7 Cara Mengatasi Mual dan Pusing Tanpa Harus Membatalkan Puasa

Natasha Riyandani | Beautynesia
Senin, 23 Feb 2026 12:00 WIB
6. Tidur Siang
Tidur siang/ Foto: Freepik.com/freepik

Saat menjalani ibadah puasa, umat Islam akan mengalami perubahan kebiasaan makan. Kalau biasanya kamu bisa makan dan minum secara teratur, namun saat berpuasa, tubuh harus beradaptasi dengan kondisi tanpa asupan makanan dan minuman selama sekitar 14 jam.

Perubahan inilah yang dapat memengaruhi sistem kerja tubuh dan keseimbangan cairan, menjadikannya salah satu penyebab kepala pusing dan mual saat berpuasa. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa mengganggu kekhusyukan puasa, bahkan menyebabkan buka sebelum waktunya.

Lantas, bagaimana cara mengatasi mual dan pusing tanpa harus membatalkan puasa? Dilansir dari berbagai sumber, berikut informasi lengkapnya. 

Kenapa Mual dan Pusing Ketika Berpuasa?

Alasan mual dan pusing saat berpuasa/ Foto: Freepik.com/benzoix

Dikutip dari detikHealth, mual-mual saat berpuasa dapat disebabkan oleh penumpukan asam lambung atau kontraksi perut akibat rasa lapar karena tidak makan.

Untuk membantu memecah makanan, perut menghasilkan asam klorida. Jika seseorang dalam keadaan perut kosong terlalu lama, maka asam tersebut dapat menumpuk di perut dan berpotensi menyebabkan refluks asam dan mual.

Sementara, kondisi kepala pusing dapat terjadi karena kurangnya waktu tidur. Saat menjalankan ibadah puasa Ramadan, orang-orang akan mengalami perubahan pola tidur yang menyesuaikan dengan waktu sahur. Alhasil, kekurangan waktu tidur.

Bukan cuma itu, dehidrasi juga bisa meningkatkan risiko mual dan pusing saat berpuasa. Dikutip dari Healthline, mual bisa menjadi pertanda tubuh mengalami dehidrasi. Rasa mual juga akan diikuti dengan kondisi tubuh yang lemas dan pusing.

Kebanyakan orang memang mengalami kondisi ini saat berpuasa di bulan Ramadan. Namun, jangan sampai menghalangi kekhusyukan ibadah puasamu. Untuk mengatasinya, Beauties bisa melakukan beberapa cara sederhana yang efektif menghilangkan rasa mual dan pusing saat berpuasa, sebagai berikut:

1. Hentikan Aktivitas yang Sedang Dilakukan

Hentikan aktivitas yang sedang dilakukan/ Foto: Freepik.com/tirachardz

Langkah pertama yang harus kamu lakukan saat merasa pusing atau mual ketika berpuasa adalah segera menghentikan aktivitas. Duduk atau berbaring dengan posisi kepala lebih tinggi, agar tubuh menjadi lebih rileks.

Pejamkan mata dan beristirahat lah sejenak. Cara ini terbukti efektif membantu mengurangi rasa sakitnya. Hindari posisi membungkuk saat mual, jika sudah lebih baik carilah udara segar dan berjalan sejenak.

2. Beri Pijatan Ringan

Ilustrasi memijat pelipis/ Foto: Freepik.com/benzoix

Memijat ringan titik-titik tertentu bisa membantu meringankan pusing dan mual saat berpuasa. Beauties bisa memijat lembut bagian pelipis, leher, bahu, atau kepala untuk meredakan rasa sakitnya. Pijatan dinilai efektif untuk melemaskan otot-otot yang tegang agar lebih rileks.

Adapun beberapa titik yang perlu kamu ketahui untuk membantu meredakan pusing dan mual, di antaranya:

  • Pelipis dan Dahi: Pijat pelipis dengan gerakan melingkar, serta gerakkan jari dari tulang pipi naik ke arah dahi untuk mengurangi pusing dan sakit kepala depan.
  • Leher dan Bahu: Pijat lembut otot-otot di belakang leher dan bahu untuk melemaskan ketegangan, sehingga meringankan nyeri di kepala.
  • Punggung Kaki: Tekan titik di punggung kaki, sejajar dengan celah antara ibu jari dan telunjuk kaki untuk merasakan pusing yang disertai mual.

3. Oleskan Minyak Aromaterapi

Ilustrasi mengoleskan minyak aromaterapi/ Foto: Freepik.com/lookstudio

Kurangnya kadar gula dan cairan dalam tubuh kerap menyebabkan mual-mual dan pusing saat puasa di bulan Ramadan. Mengatasinya, Beauties bisa mengoleskan atau menghirup minyak aromaterapi seperti minyak angin, minyak kayu putih, lemon, atau peppermint, karena efektif untuk meredakan mual, pusing, dan pening saat berpuasa.

Minyak aromaterapi dapat membantu merelaksasi sistem saraf dan memberikan rasa nyaman tanpa harus membatalkan puasa, selama zatnya tidak masuk ke lambung.

4. Kompres Dingin Leher atau Dahi

Kompres dingin dahi/ Foto: Freepik.com/bearfotos

Cara sederhana lainnya untuk menghilangkan sakit kepala dan mual bisa dengan mengompres bagian dahi, pelipis, atau belakangan leher menggunakan air dingin/es selama 10-15 menit.

Cara ini terbukti efektif untuk meredakan pusing dan mual saat puasa karena menyempitkan pembuluh darah, mengurangi peradangan saraf, dan memberikan efek yang menenangkan.

Selain itu, cara ini juga aman dilakukan untuk mengatasi sakit kepala tegang atau migrain tanpa khawatir puasamu batal.

5. Lakukan Teknik Pernapasan

Lakukan teknik pernapasan/ Foto: Freepik.com/freepik

Mengatasi mual atau pusing saat berpuasa bisa dengan melakukan teknik pernapasan dalam (deep breathing). Cara ini dapat membantu merelaksasi tubuh dan meningkatkan asupan oksigen ke otak.

Coba atur napasmu agar lebih berirama dan teratur. Lakukan sambil duduk tegak atau berbaring, serta pejamkan mata, kemudian tarik napas perlahan melalui hidung, tahan selama 2-3 detik, lalu hembuskan perlahan melalui mulut yang dikerutkan. Ulangi cara ini sampai kamu merasa pusing sudah mereda.

6. Tidur Siang

Tidur siang/ Foto: Freepik.com/freepik

Tak bisa dimungkiri, kurang waktu tidur dapat menyebabkan rasa mual, pusing, hingga tubuh lemas saat berpuasa. Untuk mengatasinya, kamu bisa tidur siang singkat selama 15-30 menit.

Cara ini dapat membantu mengistirahatkan tubuh yang lelah dan meningkatkan kualitas tidur yang terganggu akibat sahur, sehingga bisa meredakan sakit kepala.

Hindari tidur langsung setelah makan sahur karena dapat meningkatkan risiko asam lambung naik dan mual di siang hari.

7. Hindari Pemicunya

Hindari paparan cahaya laptop terlalu lama/ Foto: Freepik.com/DC Studio

Untuk mencegah mual, pusing, dan sakit kepala ketika berpuasa, sebaiknya hindari pemicunya seperti konsumsi makanan pedas/berlemak saat sahur, paparan sinar matahari, atau paparan layar komputer/smartphone yang memicu sakit kepala.

Pasalnya, paparan sinar matahari langsung dapat memicu dehidrasi yang akan memperburuk sakit kepala. Oleh sebab itu, hindari berada di bawah terik matahari dan carilah tempat teduh atau redup.

Namun jika harus beraktivitas di luar ruangan, jangan lupa gunakan pelindung kepala seperti topi atau payung. Pastikan tubuh terhidrasi dengan sempurna saat sahur dan berbuka puasa.

Nah, itulah tujuh cara mengatasi mual dan pusing tanpa harus membatalkan puasa. Jangan sampai rasa mual dan sakit kepala mengganggu kekhusyukan ibadah puasamu, ya, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE