6 Kebiasaan yang Diam-Diam Bikin Kolesterol Naik
Kolesterol tinggi sering dikaitkan dengan konsumsi makanan berlemak. Padahal, penyebabnya tidak hanya berasal dari apa yang kamu makan, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai kebiasaan sehari-hari yang mungkin selama ini dianggap sepele. Jika terus dilakukan, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan berdampak pada kesehatan jantung.
Kabar baiknya, sebagian besar faktor risiko tersebut sebenarnya bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup yang sederhana. Semakin cepat kebiasaan buruk dikenali, semakin besar pula peluang untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal.
Lantas, kebiasaan apa saja yang diam-diam bisa membuat kolesterol naik, Beauties?
1. Kurang Gerak (Mager)
Ilustrasi mager/Freepik: DC Studio
Gaya hidup yang minim aktivitas fisik, seperti duduk terlalu lama di depan komputer, menonton televisi, atau scrolling media sosial selama berjam-jam, dapat memengaruhi kadar kolesterol. Kurangnya aktivitas membuat tubuh membakar lebih sedikit lemak, sehingga kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) berpotensi meningkat, sementara kolesterol HDL (kolesterol baik) dapat menurun.
Oleh karena itu, orang dewasa disarankan tetap aktif bergerak, meski hanya dengan berjalan kaki atau berdiri setiap beberapa waktu jika bekerja di depan layar. Menurut American Heart Association (AHA), aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL sekaligus meningkatkan kolesterol HDL sehingga risiko penyakit jantung ikut berkurang.
2. Sering Begadang
Ilustrasi beagdang/Freepik: diana.grtysku
Tidur kurang dari 7–8 jam setiap malam tidak hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga mengganggu metabolisme lemak dan gula dalam tubuh.
Dalam jangka panjang, kebiasaan begadang dapat memengaruhi keseimbangan hormon yang mengatur metabolisme sehingga meningkatkan risiko kolesterol tinggi. Selain itu, orang yang kurang tidur juga cenderung lebih sering mengonsumsi makanan tinggi kalori sebagai sumber energi tambahan.
3. Stres yang Menumpuk
Ilustrasi stres/Freepik: rawpixel
Stres berkepanjangan dapat memicu peningkatan hormon kortisol dan adrenalin. Kadar kortisol yang tinggi diketahui dapat memengaruhi metabolisme lemak dan mendorong hati memproduksi lebih banyak kolesterol. Di sisi lain, saat stres banyak orang juga cenderung makan berlebihan, memilih makanan tinggi gula dan lemak, atau menjadi malas berolahraga, yang semakin memperburuk kadar kolesterol.
Johns Hopkins Medicine menyebutkan bahwa stres kronis dapat memengaruhi kesehatan jantung melalui perubahan hormon dan kebiasaan hidup yang kurang sehat, termasuk pola makan yang buruk dan kurang aktivitas fisik.
4. Mengonsumsi Makanan Tinggi Lemak Jenuh dan Lemak Trans
Ilustrasi makan lemak jenuh/Freepik: wayhomestudio
Lemak jenuh dan lemak trans merupakan jenis lemak yang paling berpengaruh terhadap peningkatan kolesterol LDL. Lemak ini banyak ditemukan pada gorengan, makanan cepat saji, kulit ayam, daging berlemak, mentega, pastry, dan berbagai makanan yang dipanggang menggunakan minyak terhidrogenasi.
Mengurangi konsumsi makanan tersebut serta menggantinya dengan lemak sehat dari ikan, alpukat, atau kacang-kacangan dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap normal.
|
Baca Juga : 5 Cara Diet Sehat untuk Perempuan Usia 40-an
|
5. Sering Mengonsumsi Makanan Olahan dan Minuman Manis
Ilustrasi makan manis/Freepik: studioredcup
Makanan olahan, seperti sosis, nugget, mi instan, dan camilan kemasan, umumnya mengandung gula tambahan, garam, serta lemak tidak sehat. Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan tersebut dapat meningkatkan kadar trigliserida dan berkontribusi terhadap kenaikan kolesterol.
Hal yang sama juga berlaku pada minuman manis, seperti minuman bersoda, teh kemasan, atau kopi dengan tambahan gula berlebih, yang dapat mengganggu metabolisme lemak bila dikonsumsi secara rutin.
Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, konsumsi gula tambahan yang berlebihan berkaitan dengan meningkatnya kadar trigliserida serta risiko penyakit kardiovaskular.
6. Merokok dan Minum Alkohol
Ilustrasi minum alkohol/Freepik: magnific
Merokok dapat menurunkan kadar kolesterol HDL yang berfungsi membersihkan kolesterol berlebih dari pembuluh darah. Sementara itu, konsumsi alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan kadar trigliserida dan mengganggu metabolisme lemak. Kombinasi kedua kebiasaan tersebut membuat risiko penumpukan plak pada pembuluh darah menjadi lebih tinggi dan meningkatkan peluang terjadinya penyakit jantung maupun stroke.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), merokok merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, sedangkan konsumsi alkohol berlebihan berkaitan dengan peningkatan kadar trigliserida serta berbagai gangguan kardiovaskular.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!