sign up SIGN UP

5 Jenis Depresi Tapi Sering Gak Disadari, Bisa Bikin Tergoncang!

Lifia Mawaddah Putri | Beautynesia
Sabtu, 19 Jun 2021 14:30 WIB
5 Jenis Depresi Tapi Sering Gak Disadari, Bisa Bikin Tergoncang!
caption

Kamu pasti pernah mendengar tentang depresi, bukan? Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang cukup serius dan umum terjadi. Tapi ternyata, tiap depresi enggak sama lho! Depresi memiliki jenis yang berbeda-beda. Berikut ini, Beautynesia.id sudah merangkum 5 jenis depresi beserta gejalanya. Dengan mengetahui jenis-jenisnya, kamu pun bisa menurunkan risiko terjadinya depresi ini dan tepat dalam menanganinya. Yuk simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Depresi Mayor

Salah satu jenis deprei yang paling umum terjadi adalah depresi mayor. Jenis depresi ini ditandai dengan gejala kesedihan, putus asa dan kesepian.
Stres/freepik.com

Salah satu jenis depresi yang paling umum terjadi adalah depresi mayor. Jenis depresi ini ditandai dengan gejala kesedihan, putus asa dan kesepian. Umumnya, gejala ini berlangsung selama lebih dari dua minggu. Gejala lain yang dialami oleh seseorang yang mengalami depresi mayor adalah hilangnya nafsu makan, lemas, dan cenderung menghindar dari lingkungan.

Depresi Situasional

Depresi Situasional terjadi akibat respons otak terhadap stres. Seseorang yang mengalami depresi ini ditandai dengan munculnya gejala murung, perubahan pola tidur dan pola makan. Selain itu, kondisi ini juga akan terjadi saat seseorang mengalami tekanan mental yang cukup tinggi. Berbeda dari depresi lainnya, jenis yang satu ini umumnya terjadi secara tidak menentu.

Depresi Postpartum

Umumnya, depresi postpartum terjadi pada wanita beberapa minggu atau bulan setelah melahirkan.
Stres/freepik.com

Umumnya, depresi postpartum terjadi pada wanita beberapa minggu atau bulan setelah melahirkan. Gejala depresi jenis ini cukup berdampak bagi kesehatan dan ikatan batin antara bayi dengan sang ibu. Penyebab utama seseorang mengalami depresi ini adalah perubahan hormone. Ketika hormone estrogen dan progesterone sebelumnya cukup tinggi, pada masa kehamilan kedua hormone tersebut justru menurun secara drastic setelah melahirkan.

Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar juga merupakan salah satu jenis depresi. Seseorang yang mengalami jenis depresi ini ditandai dengan dua suasana hati yang bertolak belakang yaitu mania dan depresi. Mania ditandai dengan munculnya perilaku atau emosi yang meluap-luap.

Misalnya seperti rasa gembira atau semangat yang sulit dikendalikan. Sedangkan depresi ditandai dengan rasa tidak berdaya, putus asa, dan sedih. Kondisi ini pun umumnya membuat pengidapnya mengurung diri, enggan mengurus diri dan bahkan sulit fokus saat berbicara.

Distimia

Distimia adalah jenis depresi yang biasanya berlangsung selama 2 tahun atau lebih. Tingkat keparahan dari depresi ini bisa lebih ringan atau lebih berat dibandung jenis depresi sebelumnya.
Stres/freepik.com

Distimia adalah jenis depresi yang biasanya berlangsung selama 2 tahun atau lebih. Tingkat keparahan dari depresi ini bisa lebih ringan atau lebih berat dibanding jenis depresi sebelumnya. Walaupun jenis depresi ini enggak mengganggu pola aktivitas sehari-hari, namun distimia dapat mempengaruhi kualitas hidup pengidapnya. Pengidap distimia akan merasa enggak percaya diri, sulit konsentrasi, pola pikir terganggu, serta mudah putus asa.

(arm2/arm2)

Our Sister Site

mommyasia.id