5 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Kamis, 27 Aug 2026 08:30 WIB
Makanan Tinggi Serat
Makanan Tinggi Serat/Foto: Magnific

Makanan yang sebaiknya dihindari sebelum olahraga perlu kamu perhatikan kalau ingin latihan terasa nyaman, Beauties. Sebab, makanan yang masuk sebelum berolahraga bisa memengaruhi bagaimana tubuh menggunakan energi selama latihan.

Bukan berarti kamu harus olahraga dalam kondisi perut kosong, kok. David Wiener, spesialis nutrisi dan latihan dari aplikasi kebugaran Freeletics, menjelaskan bahwa olahraga dalam keadaan perut kosong membuat tubuh tidak memiliki cukup energi untuk bekerja secara optimal.

Jadi, makan sebelum olahraga tetap penting, tetapi jenis dan waktunya juga perlu diperhatikan. Kalau salah memilih makanan, tubuh justru bisa sibuk mencerna makanan ketika kamu membutuhkan energi untuk bergerak.

Lalu, makanan apa saja yang sebaiknya tidak menjadi pilihan sebelum latihan? Yuk, cek daftarnya dilansir dari Cosmopolitan supaya sesi olahraga kamu tetap nyaman!

Makanan Tinggi Serat

Makanan Tinggi Serat/Foto: Magnific

Roti gandum utuh, pasta gandum, dan oatmeal memang punya banyak manfaat dalam pola makan sehari-hari. Namun, makanan tersebut sebaiknya tidak menjadi pilihan utama ketika waktu olahraga sudah semakin dekat.

Menurut Wiener, makanan tinggi serat membutuhkan waktu lebih panjang untuk dicerna. Akibatnya, kamu berisiko mengalami kembung, mual, gas, hingga kram perut saat sedang bergerak aktif.

Kondisi tersebut tentu bisa mengganggu fokus dan kenyamanan latihan. Sebagai alternatif, Wiener menyarankan sayuran yang lebih mudah dicerna, seperti asparagus dan kentang.

Jadi, bukan berarti makanan tinggi serat harus kamu jauhi sepenuhnya. Kamu hanya perlu mengatur waktu konsumsinya agar tidak terlalu berdekatan dengan jadwal latihan.

Minuman Energi

Energy Drink/Foto: Magnific

Banyak orang mengira minuman energi adalah pilihan tepat sebelum pergi ke gym. Padahal, kandungan gula dan kafein yang tinggi dapat memberikan beberapa respons tubuh yang kurang ideal.

Wiener menjelaskan, minuman tersebut dapat menyebabkan gula darah melonjak, tubuh terasa lebih gelisah, serta tekanan darah meningkat. Kondisi tersebut justru membuat tubuh bekerja lebih keras selama latihan.

Alih-alih mengandalkan minuman energi, ia menyarankan cara yang lebih alami untuk menjaga energi. Salah satunya adalah memastikan kamu mendapatkan tidur yang cukup sebelum berolahraga.

Kalau tubuh terasa terlalu lelah untuk latihan, jangan selalu dipaksa, Beauties. Rasa lelah bisa menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan waktu istirahat untuk membantu mencegah cedera.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan/Foto: Magnific

Kacang-kacangan memang dikenal sebagai sumber lemak sehat yang baik untuk pola makan sehari-hari. Namun, mengonsumsinya tepat sebelum berolahraga ternyata bisa membuat proses pencernaan berlangsung lebih lambat.

Menurut Wiener, semakin tinggi kandungan lemak dalam makanan atau camilan, semakin lama pula waktu yang diperlukan tubuh untuk mencernanya. Padahal, makanan sebelum olahraga sebaiknya sudah dicerna agar bisa digunakan sebagai bahan bakar tubuh.

Masih ingin menikmati camilan yang mengandung lemak sebelum latihan? Berikan jeda sekitar 1,5 hingga 2 jam sebelum mulai berolahraga.

Kalau tidak ingin menunggu selama itu, kamu bisa menyimpan camilan tersebut untuk dikonsumsi setelah latihan. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi tetap bisa terpenuhi tanpa mengganggu sesi olahraga.

Sayuran Cruciferous

Sayuran Cruciferous/Foto: Magnific

Siapa sangka sayuran sehat seperti brokoli, kubis Brussel, dan kembang kol justru sebaiknya tidak dikonsumsi menjelang olahraga? Ketiganya termasuk sayuran cruciferous yang mengandung raffinose.

Raffinose merupakan karbohidrat yang sulit dicerna dan dapat memicu perut kembung serta produksi gas berlebih. Kalau kondisi tersebut muncul saat sedang berlari atau melakukan latihan intens, tentu rasanya bisa sangat mengganggu.

Karena itu, Wiener menyarankan pilihan sayuran lain yang lebih mudah dicerna sebelum latihan. Kamu bisa memilih bayam, selada, atau wortel sebagai alternatif.

Jadi, bukan berarti sayuran cruciferous buruk untuk kesehatan. Hanya saja, waktunya perlu diatur supaya perut tetap nyaman ketika tubuh mulai aktif bergerak.

Makanan Siap Saji

Makanan Siap Saji/Foto: Magnific

Ketika jadwal sedang padat, makanan siap saji memang terasa seperti penyelamat. Tinggal dipanaskan, lalu kamu bisa langsung makan tanpa perlu repot menyiapkan bahan.

Namun, Wiener menyarankan agar makanan siap saji dan makanan olahan dihindari sebelum berolahraga. Menurutnya, produk tersebut dapat mengandung banyak bahan tambahan yang memperpanjang masa simpan, tetapi nilai gizinya relatif minim.

Padahal, tubuh membutuhkan bahan bakar yang cukup untuk menjalani latihan. Karena itu, Wiener menyarankan menyiapkan makanan sendiri di rumah agar kamu mengetahui bahan yang digunakan.

Kamu juga bisa memasak dalam jumlah cukup untuk beberapa hari sekaligus. Dengan cara ini, kamu punya pilihan makanan yang sudah tersedia dan tidak mudah tergoda memilih makanan siap saji karena terburu-buru.

Kalau jadwal latihan sudah dekat, coba cek kembali isi piringmu, Beauties. Pilihan sederhana yang lebih mudah dicerna bisa membuat pengalaman olahraga terasa jauh lebih menyenangkan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE