Minyak oregano merupakan olahan daun dan tunas dari tanaman oregano yang dikeringkan. Oregano sering digunakan sebagai rempah untuk menambah rasa masakan.
Sejak dahulu, oregano (Oreganum vulgare) telah menjadi salah rempah yang terkenal sebagai bahan pengobatan di peradaban Romawi dan Yunani Kuno. Untuk pengobatan, oregano diolah menjadi minyak dengan mengekstrak daun serta pucuk tanaman tersebut. Minyak oregano sendiri mengandung carvacrol dan timol, yakni dua senyawa aktif yang mempunyai peran dalam melindungi terhadap racun dan melawan infeksi jamur.
Kemudian apa saja berbagai manfaat yang bisa kamu dapatkan dari minyak oregano ini, yuk simak lebih lanjut!
1. Sebagai antibiotik alami
foto: Oregano sebagai antioksidan alami/medicalnewstoday.com |
Dalam minyak oregano, terkandung carvacrol yang dapat melawan bakteri penyebab infeksi seperti Staphylococcus aureus. Bakteri ini biasanya akan membuat seseorang mengalami keracunan makanan atau infeksi kulit.
Sebuah penelitian telah melakukan uji coba yang menguji seekor tikus, dimana tikus tersebut diberi minyak oregano selama 30 hari dan bisa bertahan hidup 50% lebih kuat dibanding tikus lain. Selain itu, adapula penelitian yang menyebut bahwa minyak oregano dapat melawan bakteri yang resisten terhadap antibiotik, seperti Ecoli dan Pseudomonas aeruginosa.
2. Mengurangi inflamasi
foto: Mengurangi inflamasi/pixabay.com |
Minyak oregano dianggap mampu mengurangi inflamasi atau peradangan, lho. Hal ini datang dari senyawa carvacrol di dalamnya yang akan bertindak sebagai agen anti-inflamasi.
Penelitian terhadap tikus sebelumnya pun telah mengamati berbagai studi perihal efek anti-inflamasi carvacrol. Tim peneliti menemukan bahwa carvacrol mampu mencegah obesitas melalui pengaruh gen yang terlibat dalam inflamasi.
3. Membantu menurunkan kolesterol
foto: membantu turunkan kolesterol/pixabay.com |
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh The Journal of International Medical Research pada tahun 2008 menemukan bahwa minyak oregano dapat membantu seseorang untuk menurunkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL).
Penelitian tersebut mengambil sampel dari 48 orang dengan kadar kolesterol yang cukup tinggi untuk mengubah pola makan dan gaya hidup agar kadar kolesterol mereka berkurang. Sebanyak 32 orang juga diberi 25 mL minyak oregano setelah makan. Setelah 3 bulan, peserta yang diberi minyak oregano LDL-nya menurun dan mengalami kenaikan untuk high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik. Penurutan LDL tersebut dikatakan terjadi berkat senyawa fenol dan timol.
4. Mengobati infeksi jamur
foto: Mengobati infeksi jamur/freepik.com |
Selain sebagai penurun kolesterol, minyak oregano juga terkenal sebagai antijamur atau antifungal karena memiliki kadar timol yang tinggi.
Berdasarkan sebuah studi BMC Complementary Medicine and Therapies, timol yang terkandung pada minyak oregano menjadi obat efektif untuk mengatasi infeksi jamur seperti Candida albicans, Candida torpicalis, dan Candida krusei. Jamur jenis Candida ini diketahui dapat menyebabkan beberapa jenis infeksi semacam infeksi ragi, kandidiasis mulut, infeksi kuku tangan atau kaki, hingga tineea pedis atau kurap.
5. Melindungi tubuh dari radikal bebas
foto: Melindungi dari radikal bebas/pixabay.com |
Radikal bebas merupakan salah satu masalah serius pada tubuh yang harus segera ditangani. Jika dibiarkan tanpa diobati, masalah ini akan menggerogoti ketahanan tubuh yang kemudian akan menimbulkan penyakit serius seperti kanker dan penyakit jantung.
Tanpa disadari, radikal bebas ini ada di sekitar kita dan merupakan produk alami metabolisme. Oleh karena itu, kita harus menyiasati dengan memanfaatkan minyak oregano. Menurut ahli kesehatan, oregano menempati posisi pertama tanaman dengan kandungan 3-30 kali kadar anti-oksidan. Sebab itu, minyak oregano akan melindungi tubuhmu dari radikal bebas.