7 Makanan Tradisional yang Kerap Disajikan saat Hari Raya Waisak dan Maknanya

Natasha Riyandani | Beautynesia
Minggu, 31 May 2026 15:30 WIB
4. Mangut Beong
Mangut beong/ Foto: Instagram.com/misshotrodqueen

Hari Raya Waisak, atau yang sering disebut sebagai Trisuci Waisak, merupakan hari suci terpenting bagi umat Buddha di seluruh dunia. Perayaan ini diperingati setiap tahun, dengan melakukan serangkaian acara, mulai dari berdoa, berjalan mengelilingi candi/vihara, hingga pelepasan lampion.

Namun, perayaannya belum lengkap tanpa menyajikan hidangan lezat untuk disantap bersama keluarga. Berbagai hidangan tradisional sering kali disajikan sebagai bagian dari tradisi yang mencerminkan keberagaman budaya dan kearifan lokal.

Lantas, makanan tradisional apa saja yang kerap disajikan saat Hari Waisak? Dilansir dari detikFood, berikut rangkuman informasinya.

1. Lotek

Lotek/ Foto: Instagram.com/friel_sit

Sekilas mirip karedok, makanan berbahan dasar sayuran rebus yang disiram bumbu kacang gurih ini sering dijumpai saat Hari Raya Waisak, terutama di wilayah Jawa Tengah.

Penyajian lotek dianggap sesuai dengan prinsip vegetarian dalam ajaran Buddha yang mengharuskan welas asih dan menghindari kekerasan terhadap makhluk hidup, yang diartikan sebagai pola makan tanpa daging.

Lotek yang disajikan saat perayaan Waisak melambangkan keseimbangan dan keharmonisan dalam hidup, sesuai dengan ajaran Buddhisme yang menekankan kesederhanaan, kesehatan, dan penuh rasa syukur.

2. Tempoyak

Tempoyak/ Foto: Instagram.com/ide_masakan_rumahan

Tempoyak merupakan makanan warisan dari Tanah Melayu yang sering disajikan saat perayaan Waisak di Indonesia, terutama di daerah Sumatra dan Kalimantan. Makanan ini terbuat dari daging buah durian yang difermentasikan, dengan dicampur bawang, daun salam, dan bumbu rempah lainnya.

Kuliner ini biasanya diolah menjadi sambal, campuran gulai, atau pepes. Rasanya perpaduan asam, manis, dan pedas yang unik, serta aroma yang khas, menjadikannya hidangan favorit yang dicari saat momen kebersamaan.

Penyajian tempoyak saat Hari Raya Waisak melambangkan nilai welas asih, kesederhanaan, dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha.

3. Nasi Lesah

Nasi lesah/ Foto: Instagram.com/javafoodie

Masyarakat Magelang merayakan Hari Waisak dengan menyantap nasi lesah setelah selesai bersembahyang di vihara. Kuliner legendaris ini disajikan dalam piring, terdiri dari nasi, bihun, suwiran ayam, dan disiram kuah santan kuning yang gurih.

Hidangan yang sekilas mirip soto ini mencerminkan nilai hidup sederhana dan penuh rasa syukur. Penyajiannya juga menjadi simbol kebersamaan keluarga dan komunitas dalam merayakan momen suci Waisak dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan.

4. Mangut Beong

Mangut beong/ Foto: Instagram.com/misshotrodqueen

Masih di Magelang, ada pula hidangan khas bernama mangut beong, yang juga kerap disajikan saat Hari Raya Waisak. Makanan ini berbahan dasar ikan beong, ikan ekedemik Sungai Progo, yang dimasak dengan kuah gulai pedas.

Kuah santan yang gurih menyatu dengan rempah-rempah menghasilkan hidangan yang kaya rasa dan lezat. Mangut beong biasanya disajikan dengan nasi putih hangat dan lauk pauk, seperti telur rebus atau ayam goreng.

Hidangan ini mencerminkan kesederhanaan dan kehangatan yang menjadi bagian dari nilai-nilai spiritual dan sosial dalam ajaran Buddha. Menyantapnya dapat mewakili rasa syukur dan kebersamaan dalam keluarga.

5. Nasi Gemuk

Nasi gemuk/ Foto: Instagram.com/bekaldarimami

Dikenal sebagai sajian tradisional khas Jambi, nasi gemuk menjadi salah satu hidangan yang wajib ada saat Hari Raya Waisak. Tampilannya sekilas mirip dengan nasi uduk, namun memiliki aroma yang lebih harum karena dimasak dengan santan, daun pandan, dan bumbu rempah.

Sebagai pelengkap, nasi gemuk yang gurih biasanya disajikan dengan beragam lauk pauk seperti telur rebus/telur suwir, ikan teri goreng, kacang tanah goreng, timun, sambal, dan kerupuk.

Umat Buddha di daerah tersebut biasa menyantapnya setelah selesai perayaan di vihara. Nasi gemuk yang menjadi hidangan utama melambangkan kesejahteraan, kelimpahan, keharmonisan, dan kebersamaan yang tercipta saat momen perayaan Waisak.

6. Kue Burgo

Kue burgo/ Foto: Instagram.com/gailaimit

Berasal dari Palembang, hidangan mirip otak-otak gulung ini juga sering disajikan saat merayakan Waisak. Kue burgo terbuat dari campuran tepung beras dan sagu yang didadar tipis, dikukus, lalu digulung dan dipotong-potong.

Masyarakat Buddha setempat biasa menikmatinya saat berkumpul. Disajikan dengan siraman kuah santan gurih, yang terbuat dari kaldu ikan gabus giling. Perpaduan cita rasa gurih dengan tekstur yang lembut, menjadikannya makanan favorit saat Waisak.

Selain dinikmati oleh masyarakat Buddha, makanan ini juga kerap dijadikan bagian dari persembahan kepada dewa karena cita rasanya yang sederhana namun penuh makna.

Hidangan gurih ini melambangkan kesederhanaan, kebaikan, ketulusan, dan warisan leluhur yang disajikan untuk mempererat tali persaudaraan.

7. Bubur Merah Putih

Bubur merah putih/ Foto: Instagram.com/athayakitchen

Di beberapa daerah di Indonesia, masyarakat Buddha juga kerap menyajikan bubur merah putih saat perayaan Hari Raya Waisak. Makanan legendaris ini melambangkan rasa syukur, doa keselamatan, keharmonisan, dan simbol keseimbangan hidup.

Warna merah yang terbuat dari gula merah atau gula aren, melambangkan keberanian dan kekuatan. Sementara warna putih dari santan, melambangkan kesucian dan ketenangan. Kombinasi keduanya pun dianggap sebagai simbol persatuan dan keseimbangan, seperti unsur api dan air. Begitu pula dengan manusia dan roh.

Nah, bagi Beauties yang merayakan Waisak, adakah menu selain makanan di atas yang kerap disajikan di daerah tempat tinggalmu? 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.