7 Makanan yang Paling Mudah Basi dan Cara Simpan Terbaiknya
Tidak semua makanan memiliki daya tahan yang sama setelah dibeli atau dimasak. Ada beberapa jenis makanan yang sangat mudah basi karena mengandung kadar air atau protein yang tinggi, sehingga lebih rentan ditumbuhi bakteri dan jamur jika disimpan dengan cara yang kurang tepat. Akibatnya, makanan menjadi berubah aroma, tekstur, hingga tidak lagi aman untuk dikonsumsi.
Padahal, mengetahui cara penyimpanan yang benar dapat membantu memperpanjang kesegaran makanan sekaligus mengurangi risiko food waste. Mulai dari suhu penyimpanan hingga jenis wadah yang digunakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar makanan tetap awet lebih lama.
Lantas, makanan apa saja yang paling mudah basi dan bagaimana cara menyimpannya dengan benar, Beauties?
1. Nasi Putih
Ilustrasi nasi/Freepik: Kamran Aydinov
Nasi putih matang termasuk makanan yang mudah basi jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Kondisi tersebut dapat memicu pertumbuhan bakteri yang berpotensi menyebabkan keracunan makanan. Jika tidak langsung dikonsumsi, nasi sebaiknya didinginkan dan disimpan dalam wadah tertutup di kulkas, lalu dipanaskan kembali hingga benar-benar panas sebelum dimakan.
Menurut Food Standards Agency (FSA) Inggris, nasi matang sebaiknya segera didinginkan dan disimpan di lemari pendingin maksimal satu hari untuk meminimalkan pertumbuhan bakteri.
2. Daging, Ayam, dan Ikan Segar
Ilustrasi daging/Freepik: freepik
Bahan makanan berprotein tinggi seperti daging, ayam, dan ikan sangat mudah mengalami pembusukan apabila disimpan pada suhu yang tidak tepat. Jika belum akan dimasak dalam satu hingga dua hari, bahan-bahan tersebut sebaiknya langsung disimpan di freezer menggunakan wadah atau plastik kedap udara untuk menjaga kualitasnya.
Menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA), daging, ayam, dan ikan segar harus disimpan pada suhu di bawah 4°C di kulkas atau dibekukan jika tidak segera digunakan.
3. Susu dan Produk Olahannya
Ilustrasi susu sapi dan produk olahannya/Freepik: 8photo
Susu, yogurt, keju, dan krim mengandung nutrisi yang mudah menjadi media pertumbuhan bakteri apabila dibiarkan terlalu lama di luar kulkas. Menurut U.S. Department of Agriculture (USDA), produk susu harus segera didinginkan setelah digunakan untuk menjaga kualitas dan keamanannya. Setelah digunakan, produk susu sebaiknya segera dikembalikan ke lemari pendingin dan tidak dibiarkan berada di suhu ruang lebih dari dua jam.
4. Tahu dan Tempe
Ilustrasi tahu/Freepik: jcomp
Menurut United States Department of Agriculture (USDA), makanan berbahan kedelai segar perlu disimpan pada suhu dingin untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Tahu memiliki kadar air yang tinggi sehingga lebih cepat basi dibanding tempe.
Jika belum akan diolah, tahu dapat disimpan dalam wadah berisi air bersih di kulkas dan airnya diganti setiap hari. Sementara itu, tempe sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup atau freezer jika ingin disimpan lebih lama.
5. Sayuran Hijau
Ilustrasi sayuran hijau/Freepik: azerbaijan_stockkers
Bayam, kangkung, sawi, dan selada termasuk sayuran yang cepat layu dan membusuk jika penyimpanannya kurang tepat. Sebaiknya simpan sayuran dalam kondisi kering di wadah atau kantong berlubang di dalam laci sayur kulkas, serta hindari mencucinya sebelum disimpan karena kelembapan berlebih dapat mempercepat pembusukan.
Menurut University of California Agriculture and Natural Resources, menyimpan sayuran dalam kondisi kering dan dingin dapat membantu mempertahankan kesegarannya lebih lama.
6. Buah yang Sudah Dipotong
Ilustrasi buah potong/Freepik: KamranAydinov
Buah yang sudah dikupas atau dipotong memiliki masa simpan yang jauh lebih singkat dibanding buah utuh. Setelah dipotong, buah sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas dan segera dikonsumsi dalam waktu singkat agar kualitasnya tetap terjaga.
Hal ini sesuai dengan penelitian U.S. Food and Drug Administration (FDA) bahwa buah yang telah dipotong perlu disimpan pada suhu dingin untuk mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya.
7. Makanan Bersantan dan Berkuah
Ilustrasi makanan berkuah/Freepik: wirestock
Makanan bersantan dan berkuah termasuk hidangan yang relatif mudah basi jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Kandungan air yang tinggi pada kuah, ditambah lemak dari santan, dapat menjadi media yang baik bagi pertumbuhan bakteri penyebab pembusukan. Di daerah beriklim tropis, makanan jenis ini bahkan dapat mulai berubah aroma dan rasa hanya dalam beberapa jam jika tidak segera disimpan dengan benar.
Apabila masih memiliki sisa makanan, sebaiknya segera mendinginkannya setelah uap panas berkurang, lalu simpan dalam wadah kedap udara di lemari pendingin. Jika ingin disimpan lebih lama, makanan dapat dipindahkan ke freezer. Saat akan dikonsumsi kembali, panaskan hingga benar-benar mendidih agar suhu panas merata dan membantu mengurangi risiko pertumbuhan bakteri.
__
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!