sign up SIGN UP

Banyak Menyerang Kaum Milenial yang Sering Alami Stres, Ini 6 Fakta Penyakit GERD dan Solusinya

Nisrina Salsabila | Beautynesia
Selasa, 21 Sep 2021 06:15 WIB
Banyak Menyerang Kaum Milenial yang Sering Alami Stres, Ini 6 Fakta Penyakit GERD dan Solusinya
caption

GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah penyakit naiknya asam lambung ke kerongkongan lantaran katup antara kerongkongan dan lambung melemah.

Gejala penyakit naiknya asam lambung ini diantaranya, munculnya perasaan mengganjal di tenggorokan sehingga susah menelan, mulut terasa asam, sensasi panas terbakar di dada dan ulu hati, sesak napas, perut begah, sakit tenggorokan, sering sendawa, dan gangguan tidur.

Faktor gaya hidup jadi pencetus utama risiko GERD. Maka tak heran, ada beberapa anak muda yang harus berjuang menghadapi gejala GERD.

Demi mencegahnya sedari dini, Beauties mesti tahu fakta-fakta GERD di bawah ini. Simak yuk!

1. Tingkat Stres Tinggi Pemicu Utama GERD

penyakit gerd
Kontrol manajemen stres diri sendiri/Foto: Pexels.com/Yan Krukov

Utamanya, penyebab GERD timbul karena masalah pikiran dan perasaan yang mendalam. Semakin sering kita stres, makin sering pula GERD bisa kambuh.

Saat kamu merasa sedang overthinking, pikiran ruwet, bahkan sampai bikin anxiety, jangan memaksakan diri sendiri. Menjadi seorang penderita GERD membuatmu belajar untuk memahami diri sendiri serta belajar mengelola stres.

Coba istirahat sejenak dan lakukan hal apapun yang membuatmu bahagia. Kondisi akan semakin baik bila kamu dikelilingi oleh orang-orang yang mendukung dan paham kondisi kamu yang sebenarnya.

GERD tidak bisa sembuh dalam sekejap mata. Jadi, tetap optimis dan perkuat pola pikir kalau GERD bisa sembuh.

2. Obesitas Memperparah Penyakit GERD

penyakit gerd
Jaga berat badan ideal/Foto: Pexels.com/Olya Kobruseva

Selain stres, poin berikut ini juga sama penting. Kelebihan berat badan bisa meningkatkan tekanan pada otot perut. Hal ini kemudian bisa mengundang asam lambung naik dan memicu berbagai gejala, salah satunya GERD.

3. Rebahan Setelah Makan? It’s a Big No!

penyakit gerd
Hindari tiduran setelah makan/Foto: Pexels.com/Pavel Danilyuk

Siapa yang habis makan suka langsung tiduran? Eits, mulai sekarang jauhi kebiasaan tersebut, bila kamu tidak mau mengalami gejala GERD. Sebaiknya tunggu sekitar 2-3 jam setelah makan.

Berbicara soal tidur, sesak napas di malam hari karena GERD juga bisa terjadi jika posisi tidurmu kurang pas. Cara mengatasi asal lambung naik saat malam hari adalah tidur menghadap kiri atau dengan mengganjal punggung pakai bantal, supaya posisi kepala lebih tinggi.

4. Suka Ngemil Bikin Gejala GERD Sering Muncul

penyakit gerd
Atur pola makan secara konsisten/Foto: Pexels.com/Vincent Rivaud

Kalau kamu punya Riwayat GERD, lebih baik hindari niatmu untuk mukbang (makan besar) ya. Di samping itu, sering ngemil gorengan, fast food, kopi, keripik kentang atau camilan pedas bisa mendorong asam lambung naik.

Cara mengatasi GERD secara alami yakni dengan mengontrol pola makan 50% sayur, 25% karbo, dan 25% protein ditambah air mineral. Paling penting, nikmati prosesnya dan lakukan secara konsisten.

Tips supaya kamu nggak bosan, coba buat resep smoothie sayur dan buah, memilih karbo dari nasi shirataki, lalu jadikan mixed nuts sebagai teman ngemil sehat.

5. GERD ≠ Serangan Jantung atau Maag

penyakit gerd
GERD tidak sama dengan serangan jantung dan maag/Foto: Pexels.com/cottonbro

Rasa nyeri pada dada dan ulu hati yang kerap terjadi pada penderita GERD terkadang disalahartikan sebagai serangan jantung.

Nyeri dada atau ulu hati karena serangan jantung biasanya muncul sangat berat pasca melakukan aktivitas fisik dan menjalar hingga ke lengan atau leher. Berbeda dengan itu, gejala GERD umumnya disertai rasa asam pada mulut, nyeri tidak menyebar, dan terasa semakin berat saat berbaring.

Selain itu, perbedaan GERD dengan maag adalah GERD terjadi karena asam lambung naik ke kerongkongan, sementara maag berupa iritasi pada dinding lambung.

6. Olahraga yang Tidak Sesuai Kemampuan Tubuh Perparah GERD

penyakit gerd
Olahraga yoga untuk relaksasi tubuh dan pikiran/Foto: Pexels.com/Alexy Almond

Kegiatan olahraga dengan intensitas sedang berupa berjalan kaki, jogging ringan, yoga, bersepeda santai, dan renang dinilai ramah bagi penderita GERD.

Kebalikannya, justru olahraga berat, olahraga yang mengharuskan posisi tubuh menekan perut dan dada, serta membungkuk dalam waktu lama dapat membuat GERD lebih buruk.

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)

Our Sister Site

mommyasia.id