7 Kebiasaan yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Setelah Jam 7 Malam, Menurut Dokter Spesialis Jantung

Rini Apriliani | Beautynesia
Rabu, 18 Mar 2026 13:35 WIB
6. Pertengkaran di Malam hari
Ilustrasi pertengkaran/Foto: Pexels/Polina Zimmerman

Banyak orang beranggapan bahwa jam 7 malam masih tergolong 'waktu sore', sehingga banyak aktivitas masih tetap dilakukan. Padahal di jam tersebut sudah seharusnya tubuh dan pikiran terbawa dalam mode rileks untuk selanjutnya beristirahat.

Dalam laman CNBC Make It, Dr. Sanjay Bhojraj, MD, seorang dokter spesialis jantung mengungkapkan, setelah 20 tahun menangani penyakit jantung, ia memperhatikan sederet faktor kesehatan jantung yang jarang dibahas, yakni: sederet kebiasaan setelah jam kerja berakhir.

Menurutnya, penyakit jantung berkembang selama bertahun-tahun melalui sinyal yang berulang, seperti pola tekanan darah, peradangan, pengaturan glukosa, dan kualitas tidur. Banyak dari hal tersebut dibentuk oleh kebiasaan rutin di malam hari.

Berikut sederet kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan setelah jam 7 malam, menurut dokter spesialis jantung. Simak!

1. Makan Larut Malam

Kebiasaan makan di malam hari dikaitkan dengan kadar gula darah yang lebih tinggi, gangguan metabolisme lipid, dan peningkatan sinyal inflamasi.

Ilustrasi makan/Foto: Pexels.com/Andrea Piacquadio

Fungsi metabolisme mengikuti ritme sirkadian. Di malam hari, sensitivitas insulin menurun dan tubuh menjadi kurang efisien dalam memproses glukosa dan lemak.

Kebiasaan makan di malam hari dikaitkan dengan kadar gula darah yang lebih tinggi, gangguan metabolisme lipid, dan peningkatan sinyal inflamasi.

Menurut penelitian, makan lebih awal jauh lebih baik untuk mendukung tekanan darah yang lebih sehat, kontrol glukosa, dan risiko kardiovaskular. Pencernaan di malam hari juga bersamaan degan proses perbaikan tubuh semalaman yang penting untuk kesehatan pembuluh darah.

2. Cahaya Malam yang Menyilaukan

aparan cahaya menyilaukan yang didominasi oleh warna biru di malam hari menekan pelepasan melatonin. Melatonin berperan dalam pengaturan tidur, pengendalian tekanan darah, dan aktivitas antioksidan dalam sistem kardiovaskular.

Ilustrasi di kamar/Foto: Freepik.com/lifeforstock

Paparan cahaya menyilaukan yang didominasi oleh warna biru di malam hari menekan pelepasan melatonin. Melatonin berperan dalam pengaturan tidur, pengendalian tekanan darah, dan aktivitas antioksidan dalam sistem kardiovaskular.

Menurut penelitian paparan cahaya malam hari berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan gangguan pola tekanan darah normal di malam hari.

Sebaiknya, pilihlah lampu malam dengan cahaya yang lebih teduh untuk meniru kondisi pencahayaan saat matahari terbenam.

3. Tayangan Televisi yang Menegangkan

Tayangan televisi yang menegangkan memicu stres psikologis yang mengaktifkan sistem saraf simpatik, meningkatkan detak jantung, dan tekanan darah.

Ilustrasi menonton tv/Foto: Freepik/ DCStudio

Tayangan televisi yang menegangkan memicu stres psikologis yang mengaktifkan sistem saraf simpatik, meningkatkan detak jantung, dan tekanan darah.

Penelitian mengatakan, stres akut berkontribusi pada disfungsi endotel, yakni tahapan paling awal dalam penyakit kardiovaskular. Bagi mereka yang sudah memiliki riwayat yang mendasarinya, stres emosional yang intens bisa memicu serangan jantung.

4. Olahraga Berat di Malam hari

Olahraga berat saat larut malam dapat membuat kadar kortisol tetap tinggi dan membuat tubuh dalam mode waspada.

Ilustrasi olahraga berat/Foto: Pixabay.com/5132824

Olahraga memang baik untuk kesehatan jantung, tetapi waktu melakukannya juga perlu jadi perhatian. Olahraga berat saat larut malam dapat membuat kadar kortisol tetap tinggi dan membuat tubuh dalam mode waspada.

Hal ini bisa memicu jadi sulit tidur, meningkatkan detak jantung di malam hari, dan mengurangi variabilitas detak jantung yang menjadi indikator pending ketahanan kardiovaskular.

5. Konsumsi Alkohol

Konsumsi alkohol dalam mengganggu waktu tidur dan mengganggu produksi melatonin.

Konsumsi alkohol/ Foto: Freepik.com/tirachardz

Alkohol yang sering disebut sebagai minuman yang menenangkan di malam hari nyatanya memiliki efek buruk. Konsumsi alkohol dalam mengganggu waktu tidur dan mengganggu produksi melatonin.

Kurang tidur juga meningkatkan detak jantung istirahat dan menghambat penurunan tekanan darah normal di malam hari yang berkaitan dengan meningkatnya risiko kardiovaskular. Selain itu, saat kurang tidur akan memperburuk peradangan dan memperparah regulasi metabolisme, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung jangka panjang.

6. Pertengkaran di Malam hari

kemarahan dan stres memiliki efek pada kesehatan jantung.

Ilustrasi pertengkaran/Foto: Pexels/Polina Zimmerman

Kita memang tidak bisa mengatur kapan pertengkaran akan terjadi. Namun, perlu dipahami bahwa kemarahan dan stres memiliki efek pada kesehatan jantung.

Stres akut meningkatkan kadar kortisol, menurunkan variabilitas detak jantung, dan memicu aritmia atau kejadian jantung pada individu yang rentan. Sebisa mungkin, hindari pertengkaran di malam hari.

7. Paparan Ponsel Tanpa Filter

Kebiasaan bermain ponsel, tablet, dan televisi memancarkan blue light yang menunda pelepasan melatonin dan menggeser ritme sirkadian. Hal ini bisa membuatmu sulit tidur, bahkan kualitas tidur yang menurun.

Ilustrasi main hp/Foto: thinkstock

Kebiasaan bermain ponsel, tablet, dan televisi memancarkan blue light yang menunda pelepasan melatonin dan menggeser ritme sirkadian. Hal ini bisa membuatmu sulit tidur, bahkan kualitas tidur yang menurun.

Kebiasaan kurang tidur dikaitkan dengan hipertensi, resistensi insulin, peradangan, dan peningkatan risiko kardiovaskular. Karena itu, penting untuk konsisten menjaga waktu tidur untuk kesehatan jantungmu.

Beauties, itu dia sederet kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan setelah jam 7 malam, menurut dokter spesialis jantung. Salah satunya ada yang sering kamu lakukan?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE