5 Manfaat Mengonsumsi Kurma saat Buka Puasa

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Jumat, 06 Mar 2026 08:30 WIB
2. Tinggi Serat
Tinggi Serat/Foto: Pexels.com/ Adhitya Rizky

Setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh membutuhkan asupan energi yang cepat namun tetap aman untuk pencernaan. Saat azan Magrib berkumandang dan segelas air sudah di tangan, rasanya ada satu menu yang hampir selalu hadir di meja, yakni, kurma. Buah kecil berwarna cokelat ini seperti jadi simbol buka puasa yang tak tergantikan. 

Bukan cuma karena tradisi, di balik rasanya yang manis alami, kurma menyimpan banyak manfaat yang membuatnya jadi pilihan tepat untuk mengawali buka puasa. Melansir dari Healtline, berikut beberapa manfaat luar biasa makan kurma saat buka puasa. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini. 

1. Kaya Nutrisi

Kaya Nutrisi/Foto: Pexels.com/ Riki Risnandar

Karena dikeringkan, kandungan kalorinya lebih tinggi daripada kebanyakan buah segar. Kandungan kalori kurma mirip dengan buah kering lainnya, seperti kismis dan buah ara. Sebagian besar kalori dalam kurma berasal dari karbohidrat. Sisanya berasal dari protein dalam jumlah yang sangat kecil. Terlepas dari kalorinya, kurma mengandung beberapa vitamin dan mineral penting selain serat dalam jumlah yang signifikan.

Kurma kaya akan vitamin, mineral, dan serat penting. Kurma mengandung gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa, yang menyediakan sumber energi instan yang sangat dibutuhkan setelah seharian berpuasa. Kurma juga kaya akan kalium, magnesium, kalsium, dan zat besi, yang sangat penting untuk menjaga fungsi otot yang baik dan kesehatan secara keseluruhan.

2. Tinggi Serat

Tinggi Serat/Foto: Pexels.com/ Adhitya Rizky

Mendapatkan cukup serat penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Serat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan untuk mencegah sembelit. Serat mendorong pergerakan usus yang teratur dengan berkontribusi pada pembentukan feses.

Selain itu, serat dalam kurma juga bermanfaat untuk pengendalian gula darah. Serat memperlambat pencernaan dan dapat membantu mencegah kadar gula darah melonjak terlalu tinggi setelah makan.  Oleh karena itu, kurma memiliki indeks glikemik (GI) rendah, yang mengukur seberapa cepat gula darah naik setelah mengonsumsi makanan tertentu.

3. Kaya akan Antioksidan Penangkal Penyakit

Kaya akan Antioksidan Penangkal Penyakit/Foto: Pexels.com/ Ebru DOÄžAN

Kurma kaya akan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan termasuk mengurangi risiko beberapa penyakit. Antioksidan melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas, yaitu molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan reaksi berbahaya dalam tubuh dan menyebabkan penyakit.

Dibandingkan dengan jenis buah serupa, seperti buah ara dan plum kering, kurma tampaknya memiliki kandungan antioksidan tertinggi. Berikut adalah gambaran umum dari tiga antioksidan paling ampuh dalam kurma.

  • Flavonoid: Flavonoid adalah antioksidan kuat yang dapat membantu mengurangi peradangan dan telah dipelajari manfaatnya untuk mengurangi risiko diabetes, penyakit Alzheimer, dan beberapa jenis kanker.
  • Karotenoid: Karotenoid terbukti meningkatkan kesehatan jantung dan juga dapat mengurangi risiko gangguan mata, seperti degenerasi macula.
  • Asam fenolik: Dikenal karena sifat anti-inflamasinya, asam fenolik dapat membantu menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung.

4. Mengandung Pemanis Alami

Mengandung Pemanis Alami/Foto: Pexels.com/ hello aesthe

Kurma merupakan sumber fruktosa, yaitu jenis gula alami yang ditemukan dalam buah. Kurma merupakan pengganti gula putih yang sehat dalam resep karena kandungan nutrisi, serat, dan antioksidannya. Penting untuk dicatat bahwa meskipun kurma kaya akan serat dan nutrisi, kandungan kalorinya masih cukup tinggi dan sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang. 

Dari sisi pola makan, memilih kurma sebagai sumber rasa manis juga bisa membantu mengurangi konsumsi gula tambahan berlebihan. Banyak dari kita tanpa sadar mengonsumsi minuman manis atau makanan tinggi gula saat berbuka karena merasa balas dendam setelah puasa. Padahal, terlalu banyak gula justru bisa membuat tubuh cepat lelah dan terasa berat.

 

5. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Menjaga Kesehatan Pencernaan/Foto: Pexels.com/Ali El Khatib

Kurma juga dikenal mengandung senyawa alami yang mendukung kesehatan bakteri baik di usus. Bakteri baik ini berperan besar dalam menjaga keseimbangan sistem pencernaan. Dengan kondisi usus yang sehat, risiko gangguan seperti kembung atau rasa tidak nyaman bisa berkurang.

Menariknya lagi, kurma memberikan rasa kenyang yang cukup tanpa membuat kita merasa terlalu penuh. Ini membantu mengontrol porsi makan setelahnya. Kadang, rasa lapar seharian membuat kita ingin makan berlebihan saat berbuka. Dengan memulai dari kurma, kamu memberi sinyal pada tubuh untuk makan secara bertahap dan lebih terkontrol.

Pada akhirnya, makan kurma saat buka puasa bukan hanya soal mengikuti sunah atau tradisi, tapi juga tentang merawat tubuh dengan cara yang lembut. Di tengah kesibukan dan tuntutan hidup, memilih sesuatu yang sederhana namun bernutrisi adalah bentuk self-care yang sering kali kita anggap sepele. Jadi, saat kamu menggigit kurma pertama di waktu magrib nanti, nikmati pelan-pelan. Tubuhmu akan berterima kasih, Beauties.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE