7 Alasan Kenapa Kamu Lebih Sering Kentut dari Biasanya

Belinda Safitri | Beautynesia
Selasa, 21 Apr 2026 17:00 WIB
5. Stres
Stres/ Foto: Freepik.com/cookie_studio

Kentut adalah proses alami tubuh untuk mengeluarkan gas dari saluran pencernaan, Beauties. Dalam kondisi normal, seseorang bisa kentut beberapa kali dalam sehari tanpa perlu dikhawatirkan. Namun, jika frekuensinya terasa lebih sering dari biasanya, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan mengganggu aktivitas.

Peningkatan frekuensi kentut umumnya berkaitan dengan apa yang kamu konsumsi, kebiasaan saat makan, hingga kondisi kesehatan tertentu. Dilansir dari Health, yuk pahami sejumlah alasan kenapa kamu lebih sering kentut dari biasanya!

1. Konsumsi Makanan Penghasil Gas

Konsumsi makanan penghasil gas/ Foto: Freepik.com/freepik

Makanan tertentu, terutama yang tinggi serat dan karbohidrat kompleks, cenderung lebih sulit dicerna oleh tubuh. Saat makanan ini mencapai usus besar, bakteri akan memfermentasinya dan menghasilkan gas sebagai produk sampingan. Inilah yang membuat frekuensi kentut meningkat setelah mengonsumsi jenis makanan tertentu.

Beberapa contoh makanan pemicu gas antara lain kacang-kacangan, sayuran seperti brokoli dan kembang kol, produk susu, serta buah seperti apel dan pir. Selain itu, pemanis buatan dan minuman tinggi fruktosa juga bisa memperparah produksi gas. Karena sistem pencernaan tiap orang berbeda, penting untuk mengenali makanan apa yang paling memicu kondisi ini pada tubuhmu.

2. Terlalu Banyak Menelan Udara saat Makan

Terlalu banyak menelan udara saat makan/ Foto: Freepik.com/freepik

Tanpa disadari, kebiasaan seperti makan terlalu cepat, berbicara saat makan, atau menggunakan sedotan dapat membuat lebih banyak udara masuk ke dalam saluran pencernaan. Udara yang tertelan ini tidak semuanya dikeluarkan melalui sendawa, sehingga sebagian akan bergerak ke usus dan keluar sebagai gas.

Selain itu, mengunyah permen karet, merokok, atau menggunakan gigi palsu yang kurang pas juga dapat meningkatkan jumlah udara yang masuk. Semakin banyak udara yang tertelan, semakin besar kemungkinan kamu mengalami kentut lebih sering dari biasanya. 

3. Sering Mengonsumsi Minuman Berkarbonasi

Mengonsumsi minuman berkarbonasi/ Foto: Freepik.com/freepik

Minuman berkarbonasi seperti soda, sparkling water, atau bir mengandung gas karbon dioksida. Saat dikonsumsi, gas ini akan masuk ke dalam sistem pencernaan dan meningkatkan tekanan di dalam perut.

Sebagian gas memang akan keluar melalui sendawa, tetapi sisanya akan turun ke usus dan akhirnya dikeluarkan sebagai kentut. Jika kamu sering mengonsumsi minuman jenis ini, tidak heran jika frekuensi kentut jadi lebih tinggi.

4. Mengalami Intoleransi Makanan Tertentu

Intoleransi makanan/ Foto: Freepik.com/pressphoto

Penyebab kentut berlebih yang berikutnya adalah intoleransi makanan, seperti Intoleransi Laktosa. Dalam kondisi ini, tubuh tidak mampu mencerna zat tertentu seperti gula atau produk susu dengan baik, sehingga makanan yang tidak tercerna akan difermentasi oleh bakteri di usus.

Proses fermentasi ini menghasilkan gas dalam jumlah lebih banyak, yang kemudian memicu kembung, nyeri perut, hingga diare. Jika kamu sering mengalami gejala ini setelah makan makanan tertentu, ada baiknya mulai perhatikan pola makan dan berkonsultasi dengan tenaga medis.

5. Stres

Stres/ Foto: Freepik.com/cookie_studio

Saat stres, tubuh mengalami perubahan dalam sistem pencernaan, termasuk peningkatan produksi gas. Selain itu, stres juga dapat membuat seseorang tanpa sadar menelan lebih banyak udara, yang akhirnya berkontribusi pada gas di perut.

Stres bahkan berkaitan erat dengan kondisi seperti Sindrom Iritasi Usus Besar, yang sering ditandai dengan perut kembung dan gas berlebih. Mengelola stres dengan baik, seperti melalui relaksasi atau meditasi, dapat membantu mengurangi keluhan ini.

6. Gangguan pada Saluran Pencernaan

Gangguan pada saluran pencernaan/ Foto: Freepik.com/jcomp

Beberapa kondisi medis seperti Penyakit Celiac, sembelit kronis, atau IBS dapat menyebabkan peningkatan produksi gas. Gangguan ini membuat proses pencernaan tidak berjalan optimal, sehingga makanan lebih lama berada di usus dan menghasilkan lebih banyak gas.

Jika kentut berlebih disertai gejala lain seperti kram perut, diare, atau mual, penting untuk tidak mengabaikannya. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat.

7. Efek Samping Obat-obatan Tertentu

Efek samping obat/ Foto: Freepik.com/wayhomestudio

Obat-obatan seperti antibiotik dan obat antiinflamasi nonsteroid seperti aspirin, ibuprofen, hingga naproxen dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus. Ketidakseimbangan ini dapat memicu perubahan dalam proses fermentasi makanan yang menghasilkan lebih banyak gas.

Tak hanya itu, beberapa obat juga dapat memperlambat atau mempercepat kerja sistem pencernaan, yang berdampak pada produksi gas. Jika kamu merasa frekuensi kentut meningkat setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Itulah beberapa alasan kenapa kamu lebih sering kentut dari biasanya. Meskipun kerap dianggap sepele, kentut berlebih bisa menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan. Dengan mengenali penyebabnya, kamu bisa mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan pencernaan tetap optimal, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE