sign up SIGN UP

Brain Fog, Kondisi Otak yang Pengaruhi Fokus dan Kecerdasanmu Pasca COVID-19

| Senin, 20 Sep 2021 23:15 WIB
Brain Fog, Kondisi Otak yang Pengaruhi Fokus dan Kecerdasanmu Pasca COVID-19
caption
Jakarta -

Pernah mengalami kondisi di mana kamu sulit fokus pada satu hal, mudah lupa, dan penurunan kecepatan pemrosesan bahasa? Jangan sepelekan hal itu, Beauties. Sebab, beberapa kondisi tersebut merupakan ciri-ciri brain fog atau kabut otak. Apa itu kabut otak?

Dikutip dari Pure Wow, brain fog merupakan sebuah istilah untuk menggambarkan masalah berkonsentrasi serta berpikir jernih dan cepat. Para profesional menyebut brain fog sebagai kumpulan gejala pasien yang mungkin mengindikasikan gangguan kognitif.

Lebih lanjut, menurut Dr. James Jackson, neuropsikolog dan Direktur Kesehatan Perilaku di Pusat Pemulihan ICU di Vanderbilt, Tennessee, Amerika Serikat, kesulitan berpikir jernih bukan satu-satunya ciri brain fog, melainkan ketidakmampuan untuk fokus dan perasaan kosong juga menjadi gejala kondisi ini.

Lantas, apa penyebab brain fog?

Selalu Berpikir OptimisIlustrasi brain fog. (Foto : pexels.com/George Milton)/ Foto: Ratih Dewi

"Penyebab potensial dari brain fog banyak, bisa termasuk kecemasan, depresi, dan kelelahan fisik yang parah," kata Dr. James. Namun, Dr. James juga mengatakan, brain fog dapat mencerminkan efek neuropsikologis yang terjadi karena hal-hal seperti proses inflamasi atau efek neurotoksik dari COVID-19. Wow!

Di lain sisi, perubahan hormon juga bisa memicu kabut otak, seperti dikutip dari Health Line. Hormon progesteron dan estrogen yang meningkat selama kehamilan dan penurunan kadar estrogen saat menopause dapat mempengaruhi memori dan menyebabkan gangguan kognitif jangka pendek yang kabur.

Brain fog dan COVID-19

Menurut Dr. Jackson, ciri-ciri brain fog telah lama digunakan sebagai keluhan umum di antara pasien yang dirawat karena kanker. Namun, topik brain fog kembali dibicarakan akhir-akhir ini karena kemungkinan gejala neurologis pasca-infeksi terkait dengan COVID-19.

Asian Nerd Student Girl Studying Online With Laptop In Cafe, Touching Temples, Trying To Concentrate, Preparing For Difficult ExamIlustrasi brain fog. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio)

Lebih lanjut, demografis pandemi COVID-19 di daerah tertentu melaporankan adanya penurunan fungsi kognitif yang bertahan lama setelah pemulihan fisik dari penyakit tersebut. Gejala kognitif yang dimaksud dalam hal ini sebelumnya telah dikaitkan dengan infeksi serta gangguan auto-imun kronis.

Penyebab brain fog yang luas membuat kita tidak bisa menyimpulkan sendiri. Perlu untuk menemui praktisi kesehatan untuk membantu mengidentifikasi secara pasti penyebab utama dari gejala brain fog. So, jangan self-diagnose ya, Beauties! Segera pergi ke dokter jika ciri-ciri di atas telah kamu rasakan dalam jangka waktu lama atau telah mengganggu kehidupanmu.

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!


Our Sister Site

mommyasia.id