5 Cara Alami Atasi Asam Urat Akibat Makan Jeroan saat Iduladha Tanpa Obat

Hanny A | Beautynesia
Kamis, 28 May 2026 17:00 WIB
4. Tingkatkan Volume Minum Air Putih
Menuang air minum / Foto: pexels.com/Yaroslav Shuraev

Hari Raya Iduladha sampai hari Tasyrik selalu identik dengan tradisi menyembelih hewan kurban dan "pesta daging". Salah satu bagian yang tak luput dari incaran adalah jeroan (seperti hati, babat, atau usus) karena kelezatannya. 

Menurut jurnal Nutrients, jeroan hewan sebenarnya kaya akan protein berkualitas, vitamin, dan nutrisi penting lainnya yang kandungannya setara atau bahkan melebihi daging merah biasa. Sayangnya, jeroan juga menyimpan kandungan purin (zat alami makanan yang akan diubah tubuh menjadi asam urat) yang sangat tinggi. 

Konsumsi jeroan berlebih bisa memicu hiperurisemia (kondisi kadar asam urat terlalu tinggi di dalam darah) yang berujung pada serangan penyakit gout (asam urat) atau radang sendi yang menyiksa. Agar momen hari raya tidak berakhir dengan nyeri sendi, berikut adalah cara alami menurunkan kadar asam urat tanpa obat.

1. Minum Air Lemon

Air lemon / Foto: pexels.com/çiğdem çelenk

Langkah detoksifikasi paling segar setelah mengonsumsi hidangan jeroan adalah dengan memanfaatkan buah lemon. Kamu bisa memeras setengah buah lemon ke dalam segelas air hangat dan meminumnya secara rutin untuk membantu menetralkan kadar asam urat di dalam tubuh.

Sebuah studi kohort (penelitian yang mengamati sekelompok orang dalam jangka waktu tertentu) dari International Journal of Rheumatic Diseases menemukan bahwa setelah 6 minggu mengonsumsi air lemon, terjadi penurunan kadar asam urat yang signifikan. Air lemon terbukti dapat menjadi terapi pendamping alami yang sangat bermanfaat bagi penderita penyakit asam urat dan hiperurisemia.

2. Konsumsi Jus Seledri

Ilustrasi jus seledri dan bahan lainnya / Foto: pexels.com/Polina Tankilevitch

Selain air lemon, segelas jus seledri murni bisa menjadi penyelamat saat persendian mulai terasa kaku dan nyeri setelah menyantap hidangan kurban. Ramuan hijau ini bekerja cepat sebagai diuretik alami, yaitu kemampuan untuk merangsang tubuh membuang sisa zat sisa melalui air kencing.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, melalui akun Instagram resminya @bgsadikin pernah menyarankan masyarakat untuk minum jus seledri saat badan merasa nyeri setelah makan jeroan. Menurut Menkes, seledri memiliki kemampuan alami untuk membantu ginjal membersihkan dan menyaring kelebihan purin di dalam tubuh.

Kalau kurang suka dengan rasa seledri murni, kamu bisa menambahkan bahan lain ke dalam jus seledri, seperti jeruk nipis atau apel.

3. Terapkan Pola Makan Gaya DASH

Kacang-kacangan / Foto: pexels.com/Vanessa Loring

Jika kamu mencari solusi jangka panjang yang sifatnya pencegahan, mengubah pola makan pra dan pasca-lebaran bisa bantu mencegah kenaikan kadar asam urat. Fokus utama dari metode ini adalah mengistirahatkan tubuh dari asupan protein hewani dan beralih ke sumber makanan yang lebih ramah bagi tubuh.

Menurut riset yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition, menerapkan pola makan gaya DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension atau Pendekatan Pola Makan untuk Menghentikan Tekanan Darah Tinggi) yang menekankan pada protein nabati (seperti tempe, tahu, dan kacang-kacangan) terbukti efektif menurunkan kadar asam urat. Efektivitas diet ini bahkan lebih baik dalam mengontrol asam urat dibandingkan dengan pola makan yang tinggi karbohidrat atau lemak tak jenuh.

4. Tingkatkan Volume Minum Air Putih

Menuang air minum / Foto: pexels.com/Yaroslav Shuraev

Cara paling sederhana namun sering kali diabaikan adalah dengan menaikkan volume air putih yang masuk ke tubuh. Setelah mengonsumsi makanan padat purin, termasuk jeroan, tubuh membutuhkan lebih banyak cairan agar zat pemicu asam urat tersebut tidak mengendap di dalam ginjal maupun sendi.

Konsumsi air putih yang cukup (minimal 2-3 liter sehari) membantu ginjal bekerja jauh lebih efisien dalam menyaring dan mengeluarkan kelebihan asam urat melalui urine. Selain itu, hidrasi yang optimal bisa mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan. Tubuh yang kekurangan cairan dapat memperburuk dan mempercepat kemunculan gejala nyeri asam urat secara mendadak.

5. Manajemen Berat Badan

Ilustrasi upaya menurunkan berat badan / Foto: pexels.com/Gustavo Fring

Upaya mencegah dan mengatasi asam urat juga perlu dengan memerhatikan bagaimana kita mengelola berat badan. Jika kamu memiliki berat badan berlebih (overweight atau obese), perlu diketahui bahwa tumpukan lemak tubuh dapat menghambat proses pembuangan asam urat secara alami oleh ginjal.

Berdasarkan publikasi ilmiah dari American Journal of Lifestyle Medicine, risiko radang sendi dapat dikurangi secara signifikan dengan menurunkan berat badan melalui kombinasi modifikasi diet dan olahraga rutin. 

Namun ingat, lakukan penurunan berat badan ini secara bertahap. Penurunan berat badan yang terlalu drastis atau ekstrem justru berbahaya karena dapat memicu kondisi ketosis (kondisi tubuh kekurangan karbohidrat sehingga membakar lemak secara berlebihan), yang malah mendorong ginjal menyerap kembali asam urat ke dalam darah.

Menikmati hidangan Iduladha bersama keluarga adalah momen yang berharga. Namun kesehatan tubuh jangka panjang juga perlu dipikirkan. Supaya tidak selalu bergantung dengan obat-obatan kimia saat serangan nyeri datang, mulailah merancang pola hidup sehat yang berpusat pada kebutuhan tubuh dengan cara membatasi porsi makan jeroan atau makanan pemicu asam urat lainnya, mencukupi hidrasi tubuh, dan mengimbanginya dengan aktivitas fisik.

____

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE