Berwarna Pink dan Instagramable, Ini Fakta Garam Himalaya yang Diklaim Lebih Sehat
Pernahkah kamu mendengar tentang garam himalaya atau kamu termasuk orang yang mengonsumsinya?
Belakangan ini, garam himalaya sering dibicarakan di media sosial, selain karena warnanya yang pink dan berbeda dari garam pada umumnya, garam ini juga diklaim lebih alami dan sehat.Bahkan ada yang menyebut bahwa garam himalaya memiliki manfaat yang lebih banyak dibandingkan dengan garam dapur biasanya.
Garam Himalaya adalah garam yang berasal dari Khewra Salt Mine dan memiiliki warna pink. Garam ini memiliki tekstur lebih kasar dan ukuran butiran lebih besar dari garam dapur. Berikut beautynesia.id telah merangkum fakta garam himalaya yang diklaim lebih alami dan sehat dibandingkan garam dapur.
Belum Terbukti Ilmiah ‘Lebih Baik dari Garam Dapur’
![]() Garam Himalaya/pixabay.com |
Banyak orang yang mengklaim bahwa garam himalaya lebih alami dan sehat dibandingkan dengan garam dapur. Padahal klaim ini belum dibuktikan dengan riset ilmiah dan penelitian yang kuat. Dikutip dari Medical News Today, saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan garam Himalaya lebih banyak khasiat dari garam biasa.
Memang ada penjelasan yang menyebut manfaat garam himalaya seperti untuk memperbaiki penyakit pernapasan, menyeimbangkan pH tubuh, mengurangi tanda penuaan dan lainnya. Namun faktanya manfaat tersebut hanyalah menjelaskan khasiat dari sodium klorida yang juga terdapat di garam dapur. Jadi sebenarnya kamu bisa mendapatkan beragam khasiat tersebut dengan mengonsumsi garam dapur.
Kandungannya Mirip dengan Garam Dapur
![]() Garam dapur/pexels.com |
Garam himalaya setiap 1 gr mengandung:
- Sodium: 368 mg
- Kalium: 2,8 mg
- Kalsium: 1,6 mg
- Magnesium: 1,06 mg
- Zat besi: 0,0369 mg
Sementara itu garam dapur setiap 1 gr mengandung:
- Natrium: 381 mg
- Kalium: 0,9 mg
- Kalsium: 0,4 mg
- Magnesium: 0,0139 mg
- Zat besi: 0,0101 mg
Diketahui garam himalaya memang mengandung lebih banyak mineral dibandingkan garam biasa. Tepatnya sekitar 84 mineral berbeda, seperti natrium klorida, zat besi, magnesium, kalium dan juga kalsium. Namun, yang perlu digaris bawahi adalah 98% kandungannya adalah natrium klorida yang sama seperti garam biasa.
Jadi meskipun ada berbagai mineral, garam himalaya tidak akan memberikan efek signifikan terhadap kebutuhan mineral dalam tubuh karena kadarnya sangat sedikit. Sebagai gambaran, jika ingin memenuhi kebutuhan kalium per hari dengan garam himalaya, maka perlu mengonsumsi sampai 1,7 kg. Jelas hal tersebut tidak boleh dilakukan karena berbahaya bagi kesehatan.
Mengandung Senyawa yang Diduga Berbahaya Bagi Tubuh
![]() Garam himalaya/pexels.com |
Dikutip dari Body and Soul, penelitian baru Australia mengungkapkan fakta baru yang mengejutkan tentang efek samping garam himalaya. Peneliti menemukan adanya senyawa yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan, yakni aluminium, silikon, belerang dan timbal.
Itulah beberapa fakta terkait garam himalaya yang diklaim lebih sehat. Jadi bisa disimpulkan bahwa garam himalaya belum terbukti lebih baik dari garam biasa. Kalaupun kamu ingin menggunakannya tetap diperbolehkan atas dalam batas wajar dan tidak berlebihan.


