5 Makanan di Bulan Puasa yang Sebaiknya Dibatasi Penderita Kolesterol

Yemima Prasetya Christiana Putri | Beautynesia
Minggu, 08 Mar 2026 17:30 WIB
5 Makanan di Bulan Puasa yang Sebaiknya Dibatasi Penderita Kolesterol
Makanan yang tidak boleh dikonsumsi penderita kolesterol/Foto: freepik.com/freepik

Bulan puasa identik dengan berbagai hidangan lezat yang menggugah selera saat berbuka. Setelah seharian menahan lapar dan haus, banyak orang cenderung memilih makanan manis, gurih, dan berlemak. Namun, bagi penderita kolesterol tinggi, kebiasaan ini perlu lebih diperhatikan karena tidak semua makanan favorit saat Ramadan aman dikonsumsi secara bebas.

Kadar kolesterol yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah. Oleh karena itu, penting bagi penderita kolesterol untuk lebih selektif dalam memilih menu berbuka dan sahur. Yuk, pahami makanan apa saja yang pantang dikonsumsi untuk mencegah lonjakan kolesterol selama bulan puasa.

1. Gorengan

Ilustrasi gorengan/Foto: pexels.com/natan-machado-fotografia-gastronomica-162809799

Gorengan menjadi menu favorit saat berbuka puasa karena rasanya gurih dan renyah. Namun, makanan ini dimasak dengan teknik deep frying yang membuatnya menyerap banyak minyak. Minyak yang digunakan berulang kali dapat menghasilkan lemak trans dan lemak jenuh yang berbahaya bagi kesehatan jantung.

Mengknsumsi gorengan secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis) yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

2. Kolak

Ilustrasi kolak/Foto: instagram.com/dapoer_link

Kolak identik dengan kuah santan dan gula merah yang manis. Santan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi, sementara gula merah mengandung gula sederhana yang dapat meningkatkan kadar trigliserida bila dikonsumsi berlebihan.

Asupan santan berlebihan dapat memicu kenaikan kadar kolesterol dalam darah. Sementara itu, konsumsi gula yang tinggi dapat meningkatkan kadar trigliserida, yaitu jenis lemak dalam darah yang juga berperan dalam risiko penyakit jantung. Jika sering dikonsumsi tanpa kontrol porsi, kolak dapat memperburuk kondisi penderita kolesterol tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

3. Rendang

Ilustrasi rendang/Foto: instagram.com/dapur_mantaps

Rendang dibuat dari daging merah yang dimasak lama dengan santan hingga kuahnya mengering dan lemaknya semakin pekat. Daging merah sendiri mengandung lemak jenuh, terlebih jika menggunakan bagian berlemak.

Kombinasi daging berlemak dan santan kental dapat meningkatkan kadar kolesterol secara signifikan jika dikonsumsi terlalu sering. Selain itu, kandungan garam yang tinggi dalam rendang dapat memperberat tekanan darah. Pada penderita kolesterol, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah dan gangguan jantung.

4. Opor Ayam

Ilustrasi opor ayam/Foto: instagram.com/astonjember

Opor ayam biasanya menggunakan santan kental dan sering kali dimasak bersama kulit ayam. Kulit ayam mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi, sehingga menambah beban lemak dalam hidangan ini.

Konsumsi opor ayam secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Jika dikombinasikan dengan pola makan tinggi lemak lainnya selama bulan puasa, risiko kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme akan semakin besar. Dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

5. Martabak (Manis dan Telur)

Ilustrasi martabak/Foto: instagram.com/dapursaturasa_

Martabak manis mengandung banyak gula, mentega atau margarin, serta susu kental manis. Sementara martabak telur digoreng dengan minyak cukup banyak dan sering menggunakan daging cincang berlemak.

Kandungan lemak jenuh dan gula yang tinggi pada martabak dapat meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Jika dikonsumsi secara rutin, hal ini dapat mempercepat penumpukan lemak pada pembuluh darah. Risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas pun meningkat, terutama pada penderita kolesterol tinggi.

Menjaga pola makan selama bulan puasa merupakan langkah penting bagi penderita kolesterol agar kondisi tetap stabil dan terhindar dari risiko komplikasi. Mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan gula bukan berarti tidak bisa menikmati hidangan berbuka, tetapi lebih pada mengatur porsi dan memilih cara pengolahan yang lebih sehat. Dengan pilihan makanan yang lebih bijak, puasa tetap dapat dijalani dengan nyaman, sekaligus menjaga kesehatan jantung dan kadar kolesterol tetap terkendali.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE