5 Cara Melindungi Diri dari Abu Vulkanik Anak Krakatau

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Selasa, 08 Sep 2026 18:00 WIB
Perhatikan Air Minum di Rumah
Perhatikan Kebersihan Air Minum/Foto: Magnific

Abu vulkanik Anak Krakatau bukan cuma bikin kendaraan dan halaman rumah kotor. Partikelnya yang sangat halus juga bisa beterbangan di udara dan masuk ke saluran pernapasan atau mengiritasi mata. Jadi, kalau wilayahmu mulai terdampak abu, jangan cuma sibuk mencari sapu, ya, Beauties!

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan? Beberapa kebiasaan sederhana justru bisa membantu mengurangi paparan abu dalam aktivitas sehari-hari. Yuk, simak cara melindungi diri dari abu vulkanik berikut ini dilansir dari The International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN)!

Kurangi Berkendara Setelah Abu Jatuh

Hindari Berkendara Jauh/Foto: Magnific

Beauties, kalau setelah hujan abu kamu sebenarnya tidak punya keperluan mendesak untuk keluar, lebih baik di rumah dulu. Berkendara setelah abu turun dapat membuat kondisi jalan, jarak pandang, dan kualitas udara menjadi jauh lebih buruk.

Abu yang sudah mengendap di jalan juga bisa kembali beterbangan ketika dilewati kendaraan. Akibatnya, kamu justru semakin banyak menghirup partikel abu selama perjalanan.

Kalau memang harus berkendara, lakukan dengan sangat hati-hati. Kurangi kecepatan dan beri jarak yang lebih jauh dari kendaraan di depanmu. Dengan begitu, kamu bisa memiliki waktu lebih banyak untuk merespons ketika jarak pandang terganggu.

Tutup Pintu dan Jendela Rumah

Tutup Pintu dan Jendela/Foto: Magnific

Kalau di luar sedang banyak abu, jangan biarkan pintu dan jendela terbuka lebar hanya karena ingin mendapatkan udara segar. Dalam kondisi seperti ini, justru udara dari luar bisa membawa partikel abu masuk ke dalam rumah.

Jadi, salah satu cara mencegah abu vulkanik masuk ke ruangan adalah menjaga pintu dan jendela tetap tertutup selama memungkinkan. Terutama ketika abu sedang turun atau beterbangan cukup banyak.

Kalau kamu tinggal bersama anggota keluarga yang memiliki asma, bronkitis, atau gangguan pernapasan lainnya, langkah ini semakin penting. Usahakan mereka tetap berada di dalam ruangan dan menghindari paparan abu yang tidak diperlukan.

Pakai Masker dan Lindungi Mata

Gunakan Masker/Foto: Magnific

Nah, ini bagian yang jangan sampai dilewatkan. Kalau kamu harus keluar rumah atau melakukan aktivitas bersih-bersih, gunakan masker debu yang efektif untuk mengurangi partikel abu yang masuk melalui hidung dan mulut.

Kalau belum memiliki masker yang sesuai, masker kain dapat membantu menyaring partikel abu berukuran lebih besar, meskipun perlindungannya tidak sebaik masker yang memang dirancang untuk menyaring partikel. Kain yang sedikit dibasahi juga dapat meningkatkan kemampuan penyaringannya.

Bukan cuma hidung dan mulut yang perlu dilindungi. Mata juga bisa mengalami iritasi akibat partikel abu. Karena itu, gunakan kacamata pelindung atau kacamata biasa. Buat kamu yang memakai lensa kontak, sebaiknya gunakan kacamata terlebih dahulu untuk mengurangi risiko mata tergores atau teriritasi.

Perhatikan Air Minum di Rumah

Perhatikan Kebersihan Air Minum/Foto: Magnific

Coba cek tempat penyimpanan air di rumahmu. Kalau kamu mengandalkan air hujan atau sumber air yang terbuka, abu vulkanik bisa ikut masuk dan mencemarinya.

Setelah hujan abu ringan, air yang terkena abu biasanya masih dapat diminum setelah partikelnya disaring. Namun, kondisi ini tidak selalu berlaku untuk semua sumber air, terutama air permukaan yang sudah melalui proses desinfeksi.

Karena itu, lebih baik jangan menunggu sampai air di rumah berubah rasa atau warna. Salah satu cara melindungi diri dari abu vulkanik yang paling aman adalah menyiapkan persediaan air minum sebelum kondisi semakin buruk.

Kalau kamu menggunakan air hujan, tutup tangki penampungan dan lepaskan saluran yang mengarah ke tangki sebelum abu turun. Idealnya, siapkan persediaan air yang cukup untuk kebutuhan setidaknya satu minggu.

Jangan Asal Membersihkan Abu

Bersihkan Debu dengan Seksama/Foto: Magnific

Melihat halaman atau atap penuh abu memang bikin tangan gatal ingin langsung menyapu. Tapi, tahan dulu, Beauties! Menyapu abu dalam kondisi kering justru bisa membuat partikelnya beterbangan dan meningkatkan paparan.

Sebelum membersihkannya, kamu bisa sedikit membasahi endapan abu agar tidak mudah beterbangan. Namun, jangan sampai terlalu basah, terutama ketika membersihkan atap. Endapan yang terlalu berat karena menyerap banyak air dapat menambah beban dan meningkatkan risiko atap roboh.

Penggunaan selang air dalam jumlah besar juga sebaiknya dipertimbangkan. Selain boros air, cara tersebut dapat menyebabkan persediaan air berkurang, terutama di wilayah dengan banyak penduduk.

Jadi, cara melindungi diri dari abu vulkanik bukan cuma soal memakai masker. Cara kamu membersihkan abu juga menentukan seberapa banyak partikel yang kembali masuk ke udara.

Abu vulkanik memang bisa membuat situasi di sekitar rumah terasa tidak nyaman. Namun, kamu tidak perlu panik. Fokus saja mengurangi paparan sebanyak mungkin. Pastikan kamu juga sudah tahu cara melindungi diri dari abu vulkanik dengan benar.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE