6 Tips Menjaga Kesehatan Tubuh saat Musim Kemarau
Musim kemarau identik dengan cuaca yang lebih panas, udara kering, dan paparan sinar matahari yang lebih terik. Kondisi ini tidak hanya membuat tubuh lebih mudah berkeringat, tetapi juga meningkatkan risiko dehidrasi, kulit kering, hingga gangguan pernapasan akibat debu dan kualitas udara yang menurun.
Oleh karena itu, penting untuk menerapkan beberapa langkah sederhana agar tubuh tetap sehat selama musim kemarau. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan.
1. Perbanyak Minum Air Putih
Ilustrasi minum air putih/Freepik: svetlanasoloka
Saat musim kemarau, suhu udara yang lebih panas membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui keringat. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, tubuh yang kehilangan terlalu banyak cairan berisiko mengalami dehidrasi, yang ditandai dengan rasa haus berlebihan, mulut kering, urine berwarna pekat, hingga tubuh terasa lemas.
Karena itu, jangan menunggu haus untuk mulai minum. Biasakan membawa botol minum saat beraktivitas dan penuhi kebutuhan cairan sepanjang hari. Selain air putih, kamu juga bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi buah yang tinggi kandungan air, seperti semangka, melon, dan jeruk.
2. Gunakan Sunscreen dan Lindungi Kulit
Ilustrasi menggunakan sunscreen/Freepik: freepik
Paparan sinar ultraviolet (UV) saat musim kemarau cenderung lebih tinggi sehingga kulit lebih berisiko mengalami sunburn, flek hitam, hingga penuaan dini. Dilansir dari American Academy of Dermatology, penggunaan sunscreen setiap hari merupakan salah satu cara paling efektif untuk melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV.
Pilih sunscreen dengan SPF minimal 30 dan gunakan sekitar 15–30 menit sebelum keluar rumah. Jika beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama, jangan lupa mengoleskan ulang sunscreen setiap dua jam sekali, terutama setelah berkeringat.
3. Hindari Paparan Matahari Berlebihan
Ilustrasi paparan matahari/Freepik: freepik
Saat musim kemarau, intensitas sinar matahari cenderung lebih tinggi sehingga tubuh lebih mudah kehilangan cairan dan mengalami kelelahan akibat panas. Dilansir dari World Health Organization, paparan panas yang terlalu lama dapat meningkatkan risiko kelelahan akibat panas (heat exhaustion) hingga sengatan panas (heat stroke), terutama pada anak-anak, lansia, dan orang yang bekerja di luar ruangan.
Jika memungkinkan, batasi aktivitas di luar rumah saat matahari sedang terik, terutama pada siang hingga sore hari. Gunakan topi, payung, pakaian yang longgar dan berwarna terang, serta usahakan beristirahat di tempat yang teduh agar suhu tubuh tetap stabil.
4. Konsumsi Makanan Bergizi dan Kaya Air
Ilustrasi makanan kaya air/Freepik: pvproductions
Selain minum air putih, kebutuhan cairan tubuh juga bisa dipenuhi dari makanan. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, buah dan sayuran mengandung air, vitamin, serta mineral yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama cuaca panas.
Perbanyak konsumsi buah seperti semangka, melon, jeruk, dan stroberi, serta sayuran seperti mentimun, tomat, dan selada. Sebaiknya kurangi makanan yang terlalu asin atau tinggi gula karena dapat membuat tubuh lebih mudah merasa haus jika dikonsumsi berlebihan.
5. Gunakan Masker Saat Udara Berdebu
Ilustrasi menggunakan masker/Freepik: jcomp
Musim kemarau sering kali membuat udara menjadi lebih kering dan berdebu, terutama di daerah yang minim hujan atau sedang mengalami kebakaran hutan. Dilansir dari World Health Organization, paparan debu dan polusi dapat memicu gangguan pernapasan, terutama pada penderita asma, alergi, atau penyakit paru-paru.
Jika harus beraktivitas di luar rumah saat kondisi udara berdebu, gunakan masker yang nyaman dan sesuai kebutuhan. Selain itu, tutup jendela rumah saat debu sedang banyak dan bersihkan rumah secara rutin agar kualitas udara di dalam ruangan tetap terjaga.
6. Atur Waktu Aktivitas Fisik
Ilustrasi olahraga ringan/Freepik: benzoix
Berolahraga tetap penting dilakukan selama musim kemarau, tetapi waktu pelaksanaannya perlu diperhatikan. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, beraktivitas fisik saat cuaca terlalu panas dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga sengatan panas (heat stroke), terutama jika dilakukan dalam waktu lama.
Jika ingin berolahraga, usahakan melakukannya pada pagi atau sore hari saat suhu udara tidak terlalu tinggi. Jangan lupa minum air putih sebelum, selama, dan setelah berolahraga, serta segera hentikan aktivitas jika mulai merasa pusing, lemas, mual, atau mengalami kram otot karena itu bisa menjadi tanda tubuh mulai kepanasan.
Beauties, itu dia beberapa tips menjaga kesehatan di musim kemarau. Jangan lupa diterapkan, ya!
__
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!