5 Hal Seputar Kesehatan Mental yang Paling Sering Salah Kaprah Menurut UNICEF

Gabriella Gebby | Beautynesia
Selasa, 10 Oct 2023 20:30 WIB
Tidak Semua Orang Perlu Memperhatikan Kesehatan Mental
Mitos Kesehatan Mental/Foto: pexels.com/Tirachard Kumtanom

Isu kesehatan mental mulai disadari oleh banyak orang beberapa tahun belakangan. Kesehatan mental berkaitan dengan kondisi psikis serta emosi seseorang dalam merespon interaksi maupun pengalaman dalam hidup. Seseorang dengan kondisi mental sehat memiliki hidup yang lebih tenang dan damai. 

Kesehatan mental kadang disalah artikan sehingga memicu asumsi yang bukan fakta. Dilansir dari website UNICEF, ada beberapa mitos mengenai kesehatan mental. Yuk disimak lebih lanjut! 

Tidak Semua Orang Perlu Memperhatikan Kesehatan Mental

Mitos Kesehatan Mental/Foto: pexels.com/Tirachard Kumtanom

Cukup banyak yang beranggapan bahwa yang harus memperhatikan kesehatan mental hanya orang yang mengalami gangguan pada kesehatan mentalnya. Sebab itu, cukup banyak orang yang tidak mengenali pertanda gangguan pada mentalnya yang dirasa baik-baik saja padahal sudah menunjukkan perilaku yang berbeda. Setiap orang sebaiknya mengenali perubahan-perubahan kecil yang terjadi pada diri sendiri. Mintalah kepada orang terdekat apabila membutuhkan bantuan.

Tingkat Kecerdasan Berpengaruh Pada Kesehatan Mental

Mitos Kesehatan Mental/Foto: pexels.com/Alexander Suhorucov

Gangguan kesehatan mental dapat terjadi pada siapapun tanpa memandang jenis kelamin, usia, maupun pendapatan. Pemicu gangguan ini dapat muncul dari beberapa faktor misalnya pengalaman yang membuat trauma dan genetik. Bahkan bisa saja gabungan dari kedua faktor tersebut.

Gangguan Kesehatan Mental Tidak Terjadi pada Remaja

Mitos Kesehatan Mental/Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio

Banyak yang meyakini bahwa perasaan yang berubah-ubah pada remaja terjadi karena hormon. Ternyata, penyebab kematian tertinggi adalah tindakan bunuh diri oleh remaja. Sekitar 14% remaja di dunia mulai mengalami mental yang tidak sehat. Gangguan kesehatan mental pada remaja mulai dapat terlihat dari usia 14 tahun.

Orang dengan Gangguan Kesehatan Mental Sulit Dilindungi

Mitos Kesehatan Mental/Foto: pexels.com/Andre Furtado

Asumsi bahwa orang yang mengalami gangguan kesehatan mental sulit dilindungi adalah sebuah kesalahan. Perlindungan bagi orang-orang yang kesehatan mentalnya tidak stabil dapat dilakukan mulai dari lingkungan terdekat misalnya keluarga, pertemanan, maupun sekolah. Seseorang akan merasa aman apabila diberikan afirmasi positif, dukungan saat mengalami kegelisahan, menjadi pendengar yang setia, serta pengingat untuk menerapkan pola tidur yang tepat.

Orang yang Kuat Tidak Dapat Mengalami Gangguan Kesehatan Mental

Mitos Kesehatan Mental/Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio

Kepribadian yang kuat maupun fisik yang sehat tidak menjadi tolak ukur kesehatan mental seseorang. Faktanya, gangguan kesehatan mental dapat dialami siapa saja, bahkan orang yang terlihat baik-baik saja dari luar. Gangguan ini dapat dideteksi dari perilaku yang tiba-tiba berubah dan sulit dikontrol. 

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE