5 Masalah Kesehatan yang Perlu Diwaspadai di Musim Kemarau, Jangan Diabaikan!

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Rabu, 26 Aug 2026 08:30 WIB
3. Demam Berdarah Dengue
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti/Foto: Magnific/jcomp

Musim kemarau biasanya identik dengan cuaca panas dan udara yang terasa lebih kering. Namun, perubahan kondisi ini juga bisa membawa beberapa masalah kesehatan yang sering kali tidak kita sadari.

Kondisi tersebut bisa membuat tubuh lebih mudah mengalami beberapa keluhan. Misalnya, tenggorokan terasa lebih kering, tubuh lebih cepat lelah, dan debu di udara juga bisa mengganggu pernapasan.

Oleh karena itu, ada beberapa masalah kesehatan yang perlu diwaspadai. Terlebih jika kamu cukup sering beraktivitas di luar rumah atau tinggal di lingkungan yang mulai kekurangan air bersih.

1. Dehidrasi dan Heatstroke

Ilustrasi perempuan minum air putih karena dehidrasi/Foto: Magnific/magnific

Cuaca panas saat musim kemarau bisa membuat tubuh lebih cepat haus dan banyak berkeringat. Apalagi kalau kamu sedang banyak beraktivitas di luar rumah.

Jika tidak diimbangi dengan minum air yang cukup, tubuh bisa mengalami dehidrasi. Dalam kondisi yang lebih parah, bisa terjadi heatstroke.

Jadi, jangan tunggu sampai merasa sangat haus untuk minum. Pastikan tubuh tetap mendapat cairan yang cukup, terutama saat cuaca sedang panas atau kamu banyak mengeluarkan keringat.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyarankan untuk mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan sekitar pukul 11.00-15.00 saat cuaca sedang sangat panas. Kalau harus keluar, gunakan pakaian yang nyaman dan lindungi tubuh dari paparan sinar matahari.

2. Diare

Ilustrasi anak yang mengalami gejala diare/Foto: Magnific/magnific

Air bersih menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan saat musim kemarau. Saat terjadi kekeringan, ketersediaan air bersih semakin terbatas.

Menurut WHO, kurangnya air dan sanitasi bisa meningkatkan risiko penyakit infeksi, termasuk diare. Kemenkes juga memasukkan diare sebagai salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai saat kemarau.

Untuk mencegahnya, perhatikan kebersihan air yang digunakan untuk minum dan memasak. Jangan lupa cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas.

3. Demam Berdarah Dengue

Ilustrasi nyamuk aedes aegypti/Foto: Magnific/jcomp

Meski lebih sering dikaitkan dengan musim hujan, demam berdarah dengue atau DBD juga tetap perlu waspadai saat musim kemarau. Menurut Kemenkes, kemarau panjang dapat membuat perubahan suhu yang memengaruhi siklus hidup nyamuk sehingga risiko penularannya tetap ada.

Karena itu, kebersihan lingkungan di sekitar rumah tetap perlu dijaga. Jangan lupa periksa tempat atau wadah yang bisa menampung air, karena genangan tersebut bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

Jadi, Beauties, masalah kesehatan saat musim kemarau bukan hanya soal cuaca panas atau udara yang kering. DBD juga tetap bisa menjadi risiko ketika kondisi lingkungan mendukung perkembangbiakan nyamuk.

4. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

Ilustrasi perempuan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan/Foto: Magnific/magnific

Masalah pernapasan juga perlu diperhatikan saat musim kemarau. Kondisi udara yang kering dapat meningkatkan paparan debu dan polutan di sekitar kita, sehingga ISPA menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai.

WHO menyebut kekeringan parah bisa memperburuk kualitas udara karena meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran dan badai debu. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi orang yang sudah punya masalah pada paru-paru.

Melansir laman Kemenkes, ISPA dapat menimbulkan beberapa keluhan, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sakit kepala, demam, bersin-bersin, dan kelelahan. Kalau kamu harus beraktivitas di tempat yang berdebu, jangan lupa untuk gunakan masker.

5. Kekurangan Gizi

Ilustrasi berbagai makanan bergizi seperti sayuran, buah, dan telur, yang tersusun di atas meja/ Foto: Magnific/magnific

Dampak musim kemarau bagi kesehatan juga bisa berkaitan dengan ketersediaan makanan. WHO menjelaskan kekeringan dapat mengurangi ketersediaan pangan dan meningkatkan risiko kekurangan gizi, termasuk kekurangan zat besi yang dapat menyebabkan anemia.

Masalah ini mungkin tidak langsung terasa seperti dehidrasi atau gangguan pernapasan. Namun, jika kekeringan berlangsung lama dan membuat ketersediaan makanan berkurang, kesehatan juga bisa ikut terdampak.

Karena itu, kebutuhan gizi tetap perlu diperhatikan selama musim kemarau. Usahakan tetap mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, dan buah agar kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi.

Itulah beberapa masalah kesehatan saat musim kemarau yang perlu diwaspadai. Untuk menjaga kondisi tubuh, kamu bisa mulai dari hal sederhana, seperti minum air yang cukup, menjaga kebersihan, melindungi diri dari debu, dan tetap memenuhi kebutuhan gizi.

Jadi, Beauties, tetap perhatikan kondisi tubuh dan jangan abaikan keluhan yang muncul selama cuaca panas.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE