bertanggung jawab atas efek potensial suplemen ini pada hormon seperti prolaktin dan neurotransmitter dopamin. Beberapa tinjauan literatur juga memberitahu bahwa chasteberry dapat menurunkan kadar prolaktin dalam darah. Studi lainnya juga melihat kemampuan bahan herbal ini untuk meredakan gejala menopause dan membantu mengobati masalah infertilitas dan PCOS.

Meskipun tampaknya chasteberry dapat membantu menyeimbangkan hormon tertentu seperti prolaktin, banyak ilmuwan setuju bahwa penelitian lebih lanjut pada manusia masih diperlukan lebih jauh, untuk membuat kesimpulan tentang keefektifannya.

5. Akar Black Cohosh

Akar black cohosh membantu menyeimbangkan hormon/freepik.com
Akar black cohosh/freepik.com

 

Tanaman herbal black cohosh berasal dari keluarga tanaman yang sama dengan nigella sativa. Biasanya black cohosh ini hadir dalam bentuk ekstrak, teh dan juga kapsul di pasaran. Zat obat dalam black cohosh diyakini berasal dari senyawa glikosida triterpen yang ada di dalamnya.

Baik secara historis maupun saat ini, black cohosh telah dan digunakan untuk membantu masalah kesehatan wanita seperti ketidakteraturan menstruasi, sindrom pramenstruasi (PMS), dan gejala menopause.

Seperti Nigella sativa, black cohosh mungkin bertindak sebagai fitoestrogen. Beberapa penelitian juga  menemukan black cohosh untuk meredakan gejala menopause lebih efektif. Meski demikian, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi bahan herbal ini.


Our Sister Site

mommyasia.id