8 Cara Meningkatkan Produksi ASI Secara Alami dan Efektif

Belinda Safitri | Beautynesia
Jumat, 24 Apr 2026 17:03 WIB
4. Hindari Stres
Hindari stres/ Foto: Freepik.com/8photo

Produksi ASI yang minim cukup sering menjadi kekhawatiran banyak ibu, terutama di masa awal menyusui. Padahal, tubuh sebenarnya memiliki mekanisme alami yang akan menyesuaikan produksi ASI sesuai kebutuhan bayi. Kuncinya terletak pada stimulasi yang konsisten serta pola hidup yang mendukung.

Terkait itu, ada banyak kebiasaan sederhana yang bisa membantu memperlancar produksi ASI. Mulai dari teknik menyusui hingga pola makan, semuanya berperan penting dalam memastikan si kecil mendapatkan nutrisi terbaik setiap hari. Melansir Prashanth Hospital dan Morula IVF, berikut beberapa cara meningkatkan produksi ASI yang bisa kamu lakukan, Beauties! 

1. Menyusui Langsung Secara Rutin

Menyusui langsung/ Foto: Freepik.com/freepik

Menyusui langsung adalah cara paling alami dan efektif untuk meningkatkan produksi ASI. Setiap kali bayi menyusu, tubuh ibu akan menerima sinyal untuk memproduksi lebih banyak ASI melalui hormon prolaktin dan oksitosin. Semakin sering bayi menyusu, semakin kuat pula rangsangan tersebut.

Pada bayi baru lahir, disarankan untuk menyusui setiap 2 jam sekali. Pola ini tidak hanya membantu meningkatkan produksi ASI, tetapi juga mendukung kebutuhan nutrisi bayi yang masih sangat tinggi. Jika bayi tidur terlalu lama, terutama lebih dari 4 jam, sebaiknya dibangunkan untuk tetap mendapatkan asupan ASI yang cukup.

2. Menyusui dari Kedua Sisi Payudara

Menyusui dari kedua sisi payudara/ Foto: Freepik.com/freepik

Memberikan ASI dari kedua sisi payudara dalam satu sesi menyusui dapat membantu merangsang produksi yang lebih merata. Hal ini penting untuk mencegah salah satu sisi payudara menjadi lebih penuh atau bahkan mengalami pembengkakan.

Selain itu, metode ini juga membantu pengosongan payudara secara optimal. Ketika payudara kosong, tubuh akan otomatis memproduksi ASI baru. Dengan begitu, produksi ASI tetap terjaga dan bayi pun mendapatkan asupan yang cukup.

3. Gunakan Pompa ASI

Gunakan pompa ASI/ Foto: Freepik.com/freepik

Selain menyusui langsung, memompa ASI secara teratur sangat efektif untuk menjaga dan meningkatkan suplai, terutama jika bayi belum mampu mengisap dengan kuat. Prinsip dasar produksi ASI adalah semakin sering payudara dikosongkan baik oleh isapan bayi maupun pompa, semakin banyak pula ASI yang akan diproduksi oleh tubuh.

Kamu bisa memompa di sela-sela jadwal menyusui atau segera setelah bayi selesai menyusu jika payudara masih terasa penuh. Konsistensi dalam memompa memberikan sinyal bahwa kebutuhan ASI meningkat, sehingga tubuh akan menyesuaikan produksi secara bertahap. Namun, pastikan untuk menggunakan alat pompa yang nyaman agar tidak menimbulkan nyeri atau lecet pada puting.

4. Hindari Stres

Hindari stres/ Foto: Freepik.com/8photo

Kondisi emosional ibu sangat berpengaruh terhadap produksi ASI ya, Beauties. Stres dan kecemasan dapat mengganggu kerja hormon oksitosin yang berperan dalam pengeluaran ASI. Akibatnya, meskipun ASI diproduksi, alirannya bisa terhambat.

Untuk mengatasinya, penting bagi ibu mendapatkan dukungan dari orang terdekat. Luangkan waktu untuk beristirahat, berbagi tugas dengan pasangan, atau melakukan aktivitas yang menenangkan agar kondisi mental tetap stabil dan produksi ASI tidak terganggu. 

5. Cukupi Kebutuhan Cairan

Cukupi kebutuhan cairan/ Foto: Freepik.com/yanalya

Tubuh membutuhkan cairan dalam jumlah lebih banyak saat menyusui karena sebagian besar ASI terdiri dari air. Jika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, produksi ASI bisa menurun dan tubuh ibu menjadi lebih cepat lelah.

Terkait itu, disarankan untuk mengonsumsi sekitar 3 liter cairan per hari, baik dari air putih, susu, maupun jus buah. Hindari pula minuman berkafein berlebihan karena dapat memengaruhi kualitas tidur bayi dan kondisi tubuh ibu.

6. Istirahat yang Cukup

Istirahat yang cukup/ Foto: Freepik.com/freepik

Meski terasa sulit di tengah rutinitas merawat bayi, Beauties tetap wajib istirahat karena hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga produksi ASI. Tubuh yang lelah akan kesulitan mempertahankan keseimbangan hormon yang dibutuhkan untuk menyusui.

Maka dari itu, cobalah untuk tidur saat bayi tidur atau minta bantuan orang terdekat agar ibu memiliki waktu untuk memulihkan energi. Dengan tubuh yang lebih segar, proses produksi ASI pun bisa berjalan lebih optimal.

7. Pijat Payudara Secara Lembut

Pijat payudara/ Foto: Freepik.com/Azerbaijan_stockers

Pijat payudara merupakan cara sederhana yang bisa membantu memperlancar aliran ASI. Gerakan lembut dapat merangsang saluran ASI sehingga pengosongan payudara menjadi lebih maksimal.

Lakukan pijatan dengan gerakan melingkar sebelum dan selama menyusui. Selain membantu produksi ASI, cara ini juga dapat mengurangi rasa tidak nyaman akibat payudara yang terasa penuh. 

8. Perhatikan Asupan Makanan

Perhatikan asupan makanan/ Foto: Freepik.com/pvproductions

Apa yang dikonsumsi ibu sangat berpengaruh terhadap kualitas dan jumlah ASI. Makanan bergizi seperti biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, serta sumber protein dapat membantu menjaga produksi ASI tetap stabil.

Selain itu, makanan tradisional seperti daun kelor, fenugreek, dan bawang putih juga dikenal dapat mendukung produksi ASI. Mengombinasikan pola makan sehat dengan hidrasi yang cukup akan membantu tubuh bekerja lebih optimal dalam menghasilkan ASI.

Itulah beberapa cara meningkatkan produksi ASI. Dengan menerapkan kebiasaan sederhana ini secara konsisten, produksi ASI dapat meningkat secara alami. Yang terpenting, tetap dengarkan kebutuhan tubuh dan jangan ragu mencari bantuan jika mengalami kendala selama masa menyusui ya, Beauties. 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE