5 Tahap Kurang Tidur Beserta Efeknya, Makin Lama Makin Halu!

Cica Rahmania | Beautynesia
Senin, 29 Nov 2021 18:30 WIB
Kurang tidur ada tingkatannya. Ketahui lebih jauh beserta efeknya. (Foto: unsplash.com/Alan KO)

Selain makan, tidur merupakan upaya manusia untuk bertahan hidup. Ketika tidur, banyak hal terjadi pada tubuh, salah satunya ialah regenerasi sel-sel dan melakukan fungsi biologis penting. Setiap tingkatan usia memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda.

Orang dewasa membutuhkan 7-8 jam tidur di malam hari setiap hari. Namun, pada kenyataannya, nggak semua orang mampu memenuhi kebutuhan tidur. Gaya hidup, kesehatan, pekerjaan, menjadi beberapa faktor seseorang mengalami kurang tidur.

Dalam jangka pendek, mungkin kurang tidur tidak berakibat apa-apa, tetapi jika terjadi terus menerus, kurang tidur akan menimbulkan efek serius bagi kesehatan. Dikutip dari Health Line, kurang tidur dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif, mudah terjadi peradangan, dan menurunnya kekebalan tubuh.

Ilustrasi kurang tidur. (Foto: pexels/Ivan Samkov)

Lebih lanjut, rupanya kurang tidur sendiri memiliki beberapa tahapan, yang dibagi menjadi 12 atau 24 jam dan memiliki efek yang semakin buruk ketika seseorang kekurangan waktu tidur. Dihimpun dari Health Line, berikut ulasannya.

Tahap 1: Setelah 24 jam

Nggak tidur selama 24 jam mungkin hal biasa bagi sebagian orang. Efek serius  pada kesehatan pun mungkin nggak akan timbul dari kekurangan tidur dalam jangka waktu tersebut. Namun, menuurt Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, kurang tidur selama 24 jam dikatakan sama dengan memiliki konsentrasi alkohol dalam darah 0,10 persen.

Kadar tersebut terbilang lebih tinggi dari batas untuk mengemudi secara legal. Sebab, tetap terjaga 24 jam dapat menyebabkan gejala seperti kantuk, cepat marah, peningkatan risiko stres, kewaspadaan menurun, konsentrasi terganggu, mudah lupa, lelah, tremor, ngidam, dan mata panda.

Tahap 2: Setelah 36 jam

Ilustrasi kurang tidur. (Foto: Freepik.com/Wayhomestudio)

Di tahap 36 jam kurang tidur, efek akan terlihat lebih intens dari sebelumnya, salah satunya ialah keinginan tidur yang amat sangat. Sebagian orang mungkin akan mengalami microsleep atau tidur singkat tanpa disadari.

Pada tahap ini, bagian otak akan sulit berkomunikasi satu sama lain, sehingga merusak kinerja kognitif dan menyebabkan efek seperti memori terganggu, kesulitan mempelajari informasi baru, perubahan perilaku, pengambilan keputusan terganggu, kesulitan memproses isyarat, dan reaksi lambat.

Terkadang, terjadi pula efek pada kesehatan, seperti nafsu makan meningkat, mudah terjadi peradangan pada tubuh, menurunnya kekebalan tubuh, dan sangat kelelahan.

Tahap 3: Setelah 48 jam

Ilustrasi kurang tidur. (Foto: Freepik/ Karlyukav)/ Foto: Raudiya Nurfadilah H

Tahap ini merupakan kekurangan tidur yang ekstrem. Tidak hanya kemungkinan microsleep, kurang tidur selama 48 jam juga membuka peluang seseorang untuk mulai berhalusinasi, seperti melihat, mendengar, atau merasakan hal-hal yang sebenarnya nggak ada.

Lebih dari itu, efek lain juga mungkin terjadi, seperti kehilangan identitas, kecemasan, stres meningkat, dan kelelahan ekstrim. Jangan sekali-kali coba mengendarai kendaraan atau aktivitas yang membutuhkan fokus tinggi ya, Beauties.

Tahap 4: Bangun selama 72 jam

Pada tahap ini, kemungkinan microsleep bisa terjadi lebih sering dan lebih lama. Lebih lanjut, kurang tidur akan secara signifikan merusak persepsi, ditambah halusinasi mungkin menjadi lebih kompleks dengan disertai ilusi, delusi, pemikiran yang tidak teratur, dan kehilangan identitas.

Ilustrasi kurang tidur. (Foto: Freepik.com/Jcomp)

Tahap 5: Bangun selama 96 jam atau lebih

Banyak gangguan yang terjadi tentang kenyataan setelah 4 hari absen tidur. Jika seseorang kehilangan banyak jam tidur sampai nggak bisa menafsirkan kenyataan, hal tersebut disebut psikosis kurang tidur.

Cara Mengatasinya

Sangat mungkin untuk seseorang pulih dari kurang tidur. Caranya yaitu dengan tidur lebih awal daripada tidur larut malam. Dengan begitu, akan lebih mungkin untuk mendapatkan setidaknya 7-8 jam istirahat setiap malam. Ini akan membantu tubuh Anda kembali ke jadwal.

Ilustrasi kurang tidur. (Foto: freepik.com/benzoix)/ Foto: Rani Mutiara

Namun, cara memulihkan waktu tidur ini nggak bisa instan. Diperlukan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu untuk pulih dari kurang tidur. Health Line mengatakan, 1 jam kurang tidur membutuhkan 4 hari untuk pulih. Jadi, semakin lama kamu terjaga, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkannya.

Dengan efek-efek yang telah disebutkan, setiap orang diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti menyetir, mengoperasikan mesin, dan lain-lain.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI

(fer/fer)
Loading ...