5 Makanan Jepang yang Tinggi Protein

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Jumat, 18 Sep 2026 10:00 WIB
Saba, Ikan Berprotein Tinggi dan Kaya Lemak Sehat
Ikan Saba/Foto: Magnific

Kalau kamu mengira makanan Jepang hanya identik dengan sushi dan ramen, ternyata masih banyak pilihan lainnya. Makanan Jepang yang tinggi protein juga bisa ditemukan dalam menu sehari-hari, seperti natto, ikan saba, telur, hingga soba.

Menariknya, banyak makanan orang Jepang tersebut disajikan dengan cara yang sederhana. Porsinya pun tidak selalu besar, tetapi tetap bisa memberikan protein dan berbagai nutrisi penting. Yuk, kenalan dengan lima makanan khas Jepang yang punya kandungan protein cukup tinggi!

Natto, Kedelai Fermentasi yang Kaya Protein

Natto/Foto: Magnific

Banyak keluarga di Jepang memulai hari dengan natto. Makanan ini terbuat dari kedelai yang difermentasi dan bisa memberikan sekitar 15–18 gram protein dalam satu porsi. Jumlah tersebut cukup besar untuk makanan berbahan dasar tumbuhan.

Namun, ada satu hal yang biasanya langsung mencuri perhatian, yaitu teksturnya. Ketika diaduk, natto menjadi sangat lengket dan mengeluarkan serat-serat panjang. Aromanya juga cukup kuat sehingga tidak semua orang langsung menyukainya pada percobaan pertama.

Meski begitu, banyak orang Jepang terbiasa menikmatinya karena nilai nutrisinya. Natto biasanya disajikan di atas nasi hangat bersama kecap asin, mustard, atau daun bawang cincang.

Selain protein, makanan ini juga mengandung serat dan bakteri baik dari proses fermentasi. Jadi, tidak heran jika natto menjadi salah satu makanan Jepang yang tinggi protein dan cukup sering muncul dalam menu sederhana sehari-hari.

Saba, Ikan Berprotein Tinggi dan Kaya Lemak Sehat

Ikan Saba/Foto: Magnific

Kalau kamu sering melihat ikan panggang dalam menu Jepang, kemungkinan saba termasuk salah satunya. Ikan kembung ini merupakan salah satu jenis seafood yang populer dan dapat menyediakan lebih dari 20 gram protein per porsi.

Cara memasaknya pun tidak neko-neko. Saba biasanya dipanggang dengan sedikit garam, kemudian disajikan bersama nasi dan sayuran. Teknik sederhana ini justru membuat rasa alami ikannya tetap terasa.

Saba juga termasuk ikan berlemak yang mengandung asam lemak omega-3. Nutrisi tersebut dikenal mendukung kesehatan jantung dan otak serta dapat membantu pemulihan tubuh setelah aktivitas fisik.

Menariknya, kebiasaan mengonsumsi ikan seperti saba menunjukkan bahwa protein berkualitas tidak harus hadir dalam hidangan yang rumit. Dalam makanan orang Jepang, ikan bisa menjadi lauk sederhana yang disantap bersama nasi dan sayuran.

Tamago, Telur yang Mudah Jadi Sumber Protein

Tamago/Foto: Magnific

Telur juga punya tempat penting dalam makanan khas Jepang. Salah satu olahan yang paling terkenal adalah tamagoyaki, yaitu omelet gulung yang dibuat dengan memasak lapisan-lapisan telur tipis lalu melipatnya hingga berbentuk rapi.

Rasanya biasanya lembut dengan sedikit sentuhan manis. Teksturnya juga empuk sehingga mudah disantap, bahkan ketika dipotong menjadi beberapa bagian kecil.

Dari sisi nutrisi, satu butir telur mengandung sekitar 6 gram protein, sekaligus beberapa vitamin yang mendukung kesehatan tubuh. Tidak heran jika telur menjadi bahan makanan yang sering diandalkan karena mudah ditemukan dan sederhana untuk dimasak.

Dalam menu sehari-hari di Jepang, tamagoyaki bisa ditemukan dalam kotak bekal atau disantap bersama nasi dan mi. Jadi, menambahkan telur ke dalam menu menjadi salah satu cara praktis untuk meningkatkan asupan protein harian.

Miso, Fermentasi Kedelai dalam Semangkuk Sup

Miso/Foto: Magnific

Pernah melihat semangkuk sup hangat yang hampir selalu hadir dalam hidangan Jepang? Bisa jadi itu sup miso. Miso dibuat dari kedelai yang difermentasi bersama garam dan beras atau barley, sehingga menghasilkan rasa gurih yang dalam.

Dibandingkan tahu atau ikan, kandungan protein miso memang tidak setinggi keduanya. Namun, sup miso biasanya tidak hanya berisi kuah. Kamu bisa menemukan potongan tahu, rumput laut, hingga berbagai sayuran di dalamnya.

Kombinasi tersebut membuat semangkuk sup terasa lebih bernutrisi. Proses fermentasi pada makanan seperti miso juga membuatnya menjadi bagian menarik dari pola makan tradisional Jepang.

Bagi banyak orang Jepang, sup merupakan bagian yang cukup umum dalam sebuah hidangan. Rasanya hangat, gurih, tetapi tetap terasa ringan sehingga cocok disantap bersama nasi dan lauk lainnya.

Soba, Mi Buckwheat yang Mengenyangkan

Soba/Foto: Magnific

Buat kamu yang suka mi tetapi ingin pilihan yang terasa lebih ringan, soba bisa menarik untuk dicoba. Mi khas Jepang ini dibuat menggunakan tepung buckwheat, yang mengandung protein lebih tinggi dibandingkan banyak jenis biji-bijian olahan.

Soba sudah menjadi bagian dari kuliner Jepang selama berabad-abad. Cara menyajikannya pun beragam, tergantung daerah dan jenis hidangannya. Ada soba yang disajikan panas bersama kuah, sayuran, atau ikan, sementara versi lainnya dinikmati dingin dengan saus celup.

Buckwheat memberikan protein sekaligus karbohidrat yang dapat membantu menyediakan energi. Karena itu, soba bisa terasa mengenyangkan tanpa memberikan sensasi terlalu berat setelah makan.

Tidak sedikit orang menikmati soba setelah menjalani aktivitas seharian atau berolahraga. Hidangan sederhana ini menunjukkan bahwa makanan Jepang yang tinggi protein tidak harus selalu berupa daging atau seafood.

Jadi, kalau kamu sedang mencari inspirasi menu tinggi protein, makanan khas Jepang bisa menjadi salah satu referensi menarik. Tinggal sesuaikan dengan selera dan kebutuhan nutrisi kamu, lalu nikmati dengan porsi yang seimbang.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE