Banyak Korban Meninggal di Tragedi Itaewon karena Cardiac Arrest, Kondisi yang Bisa Sebabkan Kematian dalam Hitungan Menit
Tragedi yang terjadi di Itaewon, Korea Selatan, pada event Halloween lalu tercatat ada 154 orang meninggal. Adapun 26 di antaranya dikabarkan merupakan warga asing.
Korban meninggal tersebut disebut karena mengalami cardiac arrest atau henti jantung. Kondisi ini diketahui bisa membuat korbannnya meninggal dalam hitungan menit saja, Beauties. Demikian dikutip dari laman NIH (National Heart, Lung, and Blood Institute).
Kondisi ini terjadi ketika jantung tiba-tiba berhenti memompa darah. Akibatnya aliran darah ke otak dan organ vital lainnya terhenti. Kondisi ini masih dikutip dari NIH merupakan kondisi darurat medis. 9 dari 10 orang yang mengalami kondisi ini di luar RS, meninggal dalam hitungan menit.
Umumnya, henti jantung terjadi pada pasien dengan aritmia atau gangguan pada irama jantung. Tetapi juga bisa terjadi pada mereka yang tidak menyadari bahwa punya masalah pada jantung.
Pesta Halloween yang awalnya semarak berubah menjadi tragedi di Korea Selatan. Lokasi pesta itu berada di gang sempit di Itaewon./ Foto: AP/Lee Jin-man |
Tanda seseorang mengalami henti jantung:
- Tiba-tiba pingsan dan kehilangan kesadaran
- Tidak bernapas, atau pernapasannya tidak teratur
- Tidak meresepon ketika tubuhnnya digerakkan.
Mengutip NPR, kejadian yang menelan korban di Itaewon tersebut merupakan bencana terparah dalam sejarah Korea Selatan. Pada tahun 2005, tercatat ada 11 orang tewas dan 50 luka-luka saat konser pop.
Alasan Berdesakan dalam Kerumunan Sebabkan Cardiac Arrest
SEOUL, SOUTH KOREA - OCTOBER 31: Seoul Mayor Oh Se-hoon (R) and officials pay tribute at memorial altar for the victims of the Halloween celebration stampede, in front of City Hall on October 31, 2022 in Seoul, South Korea./ Foto: Getty Images/Chung Sung-Jun |
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, cardiac arrest bisa rentan terjadi pada mereka yang memiliki masalah pada jantung. Lantas bila dikaitkan dengan situasi di Itaewon adalah karena kerumunan. Lantas seperti apa hubungannya?
Menurut Spesialis jantung dan pembuluh darah dari Siloam Hospital Semanggi dr Vito A Damay, SpJP, seperti dikutip dari detikHealth, saat berdesakan di dalam kerumunan, risiko hipoksia bisa terjadi karena dadanya terhimpit.
"Kondisi yang tidak terkendali, kepanikan dan ketegangan memicu jumlah karbondioksida meningkat karena begitu banyak orang dan adrenalin meningkat menyebabkan kuncupnya pembuluh darah. Sirkulasi oksigen terhambat menyebabkan pingsan dan bahkan henti jantung," katanya.
Pertolongan pertama yang bisa dilakukan yaitu dengan melakukan CPR atau resusitasi jantung paru-paru kepada korban.
----
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pesta Halloween yang awalnya semarak berubah menjadi tragedi di Korea Selatan. Lokasi pesta itu berada di gang sempit di Itaewon./ Foto: AP/Lee Jin-man
SEOUL, SOUTH KOREA - OCTOBER 31: Seoul Mayor Oh Se-hoon (R) and officials pay tribute at memorial altar for the victims of the Halloween celebration stampede, in front of City Hall on October 31, 2022 in Seoul, South Korea./ Foto: Getty Images/Chung Sung-Jun